Daniel Suarez: Dari Meksiko Menuju Tangga Juara Seri Xfinity 2016

Daniel Suarez dari Meksiko

Daniel Suarez dari Meksiko

Bagi Daniel Suarez, kemenangannya di Miami yang kemudian mengantarnya menjadi juara Seri Xfinity musim 2016 membawa sejarah tersendiri. Ia menjadi pembalap Meksiko pertama dan juga pembalap non-AS pertama secara keseluruhan yang sukses menjuarai sebuah seri nasional NASCAR (Seri Piala, Seri Xfinity dan Seri Truk) sepanjang sejarah ajang balap mobil stok paling bergengsi ini.

Sebuah perjalanan karier yang amat berwarna dari sosok Suarez. Jika bukan karena dukungan Telmex yang mendukung hampir sebagian besar pembalap asal Meksiko, mungkin Suarez saat ini hanya jadi pembalap semi profesional biasa-biasa saja di tanah kelahirannya. Hobi balap sendiri bagi Suarez terbilang tidak sengaja karena ayahnya memiliki sebuah bisnis perbaikan dan restorasi mobil. Suarez pun kecipratan keahlian ayahnya tersebut dan kemudian memfokuskan diri mengotak-atik mobil Volkswagen Beetle tua yang kemudian ia pakai kebut-kebutan dari Meksiko menuju perbatasan AS. Selain itu Suarez juga memiliki hobi mengoleksi mobil Hot Wheels. Tercatat ia memiliki 100 buah diecast mini Hot Wheels yang ia simpan di sebuah kotak khusus di rumahnya di Meksiko. Bisa dibilang Suarez tidak jauh-jauh dengan yang namanya otomotif sejak kecil.

Karier balap Suarez dimulai di usia 11 tahun, saat ia diajak temannya untuk menonton balapan gokart. Di ajang gokart Suarez berteman baik dengan beberapa pembalap Meksiko lainnya, salahsatunya Esteban Gutierrez yang berkiprah di F1. Saat Telmex menawarkan sponsorship untuk Suarez, mereka sempat meminta Suarez hijrah ke Inggris untuk menjajal balapan Formula Renault. Tetapi manajer Suarez memiliki pemikiran lain, ia menyarankan Suarez dan Telmex untuk mengambil pilihan berisiko yaitu membalap di ajang NASCAR. Suarez juga pada awalnya merasa takut membalap di ajang NASCAR karena ia sama sekali kurang begitu mengenal ajang balapan AS tersebut meski pada akhirnya Suarez memutuskan berani mengambil risiko masuk ke NASCAR dan melepaskan impiannya membalap di ajang F1 seperti yang sudah Gutierrez capai.

Pertama kali ia masuk ke NASCAR di AS, kendala bahasa menjadi hal utama. Suarez tidak bisa berbahasa Inggris. Niat awalnya saat ia pertama masuk ke NASCAR adalah secepatnya menguasai bahasa Inggris. Segala cara ia lakukan saat ‘kost’ di AS untuk melancarkan skill berbahasanya, termasuk dengan menonton film dan menurut Suarez yang paling banyak membantu dalam belajar bahasa Inggris secara otodidak adalah dengan menonton film kartun. Untuk prakteknya ia mencoba berkomunikasi langsung dengan para kru tim dan hasilnya saat ini Suarez sudah mulai lancar berbahasa Inggris meskipun ia masih sering mengakui gugup dan takut ditertawakan jika salah berbicara atau bahkan menulis.

Semenjak memutuskan pindah dari open wheel ke mobil stok, Suarez menikmati beberapa kesuksesan awal di balap NASCAR. Potensi bakatnya membawanya masuk ke deretan kelas NASCAR Next, sebuah sebutan untuk para pembalap muda dan baru yang menjajal ajang NASCAR. Ia juga meraih 10 kemenangan di NASCAR Seri Meksiko dan tiga kemenangan di NASCAR Seri K&N Pro yang kemudian membawanya masuk ke program NASCAR Drive for Diversity, sebuah program NASCAR untuk mencari pembalap wanita, pembalap kulit hitam dan pembalap-pembalap lainnya diluar AS.

Suarez mengakui, karier cemerlangnya di NASCAR kemungkinan tidak akan bisa terjadi jika tidak dibantu Telmex, khususnya setelah musim 2012 saat ia membalap penuh di Amerika. Melalui sebuah tes intensif tiga hari di Langley Speedway di Hampton, Virgina, Suarez berhasil meraih satu kursi tim Rev Racing di Seri K&N untuk musim 2013. Sebelumnya masa depan Suarez di NASCAR sempat terombang-ambing dan Suarez nyaris menjajal ajang Late Models andai ia gagal bertahan di Seri K&N.

Di musim 2013 Suarez berhasil finis ketiga di klasemen Seri K&N Pro Timur. Ia lantas memulai musim 2014 dengan kemenangan di Florida, New Smyrna dan Daytona tapi ia juga mengalami beberapa kejadian gagal finis, diantaranya lima kecelakaan. Hal ini membuat Suarez mendapatkan pelajaran berharga soal cara meningkatkan skill kecepatan tanpa mencelakakan dirinya sendiri dan orang lain.

Penampilan Suarez yang lumayan di musim 2014 membawa ketertarikan bagi tim Joe Gibbs Racing. Tim JGR lantas menariknya untuk membalap di Seri Xfinity dengan turun di Richmond. JGR menyebut Suarez memiliki kapasitas bagus sebagai kandidat pembalap NASCAR masa depan. Hal ini lantas menjadi awal karier Suarez secara penuh di AS. Dibantu sponsorship Telmex yang setia menemaninya, Suarez lantas berhasil meraih kursi fulltime di NASCAR Seri Xfinity musim 2015 untuk tim JGR. Ia lantas finis kelima di klasemen akhir dengan hasil lomba terbaik yaitu finis kedua di Bristol pada bulan April.

Di musim 2016 Suarez meraih kemenangan pertamanya di Seri Xfinity di lomba Menards 250 di Michigan. Dengan adanya sistem baru yaitu Chase seperti di Seri Piala, kemenangan lomba menjadi penting dan Suarez berhasil mengamankan tiket menuju Chase. Ia lantas meraih kemenangan di playoff Chase Ronde 12 Besar di Dover dan tampil konsisten di tiga lomba Ronde 8 Besar di Kansas, Texas dan Phoenix yang kemudian membawa Suarez lolos ke Championship 4 di Miami. Dan di lomba penutup musim 2016 ini, Suarez akhirnya meraih kemenangan ganda yaitu kemenangan lomba sekaligus kemenangan sebagai juara Seri Xfinity musim 2016.

Pos ini dipublikasikan di Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.