Mengenang Mugen Honda Di Arena F1

Jordan Mugen Honda 198

Jordan Mugen Honda 198

Yang pertama perlu diluruskan jika Anda mendengar kata Mugen-Honda adalah bahwa baik Mugen maupun Honda sebenarnya tidak berada dalam satu manajemen yang sama atau dengan kata lain Mugen dan Honda masing-masing adalah perusahaan yang berdiri sendiri namun meskipun begitu keduanya amat dekat. Contohnya saat di F1 ketika Honda sudah keluar dari F1 di akhir 1992, mereka memberikan bantuan di divisi riset untuk mesin Mugen-Honda yang menjadikannya semacam simbiosis mutualisme menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Mugen sendiri didirikan oleh Hirotoshi Honda, anak dari Sochiro Honda, bersama Masao Kimura pada tahun 1973 yang mana Hirotoshi juga memiliki saham di Honda. Awal mula dibentuknya Mugen adalah untuk mendesain dan mengembangkan mesin untuk mobil balap selain mengembangkan aksesoris mesin non standar untuk mobil jalan raya Honda. Hirotoshi sendiri punya obsesi untuk kecepatan dan ia membangun mobil balapnya sendiri pada 1965. Sementara Kimura adalah karyawan senior di divisi riset Honda. Menjadikan keduanya sebagai kombinasi bagus saat mendirikan Mugen Motorsports.

Bekerja walaupun dalam kondisi kedua perusahaan yang terpisah, Mugen perlahan tapi pasti banyak ikut terlibat dalam dunia balapan bersama Honda. Ketika ajang Formula 3000 diperkenalkan di Jepang pada 1986, Honda dan Mugen bekerjasama dalam pembuatan mesin mobil F3000. Tahun depannya Mugen membangun mesin F3000-nya tanpa bantuan Honda dan mesin ini kemudian dipakai oleh 14 tim. Di musim 1988 Mugen menguasai klasemen pembalap F3000 dengan empat pembalap teratas klasemen yang mobil balapnya memakai mesin racikan Mugen. Peruntungan Mugen semakin cemerlang saat mereka masuk ke F3000 Eropa pada 1989 dan mengantar Jean Alesi dari tim Jordan menjadi juara di akhir musim. Pada saat itu juga Mugen mulai bereksperimen membuat mesin V8 untuk ajang F1 yang diberi nama kode MF350.

Pada 1991 Mugen menyiapkan mesin Honda untuk tim Tyrrell. Sebagaimana strategi bisnis Honda di F1 saat itu, mereka memasok mesin yang berusia setahun lebih tua untuk tim-tim diluar McLaren. Mugen melakukan riset dan pengembangan agar mesin tua tersebut bisa tetap kompetitif. Tahun 1992 Mugen turun penuh di arena F1 dengan menjadi pemasok mesin untuk tim Footwork dengan memakai basis mesin Honda yang sama dengan yang dipakai Tyrrell di musim sebelumnya. Kerjasama bersama Footwork bertahan selama dua musim.

Seiiring mundurnya Honda dari arena F1 di akhir 1992, Mugen secara tidak langsung menjadi penerus lini waktu Honda saat itu. Pada 1994 Mugen memasok mesin untuk tim Lotus yang saat itu tengah mengalami kesulitan dan kemudian tutup di akhir musim. Setelah itu Mugen berpindah memasok mesin untuk tim Ligier yang saat itu dimanajeri oleh Flavio Briatore dan Tom Walkinshaw. Kerjasama Mugen dan Ligier membuahkan hasil di GP Belgia saat Martin Brundle meraih podium ketiga. Puncak sukses Mugen diraih di musim 1996 saat mengantar Olivier Panis memenangi GP Monako dengan kondisi lomba yang lain dari biasanya karena hanya tiga mobil yang bisa masuk finis.

Tahun 1997 Ligier dibeli oleh Alain Prost dan saat itu juga Prost membuat keputusan soal kerjasama baru dengan Peugeot mulai 1998. Mugen kemudian berpindah ke tim Jordan dengan kontrak dua tahun. Kerjasama Jordan dan Mugen harus menunggu sampai GP Belgia saat Damon Hill dan Ralf Schumacher finis 1-2. Musim 1999 menjadi musim tersukses Mugen sebagai pemasok mesin dengan dua kemenangan yang diraih Heinz-Harald Frentzen. Namun di sisi lain, Honda saat itu juga sedang mempertimbangkan untuk turun lagi di arena F1 dengan mengadakan riset mesin sekaligus sasis.

Pada tahun 2000 dua nama Honda berlaga di arena F1 dengan Mugen-Honda yang masih tetap menjadi pemasok mesin untuk Jordan dan Honda yang menjadi pemasok mesin untuk British American Racing (BAR). Seiring dengan kontrak mesin Honda 2001 yang sukses diraih tim Jordan di pertengahan 2000, Mugen akhirnya memutuskan hengkang dari F1, meninggalkan Honda sebagai satu-satunya pemasok mesin F1 saat itu.

Setelah keluar dari F1, Mugen sampai saat ini menjadi pemasok mesin di ajang All Japan Formula Three Championship alias F3 Jepang

Pos ini dipublikasikan di Formula 1 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.