Perjudian Besar Ganassi Dan Honda

Scott Dixon, Ganassi Honda

Scott Dixon, Ganassi Honda

Ketika pertama kali mendengar kabar tim Ganassi memutuskan pindah ke mesin Honda di musim 2017 dari sebelumnya mesin Chevrolet, para fans IndyCar terbelah ke dua pendapat. Yang pertama kepindahan Ganassi ke Honda karena mereka mengejar sesuatu yang akan berubah di IndyCar pada 2018 nanti dan yang kedua perpindahan Ganassi ke Honda ibarat judi karena penampilan Honda selama dua musim terakhir kita tahu biasa-biasa saja (jika tidak mau di bilang buruk).

Secara statistik keseluruhan, di lima musim terakhir IndyCar pelanggan mesin Chevrolet termasuk tim Ganassi sendiri sebelum kembali ke pangkuan Honda amat mendominasi IndyCar. Contoh paling kecil di musim 2016 yang baru berakhir, Honda hanya bisa menang dua lomba saja dan selebihnya dikuasai Chevrolet. Hasil memalukan untuk pabrikan Jepang namun sedikit terobati dengan kemenangan kejutan Alex Rossi bersama tim Andretti Herta Honda di Indianapolis 500.

Untuk musim 2017 nanti aerokit, yang selama ini jadi keunggulan nyata para pelanggan Chevrolet, pengembangannya akan dibekukan. Ini berarti secara prediksi untuk musim 2017 Chevy masih akan memegang kendali di IndyCar. Disinilah tantangan besar untuk tim Ganassi apakah mereka mampu menantang Chevrolet dengan mesin dan aerokit Honda yang mereka miliki? Kita akan melihatnya nanti…

Kepindahan Ganassi dari Chevrolet ke Honda menjadi awal pekerjaan rumah besar bagi kubu Ganassi. Ibaratnya tim Ganassi akan memulai lagi semuanya dari nol. Dengan pembatasan testing yang ketat di IndyCar, tim Ganassi berpacu dengan waktu untuk bisa mengsinergikan sasis Dallara, mesin Honda berikut aerokitnya. Peluang untuk bisa tampil sukses instan sepertinya kecil.

Kontras dengan tim pelanggan Honda lainnya seperti Andretti Autosport, RLL Racing atau Schmidt Peterson Motorsport, tim Ganassi akan memulai perjuangan dari bawah. Honda tentunya akan membagikan data yang mereka kumpulkan dari tim-tim mereka lainnya ke tim Ganassi. Sekalipun Ganassi punya keunggulan SDM, amat sulit bagi mereka dan Honda untuk bisa sejajar dengan tim pelanggan Honda lain meskipun di musim 2016 Ganassi cukup kompetitif (dengan catatan saat itu mereka masih pakai mesin Chevrolet).

Di sisi lain kita juga mengenal sosok Chip Ganassi sebagai sosok pembalap sekaligus pemilik tim yang cerdik. Awal mula hubungan mereka dengan Honda dimulai pada dekade 1990-an saat Honda masuk ke ranah IndyCar/ChampCar. Dalam waktu singkat koalisi Ganassi dan Honda mendominasi arena dengan para pembalap sekelas Jimmy Vasser, Alex Zanardi dan Juan Pablo Montoya. Ketika mereka pindah dari ChampCar (CART) ke IndyCar (IRL) pada awal dekade 2000-an mereka juga bisa tampil cepat dan kompetitif dengan salah satu bukti gelar di musim 2003 bersama Scott Dixon. Terakhir saat IndyCar menerapkan aerokit di pertengahan dekade 2010-an mereka mendadak berpindah ke Chevrolet dan sekali lagi hasilnya manis saat meraih gelar -lagi-lagi bersama Scott Dixon- di musim 2015. Jadi memang sepertinya ada sesuatu yang diintip Chip Ganassi kedepannya dan ini yang tidak diketahui oleh para pelanggan Chevrolet saat ini.

Aerokit di IndyCar menjadi masalah tersendiri untuk para pelanggan Honda. Sebelum bermasalah dengan aerokit Honda sempat alami masalah mesin dengan konfigurasi single turbo mereka yang kedodoran menghadapi twin-turbo andalah Chevrolet. Setelah Honda memutuskan meniru teknologi Chevy perlahan-lahan Honda bisa kejar ketinggalan meskipun tidak terlalu besar.

Untuk musim 2018, IndyCar akan menggunakan aerokit standar (bukan diproduksi Chevrolet atau Honda). Sebelumnya ketika perang aerokit terjadi, Honda yang memfokuskan diri di mesin tertinggal lagi oleh Chevrolet yang selangkah lebih maju di aerokit usai mesin mereka kompetitif. Mesin kembali akan jadi faktor utama di musim 2018 dan disinilah kans Ganassi terbuka lebar dengan syarat mesin Honda mampu menyamai performa mesin Chevrolet.

Saat IndyCar memakai spek yang sama persis untuk mesin dan sasis di musim 2007 sampai 2011, Ganassi yang memiliki salah satu tim teknik terbaik di IndyCar menunjukan giginya dengan cemerlang. Mereka bisa meraih empat gelar dengan peralatan balap yang sama persis dengan semua rivalnya. Kemungkinan ini juga yang akan diincar Ganassi dengan Honda di musim 2018 saat semua peserta memakai sasis dan aerokit yang sama persis. Tim teknis Ganassi dituntut untuk bisa menyamai kehandalan mereka di dekade sebelumnya demi bisa kembali ke puncak kejuaraan.

Hal lain yang membuat Ganassi dan Honda terlihat menarik adalah faktor pandangan mereka berdua terhadap balapan. Chip Ganassi adalah pebisnis olahraga otomotif murni. Sementara Honda merupakan salah satu pabrikan mesin yang amat setia bertahan di ajang ini selama lebih dari dua dekade dan terus menyatakan komitmen bertahan sekalipun hasil beberapa musim belakangan kurang bagus.

Sementara itu Chevrolet sendiri masih ogah berkomentar jauh jika ditanya komitmen mereka untuk IndyCar atau dengan kata lain Chevy antusias tapi tidak sampai mencintai ajang IndyCar. Mereka antusias karena saat ini mereka berada di sisi dominan. Ganassi dan Honda sudah melihat jauh untuk musim-musim kedepan, Chevy belum. Jika nantinya Chevrolet misalnya hengkang dari IndyCar -karena politik terkait regulasi termasuk didalamnya aerokit- sisi manapun (Ganassi?) yang memilih bekerja dengan pabrikan mesin yang setia dengan janji (Hondaa?) akan menjadi pemenang yang pada akhirnya akan kembali lagi ke inti bisnis yang sesungguhnya dari kedua perusahaan.

Sumber (dengan perubahan) dari: motorsportnotes.com

Pos ini dipublikasikan di Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.