Sekilas Tentang Regulasi F1 Musim 2017

F1 2016 vs. F1 2017

F1 2016 vs. F1 2017

Banyak yang berubah di F1 menjelang musim 2017 nanti. Salah satunya adalah perubahan regulasi teknis. Boleh di bilang untuk sisi teknis ini menjadi semacam revolusi besar dalam 20 musim terakhir. Sebelumnya pada 2014 silam F1 mengadakan perubahan besar-besaran di sisi mesin dengan mengganti mesin normal V8 ke mesin turbo V6 dengan alasan efisiensi dan ramah lingkungan.

Lalu untuk apa perubahan regulasi teknis pada 2017 nanti? Beberapa diantara alasannya adalah agar balap F1 bisa lebih menggigit lagi, diharapkan dengan regulasi teknis baru pada 2017 nanti mobil F1 bisa lebih agresif dengan catatan waktu yang diharapkan lebih cepat sampai 5 detik dari mobil saat ini.

Secara garis besar, perubahan regulasi teknis ajang F1 untuk musim 2017 demi mengejar catatan waktu lima detik lebih cepat adalah sebagai berikut:

  • Lebar sayap depan akan meningkat menjadi 1.800 mm (70,9 in).
    Sayap belakang akan diturunkan oleh 150 mm (5,9 in) dan posisinya lebih mundur ke belakang sepanjang 200 mm (7,9 in).
  • Tepian papan tongkang alias barge boards akan dibawa maju lebih ke depan untuk memungkinkan tim lebih banyak kebebasan dalam mengendalikan aliran udara.
  • Lebar ban depan dan belakang akan meningkat untuk memungkinkan mobil untuk menghasilkan lebih banyak grip mekanik.
  • Berat minimum mobil termasuk pengemudi akan meningkat, dengan tim diperbolehkan untuk menggunakan 105 kg bahan bakar untuk menjelaskan peningkatan berat minimum.
  • Lebar ban depan mobil F1 akan ditingkatkan menjadi 305 mm dari sebelumnya 245 mm. Untuk ban belakang lebarnya akan menjadi  405 mm dari sebelumnya 325 mm. Diameter ban juga akan ditingkatkan jadi 670 mm dari sebelumnya 660 mm. Diameter velg masih tetap 13 in.

Untuk regulasi teknis mesin, sistem token yang digunakan untuk mengatur pengembangan unit mesin yang dibagi-bagi menjadi beberapa area dan setiap area memiliki poin kuota tertentu akan dihapuskan. Ini berarti mulai 2017 pabrikan mesin bisa bebas semau gue mengembangkan mesin tanpa terikat sistem kuota token. Pembatasan sendiri baru akan ditempatkan pada dimensi, berat dan bahan yang digunakan untuk membangun setiap komponen individu dari keseluruhan sebuah unit mesin.

Tim akan dibatasi sampai maksimal empat unit mesin permusim perpembalap mulai 2017 terlepas dari berapapun jumlah lomba dalam semusim. Sebelumnya di musim 2016, tim punya kuota unit mesin tambahan jika lomba berjumlah lebih dari 20 seri. Penalti seperti biasa akan dikenakan bagi mereka yang memakai komponen unit mesin diluar kuota yang ditetapkan. Kabarnya untuk 2018 kuota mesin akan dikurangi lagi menjadi hanya tiga unit permusim berjalan

Terkait keluhan biaya pasokan mesin dari beberapa tim menengah, untuk biaya pasokan unit daya akan berkurang €1 juta di 2017 menjelang penurunan lebih lanjut sebesar kurang lebih €3 juta pada tahun 2018.

Pasokan mesin untuk tim independen atau tim customer akan dijamin mulai musim 2017. Sebagai wujud langkah tersebut, dalam prosedur homologasi mesin akan ada klausul “kewajiban untuk memasok” yang akan diaktifkan jika sebuah tim menghadapi ketiadaan pasokan seperti yang nyaris dialami Red Bull dan Toro Rosso di pertengahan 2015 menuju musim 2016.

Untuk hal teknis balapan, jika lomba dinyatakan basah dan harus dimulai di belakang safety car, grid akan mengikuti prosedur start normal setelah kondisi trek dinyatakan cukup baik untuk balapan. Para pembalap akan berbaris di kotak grid untuk melakukan standing start seperti start lomba normal setelah safety car masuk ke pit lane. Setiap lap yang dihabiskan saat periode safety car akan dihitung dan tetap dianggap sebagai jarak lomba yang sudah ditempuh.

Terkait sistem perlindungkan kokpit, penggunaan perangkat Halo yang tadinya akan dipakai per musim 2017 diundur menjadi musim 2018 sesuai keputusan dan diskusi dari para tim dengan FIA. Penundaan ini bertujuan untuk memberikan riset lebih lanjut soal perangkat tersebut. Penundaan ini juga memberikan kesempatan riset ulang lebih lanjut untuk perangkat Aeroscreen yang dikonsep oleh Red Bull pada musim 2016 tapi kemudian ditolak oleh FIA.

Dirangkum dari beberapa sumber: F1fanatic, Motorsport, ESPNF1

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.