Jeff Gordon: Legenda NASCAR Yang Mendunia

Jeff Gordon

Jeff Gordon

Heroes come and go… but legends are forever. Sebuah ungkapan yang tepat disematkan kepada Jeff Gordon, salah satu pembalap kharismatik dan punya pengaruh besar dalam perkembangan popularitas NASCAR di dekade 1990-an sampai awal 2000-an, sosok pembalap yang akhirnya memutuskan gantung helm di akhir musim 2015 ini usai bertarung di trek selama lebih dari 20 tahun. Sebuah alur waktu yang memberikannya 4 gelar juara Seri Piala.

Ia datang di saat yang tepat pada tahun 1992, tahun dimana Richard Petty pensiun dari arena balap NASCAR. Ia lantas meraih gelar pertamanya pada 1995, setahun setelah Dale Earnhardt Sr. meraih gelar ketujuh, gelar yang tanpa kita pernah ketahui menjadi gelar terakhir The Intimidator karena pada tahun 2001 ia tewas secara tragis di akhir lomba Daytona 500.

Melalui sosok Jeff, NASCAR menikmati perkembangan popularitas cukup signifikan di dekade 1990-an, mungkin kira-kira sama seperti apa yang dilakukan Michael Schumacher terhadap F1 di dekade yang sama. Sosok Jeff yang hampir sebagian besar kariernya dihabiskan di sisi yang baik (face) membuatnya menjadi salah satu pembalap Amerika yang paling dikenal di seluruh dunia.

Kami mengenal Jeff pada awal 2000-an, melalui video game NASCAR PS1. Saat itu juga nama Jeff juga sering muncul di media massa nasional, MetroTV (yang saat itu masih waras belum bersentuhan dengan politik seperti saat ini) kerap memberitakan ajang NASCAR. Kemudian ada Liputan 6 Online yang sering memberitakan sisi selebritis Jeff (tidak selebay Lewis Hamilton tentunya) dan beberapa tahun sesudahnya ada Indosiar yang menyiarkan balap NASCAR (sayangnya saat itu Jeff menurun penampilannya).

Ketika Anda menilai bahwa pembalap NASCAR hanya ahli di trek oval, Jeff memberikan jawaban lain untuk Anda: 9 kemenangan di trek non-oval, 5 kali di Sonoma Raceway dan 4 kali di Watkins Glen. Memberikan bukti bahwa ia bukanlah pembalap yang hanya bisa berputar-putar di trek oval.

Sebagian fans IndyCar dan F1 dulu banyak berharap Jeff masuk ke ajang mereka. Memang sempat dan nyaris tercapai bagi Jeff untuk menjajal IndyCar (atau CART) dan kemudian F1. Tapi keputusan Jeff bertahan di NASCAR juga tepat karena belum tentu juga ia bisa sukses di dua ajang tersebut apalagi jika tim yang berminat kepadanya hanya tim kelas standar, salah satunya tim F1 BAR yang sempat berminat membawa Jeff ke F1.

Jeff suka F1? Ya ia suka F1, dalam beberapa kesempatan ia sempat hadir di lomba F1 dan bahkan pernah bertukar mobil dengan Juan Pablo Montoya yang pada 2003 dan 2004 menjadi pembalap Williams F1. Jeff menyimpan ambisi F1-nya untuk putranya, Leo Benjamin Gordon, yang ia harapkan bisa menjadi pembalap F1 kelak saat sudah dewasa nanti.

Dari sisi selebritis, kisah keluarga Jeff Gordon termasuk menarik untuk diikuti. Jeff sebelumnya pernah menikah dengan Brooke Sealey pada 1994, namun pasangan ini bercerai karena skandal selebritis seperti yang kita sering lihat di infotainment dalam negeri. Jeff lantas menikah lagi dengan model Belgia Ingrid Vandebosch pada 2006. Belajar dari pengalaman pernikahan pertamanya, Jeff sukses membangun rumah tangga dalam pernikahan keduanya dengan Ingrid dan pasangan ini menjadi salah satu pasangan terbaik di ajang NASCAR.

Mengenai mobil #24, sebelumnya Jeff tidak dipersiapkan untuk memakai nomor tersebut. Tadinya tim Hendrick mempersiapkan Jeff untuk memakai mobil #46 yang terinspirasi dari film Days of Thunder. Namun justru karena film itu jugalah akhirnya tim berubah pikiran dan memberikan nomor #24 untuk Jeff. Nomor #46 kemudian menjadi legenda di ajang MotoGP melalui sosok Valentio Rossi.

Berbicara tim Hendrick kita bisa belajar makna loyalitas tinggi dari sosok Jeff Gordon. Dari 1992 sampai pensiun di akhir 2015 Jeff bertahan di tim Hendrick. Memang banyak yang bilang Jeff seperti terjebak di zona nyaman. Namun apalah artinya tantangan di luar jika kondisi yang Anda hadapi masih abu-abu plus rumput tetangga yang lebih hijau kadang tidak seindah yang kita lihat.

Selama berkarier di NASCAR, Jeff sukses mengantongi 93 kemenangan dan 4 gelar juara (1995, 1997, 1998 dan 2001) dan masuk kedalam deretan pembalap tersukses di ajang NASCAR. Sosok kharismatiknya yang membuat banyak orang terkesan, sekaligus membuatnya dihormati oleh rekan-rekan dari ajang lain seperti F1, IndyCar, MotoGP maupun WEC. Kita mungkin akan sulit mencari sosok seperti dirinya lagi untuk saat ini dan memang sosok legenda terkadang tidak bisa tergantikan. Legenda-legenda baru kedepannya mungkin akan muncul tapi tidak akan pernah bisa sama seperti sosok Jeff Gordon.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, MotoGP, Motorsport, Umum dan tag , , , , , , . Tandai permalink.