Mengenang Perang CART vs. IndyCar Yang Jadi Keuntungan Untuk NASCAR

IndyCar saat ini

Ada sebab pasti ada akibat. Perang saudara selalu memberikan kita bukti bahwa jika sesama saudara berperang maka yang satu akan bertahan dan yang satu akan rusak parah, begitu juga dengan yang terjadi di lomba balap mobil Amerika di akhir 1990-an sampai akhir 2000-an.

CART (kependekan dari Championship Auto Racing Team) dan IRL (kependekan dari Indy Racing League) berperang selama lebih dari satu dekade untuk membuktikan siapa yang paling superior dalam balap mobil Amerika. Perang ini baru berakhir pada 2008 saat ChampCar (nama lain CART) bangkrut dan melebur ke IndyCar (nama lain IRL). Perlahan tapi pasti, kejuaraan balap mobil roda terbuka Amerika kembali ke asalnya seperti di era 1980-an dan awal 1990-an.

Pada awalnya CART menjadi seri dengan beberapa keunggulan, diantaranya uang yang mengalir dari sponsorship FedEx dan beberapa pembalap ternama seperti dari Keluarga Andretti, Jimmy Vasser, Alex Zanardi dan Greg Moore.

Ketika IRL muncul dan mengklaim lomba Indianapolis 500 sebagai eksklusif IRL, CART lantas membuat lomba tandingan yaitu US 500 yang digelar di Michigan yang waktunya bersamaan dengan Indy 500. Sayang euforia CART ini gagal karena fans dan pembalap lebih mencintai lomba Indy 500 yang lebih bersejarah ketimbang lomba baru asal jadi.

Tradisi dan sejarah Indy 500 setidaknya mampu menyelamatkan muka Tony George dari anggapan pemikiran tolol bahwa ia keliru membuat IRL setelah sebelumnya ia mengizinkan NASCAR berlomba di Indianapolis Motor Speedway sejak 1994 dan menjalin hubungan dengan Bernie Ecclestone untuk menggelar lomba F1 mulai tahun 2000.

IRL lantas mendapat momentum saat tim papan atas CART sekelas Chip Ganassi dan Roger Penske membelot pindah ke IRL sekaligus membuat CART perlahan-lahan mundur popularitasnya dan semakin hilang sisi Amerika-nya dengan lomba-lomba yang makin jauh dari trek oval dan bahkan semakin melenceng dengan menggelar lomba-lomba di Eropa yang bukanlah pasar dari CART.

Trek oval? Iya, balapan Amerika identik dengan trek oval dan inilah yang membedakan tradisi balap mobil sekelas IRL dan NASCAR dengan F1 di Eropa. IRL mengambil langkah tepat dibandingkan CART dengan bertahan di trek oval untuk lomba-lomba yang digelar mereka.

Perbedaan IndyCar dan ChampCar selanjutnya adalah soal adaptasi yang fans ChampCar dapatkan yaitu berlomba di trek oval dan trek jalan raya.

Booming NASCAR
Jika saja perang CART dan IRL tidak ada, kemungkinan besar pembalap sekelas Tony Stewart akan memilih bertahan di IndyCar untuk mengejar kemenangan Indianapolis 500. Ia termasuk pembalap mobil roda terbuka yang sukses di USAC.

Stewart merupakan juara IRL sebelum ia memutuskan pindah dari ajang ini ke NASCAR. Kepindahannya kemudian membuka jalan bagi pembalap-pembalap mobil roda terbuka seperti J.J. Yeley, Kasey Kahne, Juan Pablo Montoya, Sam Hornish Jr., AJ Allmendinger dan Danica Patrick untuk pindah ke ajang balap mobil stok.

Jangan lupakan juga sosok Jeff Gordon yang pada awalnya juga pembalap mobil roda terbuka. Usai melihat situasi perang saudara antara CART vs. IRL, ia urungkan niat pindah ke CART dan fokus di balap mobil stok.

Beberapa pembalap USAC lainnya seperti Kahne dan Ryan Newman masih berpeluang mengejar karier balap mobil roda terbuka pada waktu itu. Sebagian lain seperti Hornish dan Patrick terlanjur sudah dicap sebagai pembalap mobil roda terbuka.

Tetapi uang berada di sisi NASCAR. Perusahaan-perusahaan besar lebih tertarik pada NASCAR yang sukses dengan rating siaran TV yang bagus dan pembalap yang betul-betul di ekspose seperti bintang. Memang uang bukanlah segalanya, tapi peperangan yang terjadi antara CART dan IRL malah membuat balapan mobil roda terbuka di AS jatuh pada titik terendah walaupun F1 kembali lagi ke AS pada awal 2000-an. Satu-satunya cara untuk memulihkan hal itu adalah dengan menyatukan kembali CART dan IRL.

Sebuah contoh menarik adalah ketika Bryan Clauson yang merupakan pembalap generasi old school AS. Ia cukup bagus saat berkarier di USAC seperti Tony Stewart. Ia melakukan 28 start lomba di NASCAR Seri Nationwide pad 2007-2008. Clauson lantas seperti terjebak di jajaran USAC ketika Stewart merekrut ia sebagai pembalap untuk seri Silver Crown.

Clauson lantas membalap di setiap lomba oval Indy Lights. Pengalaman mobil stok dan pengalaman USAC akan membantunya di IndyCar karena ia memiliki pengalaman dengan mobil yang handlingnya sulit dikemudikan dan cenderung sliding saat menikung seperti yang sering kita lihat di lomba IndyCar

Selanjutnya ada sosok Dario Franchitti. Karier roda terbukanya baik di IRL, namun ketika ia pindah ke NASCAR ia seperti pembalap amatir yang gagal total yang akhirnya membuatnya kembali pulang ke IndyCar. Sejak itu Franchitti sukses menjuarai IndyCar tiga kali dan memenangi Indy 500 untuk kedua kalinya.

Kembali ke era keemasan
Sasis IndyCar saat ini (yang dikembangkan Dan Wheldon sebelum ia meninggal akibat kecelakaan di Las Vegas 2011) mengembalikan beberapa elemen yang ada di ChampCar dan mobil-mobil di awal 1990-an. Mesin turbo yang dipakai IndyCar saat ini juga jadi sebuah kemajuan untuk balap mobil Amerika.

Selanjutnya perlahan tapi pasti, IndyCar mulai berusaha mengembalikan jati diri mereka yang hilang. Aerokit dan push-to-pass juga melengkapi kebangkitan IndyCar. Lomba menjadi menarik dan bahkan lebih enak ditonton daripada lomba NASCAR atau bahkan F1.

Diterjemahkan dengan beberapa perubahan supaya sesuai dengan waktu saat ini dari situs Bleacher Report. Pranala lengkapnya bisa diklik disini

Pos ini dipublikasikan di Motorsport dan tag , , , , . Tandai permalink.