Membedah Plus-Minus Setiap Provider TV Berlangganan Indonesia

Antena parabola mini

Sekarang zamannya TV satelit, begitu bunyi iklan salah satu provider televisi berbayar beberapa tahun lalu, dan memang benar adanya untuk saat ini dengan semakin berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya stasiun televisi, siaran satelit menjadi sebuah keharusan, terutama setelah frekuensi untuk siaran terrestrial (free to air, gratisan, UHF) habis atau semakin terbatas.

Siaran satelit bisa dibagi dalam dua kategori, siaran gratis dan siaran berbayar. Siaran gratis bisa Anda dapatkan dengan memakai antena atau piringan parabola yang besar (ukuran 1,8 m atau sekitar 6 feet). Siaran gratis bisa Anda dapatkan sebanyak mungkin sesuai dengan daya jangkau perangkat parabola yang Anda miliki. Sementara siaran berbayar biasanya lebih ke arah siaran yang premium, berkelas, minim iklan dan ini hanya bisa didapatkan jika Anda bersedia membayar iuran langganan atau membeli voucher prabayar secara berkala (biasanya setiap bulan).

Pada tulisan kali ini, kami akan mengulas provider-provider televisi berbayar yang ada di Indonesia sebagai panduan singkat untuk Anda untuk berlangganan apalagi saat ini siaran sepakbola lebih banyak diambil oleh stasiun televisi berbayar yang mampu membeli hak siarnya.

INDOVISION
Provider televisi berlangganan tertua di Indonesia yang berdiri sejak dekade 1990-an dan sudah menjadi merek generik bagi orang yang berlangganan TV. Dimiliki oleh MNC, mereka memancarkan siarannya dari satelit SES-7 dengan frekuensi S-Band yang tahan cuaca, cocok untuk kita di daerah beriklim tropis. Harga paket yang ditawarkan dimulai dari Rp. 169.000,- dan bisa ditambah dengan paket-paket kecil ala carte sesuai selera Anda. Juga terdapat saluran eksklusif seperti BBC Knowledge atau YoYo TV atau hak siar eksklusif seperti WWE RAW dan WWE Smackdown. Indovision juga memiliki saudara yaitu TopTV (menyasar konsumen menengah bawah) dan OkeVision (menyasar konsumen papan tengah).

Hanya saja kekurangannya adalah, provider ini terlalu banyak saluran inhousenya yang kebanyakan merupakan siaran ulang dari tiga stasiun terestrialnya (RCTI, MNCTV dan GlobalTV). Selain itu (sampai tulisan ini ditulis pada Juli 2015), provider ini belum memiliki kerjasama dengan beIN Sports yang memegang banyak hak siar sepakbola di Indonesia. Kekurangan lainnya adalah saluran HD yang baru lima buah.

TRANSVISION
Dulu dikenal dengan nama TelkomVision sebelum dilepas ke pengusaha Chairul Tanjung dan diubah namanya jadi TransVision. Memancarkan siarannya lewat Telkom-1 (frekuensi C-band, tahan hujan) dan kabarnya nanti akan pindah ke jalur Ku-band di satelit milik Measat milik Malaysia sambil menunggu Telkom meluncurkan satelit baru. Untuk komposisi salurannya lumayan walaupun tidak sebanyak Indovision atau BiGTV. Harga paket langganan dimulai dari Rp. 169.000,- atau sama seperti Indovision. Tersedia juga paket ala carte yang bisa ditambah sesuai selera. Provider ini juga cocok untuk fans sepakbola karena ada saluran beIN Sports menemani keluarga Fox Sports dan saluran inhouse Arena. Selain itu provider ini juga menyediakan saluran RCTI, MNCTV dan GlobalTV yang membuatnya lebih unggul dari semua pesaingnya (karena dulu provider ini dimiliki pemerintah maka mau tidak mau MNC harus memberikan jatah salurannya).

Kekurangannya, gambar masih kurang jernih apabila dibandingkan pesaingnya. Mungkin bisa dimaklumi karena faktor usia satelit yang sudah tua. Selain itu semenjak berganti nama jadi TransVision, paket prabayar dihapus padahal saat masih bernama TelkomVision sistem prabayar ini jadi andalan utama dalam merebut hati penonton.

BiGTV
Pemain baru, milik Lippo Group, memancarkan siaran lewat frekuensi Ku-band satelit JCSAT dengan jumlah saluran yang paling banyak diantara provider-provider lain baik itu untuk format SD maupun HD. Tersedia dalam sistem prabayar (voucher dimulai dari Rp. 20.000,-) dan pasca bayar (paket mulai Rp. 89.000,-). Beberapa saluran ada yang mengambil atau merelay dari saudara kandungnya First Media. Untuk pecinta olahraga, cukup dengan Rp. 50.000,- saja kita sudah bisa menikmati Fox Sports 1-2-3 dan Eurosport meskipun tidak ada beIN Sports (dulu pernah ada tapi karena berselisih soal kontrak maka hubungan mereka terputus).

Kelemahannya amat jelas terlihat: frekuensi Ku-band amat rentan terhadap cuaca. Hujan kecil saja langsung akan membuat gambar hilang. Selain itu sering terdapat ketidak sinkronan terutama soal email siaran di receiver terkait pesan siaran untuk pelanggan First Media malah nyasar masuk ke pelanggan BiGTV.

ORANGE TV
Provider TV berbayar milik Sinar Mas, memancarkan siarannya dari satelit Palapa D (frekuensi Ku-band dan C-band) dan hanya tersedia dalam sistem prabayar. Saat tulisan ini dibuat pada Juli 2015 kabarnya sedang dipertimbangkan sistem pascabayar terutama setelah OrangeTV sukses mengakusisi aset AoraTV. Harga voucher dimulai dari Rp. 49.000,- untuk paket New Star Junior (anak-anak). Dengan dua pilihan frekuensi, paling tidak pelanggan yang sudah punya parabola besar bisa memilih untuk membeli decoder C-band-nya saja. Untuk fans olahraga Anda akan puas karena saluran beIN Sports 1-2-3 ada namun untuk Fox Sports hanya ada FS1 dan FS2 saja. Saluran eksklusif dari provider ini adalah Cinema World yang menyajikan film-film top non-Hollywood.

Kelemahannya sama dengan BiGTV untuk pengguna frekuensi Ku-band yaitu siaran akan lenyap tiba-tiba apabila ada hujan atau cuaca buruk. Sementara untuk yang versi C-band, berbeda dengan TransVision yang memakai dish kecil, untuk OrangeTV Anda setidaknya harus memiliki/membeli antena parabola berukuran minimal 6 feet untuk bisa menikmati TV berlangganan ini. Dari segi harga voucher juga OrangeTV sedikit lebih mahal apabila dibandingkan pesaingnya macam BiGTV, TopasTV atau Skynindo

K-VISION
Pemain baru juga di bisnis televisi berbayar, provider ini dimiliki Kompas Gramedia, salah satu grup media terkemuka saingan MNC dan Lippo. Provider ini memancarkan siarannya dari dua satelit yaitu Measat 3a dan Palapa D. Sistem berlangganannya sama seperti OrangeTV yaitu prabayar. Disediakan dua versi frekuensi yaitu C-band untuk penonton yang memiliki parabola besar atau Ku-band untuk yang ingin memakai parabola kecil. Untuk penonton olahraga disediakan saluran beIN Sports 1-2, Fox Sports 1-2 dan saluran inhouse Bola Indonesia. Harga paket voucher yang paling murah adalah Paket Anak seharga Rp. 20.000,-

Untuk kelemahannya, sama dengan provider yang memakai frekuensi Ku-band yaitu rentan di cuaca. Sementara untuk yang C-band minimal Anda harus membeli dulu perangkat antenna yang berukuran minimal 6 feet .

TOPAS TV
Provider ini dimiliki Grup Mayapada dan memancarkan siarannya lewat satelit Palapa D dengan frekuensi C-band. Tersedia dalam dua tipe paket yaitu prabayar dan paskabayar. Keunikannya untuk yang paskabayar, pihak TopasTV akan meminjamkan kepada Anda antenna parabola berukuran 1,2 meter, sebuah hal yang belum dilakukan oleh perusahaan pesaing yang lebih fokus di jualan dekoder dan voucher. Untuk harga paket voucher lumayan bersaing mulai dari Rp. 20.000,- untuk paket hemat yang berisikan saluran inhouse dan TV-TV nasional. Namun untuk saluran olahraga, provider ini hanya menyediakan Fox Sports 1-2.

Untuk kekurangannya, selain soal jumlah saluran yang lebih sedikit disbanding pesaingnya, masalah antenna juga menjadi kendala utama karena seperti kita tahu frekuensi C-band akan lebih maksimal sinyalnya jika menggunakan parabola ukuran besar minimal 6 feet.

SKYNINDO
Namanya mungkin sedikit asing di telinga kita, apalagi jika kita mengecek toko penjual alat-alat TV satelit seolah-olah merek satu ini agak kurang luas dikenal di masyarakat karena kurangnya promosi. Provider ini dimiliki oleh PT Cipta Skynindo dan memancarkan siarannya lewat satelit Palapa D dengan frekuensi C-band dengan sistem prabayar. Sadar akan sulit bersaing di pasar televisi berlangganan, provider ini memilih mengutamakan kualitas dengan saluran-saluran high definition (HD) di awal berdirinya. Juga mereka memperbanyak saluran-saluran oriental (China dan Taiwan) untuk membedakan target pasarnya. Untuk harga vouchernya dimulai dari Rp. 10.000,- untuk paket mini yang , yah, hanya berisi saluran-saluran dari grup Haari TV.

Kekurangannya, tentu saja untuk peralatan C-band yang harus Anda miliki yaitu antenna parabola yang minimal berukuran 6 feet untuk bisa menikmati provider TV ini. Selain itu provider ini hanya menyediakan saluran olahraga basic dari Fox Sports jadi memang agak kurang cocok bagi Anda yang hobi menonton sepakbola.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Umum dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.