Mengenang Skandal Spingate di Richmond 2013

Federated Auto Parts 400

Spingate Clint Bowyer

Hampir setahun sudah lomba Federated Auto Parts 400 berlalu, tetapi cerita heboh yang terjadi setelah lomba berlangsung masih membekas di mata para fans NASCAR. Apa itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah skandal Spingate (ada juga yang menyebutkan Singapore Sling, merujuk pada skandal Crashgate di GP F1 Singapura 2008).

Untuk lebih jelasnya saya akan coba jelaskan lagi kronologi Spingate saat itu. Richmond menjadi lomba terakhir sebelum para pembalap memasuki sesi Chase for the Sprint Cup, dimana 12 pembalap (regulasi 2014 16 pembalap) teratas klasemen poinnya dipadatkan dan kemudian bertarung untuk memperebutkan gelar juara Seri Piala di sisa 10 lomba.

Saat lomba di Richmond berlangsung, Ryan Newman bertarung ketat dengan Martin Truex, Jr. untuk memperebutkan posisi terakhir Chase. Newman bisa lolos ke Chase dengan syarat menang atau meraih lima poin lebih banyak dari Truex dan Joey Logano atau Greg Biffle gagal finis di urutan 10 besar. Disisi lain ada Jeff Gordon yang membuntuti Logano dengan selisih 16 poin untuk posisi ke-10 yang merupakan posisi aman Chase dengan basis klasemen.

Pada lap 393 Gordon berada di depan Logano dengan selisih yang cukup besar yang bisa menjamin Gordon berada di depan Logano dengan selisih dua poin untuk memastikan posisi Chase. Sementara itu Newman memimpin lomba dan jika ia menang maka ia akan sejajar dengan Logano dan Truex yang sama-sama mengantungi satu kemenangan, tetapi Newman akan unggul berdasarkan selisih poin yang tentunya akan meloloskannya ke Chase mendampingi Gordon.

Secara tiba-tiba saat itu, rekan setim Truex yaitu Clint Bowyer tiba-tiba melintir di garis start-finis seolah-olah ia terlihat bermasalah usai menempel Dale Earnhardt, Jr.. Sebagai akibat dari melintirnya Bowyer, bendera kuning tanda caution berkibar dan safety car masuk trek. Mayoritas pembalap kemudian masuk pit saat caution terjadi termasuk Bowyer, rekan setimnya Brian Vickers, Newman dan masih banyak lagi. Pitstop yang lambat dari Newman membuat posisinya turun ke posisi tiga dibelakang Carl Edwards, Paul Menard dengan Kurt Busch yang menempel di posisi empat di samping Newman saat restart bendera hijau.

Disisi lain Truex memperoleh beberapa posisi, Logano yang tadinya berada dua lapdi belakang pemimpin (sementara Gordon berada di lap memimpin), dengan sigap menyalip lawan-lawannya dengan bekal aturan backmarker untuk naik ke satu lap di belakang pemimpin dan kemudian ia mengulanginya lagi sehingga ia bisa ada di lap memimpin dan kemudian sukses menyalip Gordon di akhir lomba. Edwards kemudian memenangkan lomba meskipun dengan kontroversi ia melewati Paul Menard di lokasi yang bukan seharusnya. Kurt Busch dan Newman kemudian finis di belakang Edwards. Edwards sendiri tidak dihukum terkait insiden restartnya dengan Menard yang terasa janggal karena Jimmie Johnson yang melakukan kontroversi serupa di Dover saat mencoba menyalip Juan Pablo Montoya beberapa bulan sebelumnya kena hukuman.

Newman dan Truex finis dengan poin yang sama di klasemen dengan jumlah kemenangan yang sama yaitu masing-masing satu. Tetapi Truex pernah finis kedua di Texas yang membuatnya unggul secara virtual dari Newman. Logano yang menyalip Gordon saat restart bendera hijau lolos dengan keunggulan 1 poin dari Gordon. Di paddock spekulasi mulai berkembang bahwa Bowyer sengaja melintir dengan tujuan memanipulasi hasil lomba. Dale Jr. yang berada di belakang Bowyer saat insiden terjadi menyatakan bahwa melintirnya Bowyer termasuk salah satu yang teraneh yang pernah ia lihat.

Selanjutnya dalam rekaman video terdengar komunikasi radio antara Bowyer dengan kepala krunya Brian Pattie di lap 391 atau dua lap sebelum Bowyer melintir yang menjelaskan bahwa mereka sangat khawatir dengan kemungkinan menangnya Newman yang tentunya akan membuat Truex terlempar dari Chase. Kemudian percakapan mencurigakan lainnya juga terdengar diantara Brian Vickers dan spotternya yang juga merupakan GM tim Michael Waltrip Racing (MWR), Ty Norris, yang menunjukan bahwa Norris meminta Vickers masuk pitstop setelah restart di lap 398 untuk memberikan jalan bagi Truex untuk menyamai poin Newman secara virtual.  Percakapan ini tampaknya memberikan bukti semacam manipulasi perlombaan alias team order yang dilakukan oleh tim MWR. Agar skema berjalan dengan sempurna, Gordon yang berada di posisi 10 harus dikalahkan oleh Logano yang tentunya akan membantu Truex meraih posisi wild card Chase.

Pada tanggal 9 September, NASCAR mendenda tim MWR sebesar US$ 300.000 yang konon jadi denda tertinggi yang dikenakan pada tim dalam sejarah NASCAR selama 67 tahun. Selain itu beberapa awak tim MWR diantaranya Norris dikenai hukuman penangguhan sampai 31 Desember. Bowyer dan Truex dihukum pemotongan poin sebesar 50 poin (Vickers bukan pembalap full time di Seri Piala jadi ia tidak mendapat hukuman serupa). Selain itu tim MWR juga mendapat hukuman pemotongan 50 poin pemilik tim untuk ketiga mobilnya. Dengan penerapan penalti ini maka otomatis Truex gagal masuk ke Chase dan Newman diuntungkan. Hukuman potongan 50 poin pada Truex membuatnya jatuh ke posisi 17 klasemen.

Di sisi lain NASCAR tidak bisa menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Bowyer sengaja melintir atau perintah Norris kepada Vickers untuk masuk pit. Hukuman pemotongan poin tidak mempengaruhi Bowyer yang tetap lolos ke Chase karena ia sudah memastikan lolos ke Chase dengan keunggulan poin di dua lomba sebelumnya. Sementara itu Gordon tetap gagal masuk Chase karena poin klasemennya berada di bawah Logano yang membuat kontroversi dengan menyalip Gordon setelah periode caution. Logano memilih bertahan di top 10 yang tentunya membantu Truex meraih posisi wild card jika Newman gagal menang. Andai saja caution gara-gara melintirnya Bowyer tidak ada maka Gordon-lah yang lolos ke Chase karena Logano tertinggal dua lap.

Tidak lama setelah hukuman yang dijatuhkan kepada tim MWR karena team order, muncul berita yang menyatakan bahwa Logano dibantu oleh tim Front Row Motorsports (FRM) melalui pembalapnya David Gilliland. Perlu diketahui juga bahwa Penske dan Front Row beraliansi tekni dengan mereka yang memakai mobil Ford dan mesin yang dibangun tim Roush Fenway Racing. Suara komunikasi radio menunjukan bahwa tim FRM meminta Gilliland untuk melambatkan mobilnya dan memberi jalan pada Logano agar Logano bisa masuk Chase. Logano sukses lewati Gilliland di restart terakhir usai insiden Bowyer.

Pada akhirnya usai melihat bukti-bukti yang ada, NASCAR memberikan keputusan hukuman percobaan bagi Penske dan FRM sampai 31 Desember dan meminta kedua tim menghadiri rapat khusus di lomba GEICO 4o0 di Joliet untuk membahas etika dan hubungannya dengan dua insiden team order di lomba Richmond. CEO NASCAR Brian France kemudian mengumumkan bahwa Gordon dimasukkan ke Chase 2013 dan menambah jumlah pembalap yang berlaga di Chase menjadi 13 pembalap. France menyatakan Gordon dirugikan besar dan seharusnya lolos ke Chase apabila tidak ada insiden dari tim MWR, Penske dan FRM.

Sebagai efek dari skandal Spingate ini, NAPA, sponsor utama Truex di mobil #56 akhirnya memutuskan keluar dan tidak lagi mensponsori mobil #56 terkait insiden memalukan di Richmond tersebut. Sebagai akibatnya, MWR terpaksa mengurangi jumlah mobil yang diturunkan di musim 2014 menjadi hanya 2 mobil saja. Truex lantas pindah ke tim Furniture Row Racing untuk musim 2014 menggantikan Kurt Busch.

Oleh: @PresidenBertho
Sumber:
Wikipedia, Situs resmi NASCAR, Fox Sports USA
(Pernah di muat sebelumnya di Kompasiana)

Pos ini dipublikasikan di Motorsport dan tag , , , . Tandai permalink.