Bisnis Hak Siar Liga Inggris di Indonesia

Fox Sports Asia - 28 Januari 2013Sejarah siaran langsung Liga Inggris dimulai pada tahun 1990 ketika RCTI mulai menayangkan pertandingan pada Sabtu malam. Liga Inggris pada masa itu masih bernama English Premiership, belum ada embel-embel sponsor di depannya seperti sekarang ini. RCTI terakhir siaran live liga Inggris pada musim 1992/1993 sebelum diambil alih SCTV dan ANTV. SCTV mendapatkan jatah siaran Sabtu malam sedangkan ANTV menyiarkan pertandingan minggu malam.

Sejak saat itu SCTV mulai melekat sebagai televisi liga inggris dan memegang hak siar selama 7 musim berturut-turut sebelum pada musim 2001/2002 di ambil alih TPI selama satu musim saja.

Setelah sekian lama pemirsa televisi dapat secara bebas menonton Liga Inggris, musim 2007/2008 kesempatan penikmat liga Inggris mulai terbatas ketika televisi berbayar asal Malaysia ASTRO secara eksklusif membeli hak siar selama 3 tahun. Praktis pertandingan big match yang menghadirkan tim-tim besar seperti MU, Liverpool, Arsenal dan Chelsea tidak bisa dinikmati secara gratis lagi.

Karena kecaman bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia khususnya penggemar bola, akhirnya Astro mau berbagi dengan dengan Lativi, namun sayangnya Lativi hanya mendapatkan jatah live pertandingan tim-tim kecil.

Monopoli berakhir ketika MNC Group memperoleh hak siar mulai musim 2010/2011. Selain disiarkan lewat TV kabel Indovision juga bisa disaksikan lewat TV tersestial Global TV dan MNCTV secara rutin.

Musim 2013/2014 siaran Liga Inggris sudah berpindah tangan bukan dipegang MNC Group lagi. Melonjaknya harga menjadi alasan MNC Group melepas tayangan populer ini. Diperkirakan harga untuk memenangkan hak siar Liga Inggris sudah mencapai range US$90-US$100 Juta per tiga musim. Angka ini naik sebesar 70% dari musim sebelumnya. MP & Silva sebagai pemegang distribusi penyiaran Liga Inggris untuk kawasan Asia Pasifik akhirnya memilih Nexmedia dan Orange TV sebagai pemegang hak siar untuk musim depan.

Agar tidak terkesan memonopoli, pihak Orange TV juga mambagi siaran ke First Media dan free air lewat SCTV dan Indosiar (EMTK Group) dengan 2 pertandingan per pekan. Nampaknya kejadian musim 2007-2010 akan berulang lagi, penikmat siaran gratis hanya kan mendapatkan siaran pertandingan tim-tim semenjana.

Bisnis Penyiaran Liga Primer Inggris
Dilihat dari sisi bisnis TV berbayar di Indonesia menurut data Cable & Satellite Broadcasting Association of Asia (CASBAA) dari 10 operator menunjukkan pangsa pasar terbesar diraih Indovision sebesar 40%, diikuti Telkomvision 24%, First Media 9%, dan Aora 6%.

Dengan adanya Liga Inggris Orange TV sendiri menargetkan tambahan pelanggan sekitar 500.000 pelanggan baru sampai akhir tahun 2013, per 2012 konsumen yang berlangganan Orange TV sekitar 115.000 sambungan. Liga Inggris bisa dikatakan masih menjadi magnet untuk menarik pelanggan. Pengalaman Astro TV dulu mampu menarik sekitar 180.000 sambungan baru ketika secara ekslusif menayangkan Liga Inggris, meski sekarang ASTRO sudah tidak eksis lagi karena perselisihan dengan mitranya di Indonesia.

Otoritas Liga Inggris selama ini menjual hak siar pertandingan Liga Primer dengan sistem paket selama 3 musim. Paket tersebut dibagi menjadi beberapa paket lagi berdasarkan jumlah atau jam tayang pertandingan seperti paket platinum, gold dan silver.

TV Paket Keterangan
Nexmedia dan Orange TV Platinum Full 380 Match, 10 partai per Pekan
First Media/BIG TV Gold 152 Match , 4 partai per Pekan
SCTV dan Indosiar Silver 76 Match , 2 partai per Pekan

Kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia, distribusi hak siar Liga Primer Inggris dipegang distributor kakap MV & Silva, sedangkan kawasan US dimenangkan oleh NBC dengan nilai US$ 250 Juta.

Secara global penerimaan hak siar televisi Liga Primer untuk musim 2013-2015 (tiga musim) sudah menembus angka 5 Miliar Euro atau setara dengan Rp 76,4 Triliun. Angka tersebut diperoleh pihak Liga Primer dengan perusahaan Sky & BT senilai £3,018 miliar, £178 juta dari BBC (highlights) dan penjualan ke berbagai penjuru dunia dengan nilai kurang lebih 2 miliar euro. Nilai pendapatan FA selaku pemegang otoritas Liga Primer Inggris selalu meningkat pesat setiap tahunnya.

Secara akumulatif nilai jual Liga Primer tidak ada yang menandingi soal pendapatan dari hak siar oleh liga manapun di dunia. Selama ini pendapatannya selalu konsisten nomor 4 sebagai penghasil business sport dibelakang tiga Liga Utama Amerika Utara yakni AMerican Football (NFL), bisbol (MLB) dan basket NBA.

Berbeda dengan liga dengan liga top Eropa lainnya, penjualan hak siar Liga Premier dilakukan secara kolektif. Hal ini berbeda dengan misalnya La Liga, di mana setiap klub menjual hak siar secara individual, sehingga pendapatan terbesar hanya mengarah pada klub top saja seperti Barcelona dan Real Madrid.

Terdapat dua pembagian hak siar Liga Primer yang didisribusikan ke klub. Pertama, pendapatan dari penjualan hak siar domestik dan dari luar negeri dengan formula yang disepakati, yaitu :

  1. Domestik dengan persentase 50:25:25 dengan penjelasan 50% dibagi rata ke semua klub, 25% diberikan atas dasar peringkat di akhir kompetisi dan 25% diberikan sebagai facility fee untuk jumlah tayangan yang melibatkan klub.
  2. Hak siar dari luar negeri dibagi rata kepada 20 klub Liga Primer

Dengan formula di atas pendapatan klub Liga Inggris dari hak siar musim 2011/2012 sbb:

No Klub Nilai
1 Manchester City £60,602,289
2 Manchester United £60,325,337
3 Tottenham Hotspur £57,380,883
4 Arsenal £56,223,505
5 Chelsea £54,436,429
6 Liverpool £54,360,635
7 Newcastle United £54,235,271
8 Everton £48,900,267
9 Fulham £47,390,143
10 West Brom £46,635,081
11 Swansea City £45,880,019
12 Norwich City £45,603,067
13 Sunderland £44,369,895
14 Stoke City £43,614,833
15 QPR £43,262,087
16 Wigan Athletic £42,859,771
17 Aston Villa £42,104,709
18 Bolton Wanderers £40,594,585
19 Blackburn Rovers £40,317,633
20 Wolves £39,084,461

Sumber artikel: SatuTali

Pos ini dipublikasikan di Berita, Sepakbola, Umum dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.