McLaren Kenang Saat-saat Manis Bersama Honda

McLaren-Honda

BERITA SATU – Prinsipal tim McLaren, Martin Whitmarsh, menyambut baik kembalinya Honda ke Formula 1 dan menyebutnya sebagai langkah yang sangat menyenangkan bagi timnya, setelah kedua belah pihak sepakat untuk kembali bersatu mulai 2015 nanti.

Tim yang berbasis di Inggris itu selama 18 tahun terakhir disokong oleh Mercedes dan menghasilkan empat gelar juara dunia, namun kebersamaan dengan Honda yang tidak terlalu panjang antara 1988 dan 1992 lebih membuahkan kenangan manis bagi tim dan melahirkan pembalap legendaris.

Kombinasi McLaren dan Honda memberi reputasi kesuksesan, terutama ketika mereka dibela dua pembalap Alain Prost dan Ayrton Senna yang melegenda hingga sekarang, dengan tak kurang dari delapan gelar juara dunia (pembalap dan konstruktor), 44 kemenangan seri , 53 pole position dan 30 putaran tercepat, semuanya dalam rentang hanya 80 grand prix.

“Ini berita yang fantastis bagi semua orang yang mencintai F1, karena bisa menyambut kepulangan Honda,” kata Whitmarsh.

“Bersama-sama, kami akan memulai babak baru dan pasti sangat menyenangkan dalam sejarah McLaren. Kami bangga dan tergerak untuk sekali lagi menggabungkan kekuatan menghadapi F1. Kami akan melewatkan 18 bulan ke depan dengan bekerja bersama guna memastikan bahwa kami telah mapan dan kompetitif sepenuhnya menjelang grand prix pertama kami berdua pada 2015.”

Pada musim 1988, kemitraan mereka berdua ini bisa dibilang telah melahirkan kesuksesan terbesar dalam satu musim sepanjang sejarah F1. Prost dan Senna membawa mobil MP4/4 memenangi 15 dari 16 grand prix yang ada. Satu-satunya seri yang luput adalah ketika Senna yang tengah memimpin lomba bertabrakan dengan pembalap yang hendak di-lap atau backmarker di Monza, Italia.

Dengan latar belakang itulah McLaren dan Honda kembali berkomitmen mengulangi kemitraan.

“Dua nama McLaren dan Honda sinonim dengan kesuksesan di F1. Dan bagi semua orang yang bekerja di kedua perusahaan ini, prestasi masa lalu menggantung berat di pundak kami,” kata Whitmarsh.

“Namun ini juga menjadi pertanda tentang ambisi dan tekad yang kami miliki berdua, bahwa kami sekali lagi menghendaki McLaren-Honda kembali ke puncak kesuksesan F1. Berdua, kami telah memiliki nama harum dan kami bertekad untuk menjaganya.”

Saat ini McLaren memang tidak terlalu menjadi prioritas Mercedes, yang sudah menjadi tim konstruktor sendiri dipimpin Ross Brawn. Mercedes juga memasok ke satu tim lain yaitu Force India. McLaren membayar sekitar 8 juta pound (Rp119 miliar) per tahun untuk pasokan mesin Mercedes.

Dengan menjalin kemitraan bersama Honda, biaya itu mungkin bisa ditekan, namun yang jelas McLaren mendapat kepastian pasokan mesin untuk musim 2015, tahun kedua F1 menggunakan mesin 1,6 liter berkonfigurasi V6.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Formula 1 dan tag , , , , . Tandai permalink.