Testing di Arena F1

Lewis Hamilton melakukan testing

FORMULA 1 Sebagai olahraga balap, Formula Satu saat ini tumbuh dengan tuntutan teknis yang kian tinggi, sehingga praktek pengujian menjadi sangat penting. Prinsip lama bermain-main dengan mobil yang dirancang telah lama dan kini digantikan oleh pengujian sistematis dari setiap komponen utama dan struktur – baik sebelum dan sesudah mobil tersebut dibangun dan siap untuk balapan.

Banyak dari pekerjaan ini merupakan sebuah pekerjaan atau pengujian yang tidak terbuka untuk umum. Pekerjaan ini dilakukan jauh di dalam pabrik-pabrik konstruktor dan fasilitas terowongan angin. Setelah mobil dirakit dan lulus uji dalam pabrik dan terowongan angin, barulah mobil ini bisa keluar dan di uji trek balap dengan pembalap yang nyata di belakang kemudi. Di sinilah kemampuan dasar mobil dapat benar dinilai untuk pertama kalinya – dalam sejarah banyak mobil di masa lalu yang tampak hebat “di atas kertas namun ternyata berkinerja buruk di trek. Tapi pengujian di atas trek saat ini banyak dilakukan selama latihan Jumat dalam sebuah Grand Prix. Dalam tes di sesi latiha ini, tim juga bisa melihat di mana evolusi stabil yang terjadi pada mobil mereka untuk kemudian ditambahi beberapa setting kecil yang konstan.

Dalam pertengahan dekade pertama abad ke-21, program pengujian F1 yang khas telah menjadi pekerjaan utama bagi para tenaga mekanik dan logistik, dengan banyak tim yang memilih memakai pembalap tes khusus untuk mengambil bagian dalam sesi ujicoba ini. Dengan kesadaran bahwa biaya dalam sesi uji ini (baik uji rahasia di pabrik maupun uji di trek) amat mahal dan terkesan tidak ada gunanya bagi fans, otoritas F1 yaitu FIA berusaha membuat regulasi yang mengatur serta memberlakukan pembatasan pengujian yang semakin ketat.

Pada tahun 2008 peraturan tersebut diubah untuk membatasi konstruktor yang hanya boleh menjajal 30.000 km dalam tes di musim berjalan (sejak pramusim), mayoritas dilakukan dalam tes multi-tim (biasanya berdurasi tiga hari) di sirkuit yang sudah disetujui FIA. Tim pun bisa memilih untuk membayar sebagian dari biaya tes dan logistik saat membawa mobil tersebut. Selain itu, tim juga bisa mengoperasikan sesi tes tertutup terutama jika mereka punya inovasi khusus yang masih dikategorikan rahasia.

Durasi dan panjang sesi ujicoba dikurangi menjadi 15.000 km pada tahun 2009, dengan pengujian di tengah yang dilarang, sekaligus membatasi testing tim hanya menjadi tes pra-musim pada bulan Februari dan Maret. Tes saat ini berubah ke sesi latihan bebas selama 2×90 menit di hari Jumat yang masih bertahan sampai saat ini.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1 dan tag , , , . Tandai permalink.