Strategi Lomba di Arena Balap F1

Pitstop terkait erat dengan strategi

FORMULA 1 Bagian ilmu, bagian keajaiban dan keberuntungan – strategi adalah penting untuk bisnis memenangkan balapan atau juga untuk kekalahan… sayangnya…. Variabel dasarnya cukup sederhana: beban bahan bakar dan keausan ban. Tapi dari sinilah semuanya akan jauh lebih rumit.

Seni strategi balap terus berkembang, tetapi berjalan melalui transisi terutama ditandai ketika perubahan aturan utama diperkenalkan. Tak lama setelah reintroduksi pitstop mengisi bahan bakar pada tahun 1994, strategi balap tim bekerja di beberapa sirkuit dengan melihat manfaat dapat diperoleh dari membuat dua atau tiga kali pitstop, bukan hanya satu kali saja.

Secara logis mobil bisa berjalan lebih cepat pada beban bahan bakar yang lebih ringan plus memakai ban yang lunak, namun mobil akan jadi lambat jika memakai ban keras dan bahan bakar di tangki penuh. Perbedaan dalam kinerja tersebut menjadi sedemikian rupa dalam rancangan strategi agar mampu memangkas waktu yang berkisar antara 10 sampai 30 detik.

Hal lain yang menyebabkan adanya pitstop adalah mobil yang kesulitan menyalip. Bisa saja setelah balapan di mulai mobil yang cepat tertahan mobil yang lambat sampai mobil yang lambat masuk pit sehingga memungkinkan mobil yang cepat mengejar ketinggalannya sebelum akhirnya ia juga masuk pit. Saat ini strategi pitstop dirancang sedemikian rupa oleh para tim terkait hal yang sering terjadi dalam setiap balapan.

Perpindahan ke pemasok ban tunggal di tahun 2007 memaksa tim untuk sekali lagi mengevaluasi kembali strategi lomba mereka, dengan penggunaan ban yang sama untuk semua pembalap plus kewajiban pembalap memakai dua kompon ban berbeda. Kemudian mulai 2010 pitstop melarang pengisian bahan bakar dan mewajibkan tim untuk sekali lagi kembali merancang dan merencanakan srategi balapan mereka.

Terlepas dari perubahan aturan, ada beberapa faktor yang harus selalu dipertimbangkan. Data seperti prakiraan cuaca, kemungkinan menyalip di trek tertentu, panjang jalur pit dan bahkan kemungkinan kecelakaan yang mungkin memerlukan penggunaan safety car juga turut berperan ketika memutuskan strategi. Dan, tentu saja, salah satu yang terpenting lagi adalah… keberuntungan!

Pos ini dipublikasikan di Formula 1 dan tag , . Tandai permalink.