Prosedur Start Lomba Balap F1

Start lomba F1

FORMULA 1 – Dimulainya Grand Prix atau populer disebut start balapan adalah salah satu yang paling menarik dari semua momen olahraga. Sebuah perjuangan putus asa untuk mencari keuntungan langsung dengan grid yang penuh mobil yang sangat kuat betul-betul menguji kesiapan mental pembalap, semua mencoba untuk menjadi yang pertama dengan selamat di tikungan pertama.

Tentu saja ini sepenuhnya rasional, awal setiap perlombaan adalah salah satu kesempatan terbaik untuk mendapatkan posisi. Memang pada balapan seperti Monaco bagian awal start lomba menjadi satu-satunya kesempatan untuk menyalip. Sebuah awal yang baik dapat membuat pembalap mulus melalui lomba sementara yang buruk dapat berakibat pembalap kandas.

Pembalap mencoba untuk mempersiapkan awal balapan dengan menciptakan citra mental awal bahwa mereka ingin membuat serta mempertimbangkan faktor-faktor yang berbeda dari posisi dan kondisi trek. Tim biasanya akan mencoba untuk melindungi para pembalapnya dari perhatian media yang sering mengganggu di grid jika mereka takut kehadiran media ini bisa mengganggu konsentrasi pembalap. Selama periode ini sebelum perlombaan, ketika mobil telah mengalami perubahan akhir yang diperbolehkan oleh peraturan yang dilakukan, grid akan sering terlihat seperti sebuah adegan kekacauan, meskipun semua mekanik, anggota tim dan bahkan media akan bekerja dengan sangat tepat sesuai rencana.

Setelah mesin mobil F1 dinyalakan, para pembalap semakin terdesak oleh waktu (biasanya waktunya lima menit sebelum lap pemanasan di mulai). Mesin mobil F1 dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tinggi namun dengan sistem pendinginan yang rendah. Satu-satunya cara adalah lewat udara yang mengalir diatas trek. Panas yang keluar dari mesin tentu akan berpengaruh pada kinerja bagian lainnya, apalagi jika ditambah temperatur udara sirkuit yang panas. Setelah mekanik bergegas meninggalkan grid (sekitar 1-2 menit jelang lap pemanasan), mobil akan melambai pergi untuk satu kali lap pemanasan.

Untuk pembalap yang duduk di pole position, ini menjadi tes yang menantang, karena ia harus hati-hati mengendalikan laju putaran formasi untuk memastikan bahwa ia memiliki kesempatan terbaik untuk bekerja dan mensinergikan suhu panas di ban mobilnya (melalui percepatan keras, pengereman dan menikung). Selain itu ia juga harus memastikan bahwa ia tidak menyelesaikan lap dengan begitu cepat untuk kemudian duduk sendirian di kotak start grid sambil menunggu lawan tiba karena hal ini bisa merusak mobil.

Setelah semua mobil datang berhenti di grid, dan mobil pengawas sirkuit dan mobil medis juga dalam posisi lebih jauh ke belakang, urutan start dimulai oleh pengontrol balapan. Lampu hijau tidak lagi digunakan untuk menunjukkan awal lomba dan digantikan lima lampu merah yang padam (kisaran waktunya antara 4 sampai 14 detik untuk jarak antar lampu) untuk perlombaan yang sedang berlangsung.

Saat pembalap mempercepat laju menuju tikungan pertama, pembalap akan menyesuaikan strategi untuk menjadi ofensif atau defensif tergantung pada seberapa baik posisinya di trek pada saat tersebut. Ada dua sisi dalam hal ini yaitu sisi mencari posisi dan sisi mempertahankan posisi. Balap yang sangat dekat dan ketat adalah biasa pada awal perlombaan, dengan melihat empat atau bahkan lima mobil mengikuti seluruh lebar jalur yang jauh dari biasanya. Situasi ini dibuat lebih menantang untuk pembalap karena banyak dari mereka akan mendekati tikungan pertama di bagian off line, dan mungkin di daerah yang punya adhesi relatif rendah.

Walaupun sangat ketat, standar yang sangat tinggi untuk profesionalisme kini diperlihatkan oleh para pembalap F1 modern. Perpaduan antara tanggung jawab dengan kewenangan FIA untuk mengambil tindakan tegas jika ada pembalap yang tidak sportif bila diperlukan, telah secara dramatis mengurangi kecenderungan kecelakaan dan insiden di tikungan pertama yang biasanya sering terjadi di F1 masa silam.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1 dan tag , , , . Tandai permalink.