Mengenal Setir Mobil F1

Setir mobil F1 modern

FORMULA 1 Pembalap Formula Satu tidak memiliki banyak ruang dalam mobil untuk mengendalikan apapun seperti dalam mobil jalanan biasa. Lalu bagaimana dengan tuas persneling atau rem tangan? Untuk mobil F1 kontrol sepenuhnya dikendalikan lewat roda kemudi yang cukup canggih, sebuah antar muka yang kritis antara pembalap dengan mobil.

Pada awalnya mobil F1 memakai roda kemudi yang diambil langsung dari mobil jalan. Mereka biasanya terbuat dari kayu (mengharuskan penggunaan sarung tangan untuk mengemudi), dan jika tidak ada kendala maka roda kemudi alias setir tersebut memiliki diameter besar, untuk mengurangi usaha yang diperlukan untuk mengubahnya. Seiring kemajuan teknologi dengan mobil yang semakin rendah dan kokpit sempit sepanjang 1960-an dan 1970-an, roda kemudi menjadi lebih kecil, sehingga mampu memasuki ruang yang lebih kompak dan minimalis dalam kokpit.

Pengenalan girboks semi-otomatis tuas mirip ‘dayung’ yang sekarang populer menandai awal dari langkah setir F1 saat ini untuk membuatnya lebih dekat dengan pembalap dengan kendali di jari tangan mereka. Tombol pertama yang muncul di muka kemudi adalah tombol ‘netral’ (penting untuk menetralkan mobil jika terjadi melintir akibat putaran mesin tinggi), dan tombol komunikasi radio.

Seiring berjalannya waktu, tren pun berlanjut. Terkecuali gas dan rem, beberapa mobil Formula Satu memiliki kontrol lainnya di roda kemudi. Misalnya beberapa tombol on/off seperti untuk limiter pitlane, tombol kontrol rotary yang mengatur fungsi dengan beberapa pengaturan, seperti program kontrol traksi, campuran bahan bakar dan bahkan pengaturan rem depan dan belajang – semua fungsi basic yang pembalap mungkin ingin mengubahnya untuk memperhitungkan perubahan kondisi di trek selama perlombaan. Di antara penambahan terbaru adalah ‘tombol boost,’ digunakan untuk memanggil kekuatan tambahan dengan mobil F1 yang dilengkapi KERS, dan tombol kontrol untuk sistem DRS.

Roda kemudi juga menjadi pusat instrumentasi bagi pembalap, biasanya melalui layar LCD multi-fungsi. Disini pembalap bisa tahu kapan harus berbuat, misalnya perpindahan gigi yang optimal. Pengawa lomba juga dapat berkomunikasi dengan pengemudi melalui penunjuk GPS marshall. Ini menampilkan lampu peringatan, dengan warna yang sesuai dengan bendera para marshall di sekitar sirkuit untuk mengingatkan pembalap ketika ia untuk mendekati zona rawan, seperti kecelakaan, di jalur yang ada didepannya.

Salah satu bagian yang paling rumit secara teknis dari setir mobil F1 adalah konektor snap-on. Konektor ini harus kuat dan juga menyediakan sambungan listrik antara setir dan mobil itu sendiri. Peraturan FIA menegaskan bahwa pembalap harus mampu keluar dari mobil dalam waktu lima detik, artinya setir mobil F1 harus bisa dicabut dengan mudah namun setir tersebut juga harus kokoh terpasang saat dipakai mengemudi.

Mobil F1 saat ini berjalan dengan bantuan power steering sekaligus mengurangi kekuatan yang harus dikirimkan oleh roda kemudi. Hal ini memungkinkan desainer untuk melanjutkan tren mengurangi ukuran roda kemudi, dengan ciri khas sekarang yaitu setir mobil F1 yang berdiamater setengahnya dari setir mobil biasa.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1 dan tag , , . Tandai permalink.