Kenapa Ferrari Harus Merekrut Sergio Perez?

Sergio Perez di podium GP Italia

Grand Prix Italia, 9 September 2012, di Sirkuit Monza, Milano. Inilah balapan kandang bagi tim Ferrari dan kita tidak heran melihat beberapa pejabat FIAT dan mantan karyawan tim Ferrari hadir disini… Sebut saja Presiden Juventus, Andrea Agnelli, bos eksentrik FIAT, Lapo Elkann, juga mantan insinyur tim Ferrari, Rory Byrne.

Memang balapan GP Italia kali ini bukan balapan baik untuk tim Ferrari yang hanya mampu finis ketiga dan keempat melalui Fernando Alonso dan Felipe Massa. Namun dibalik semua itu, seorang pemuda Meksiko bernama Sergio Perez, coba menunjukan tajinya di depan para tifosi. Ia finis di posisi kedua dibelakang Lewis Hamilton dengan selisih tipis. Andaikan saja balapan ini ditambah beberapa lap lagi, bukan tidak mungkin Perez akan memenangi balapan. Catat pula saat balapan berlangsung ia menyalip Fernando Alonso dan Felipe Massa, dan bahkan sempat memimpin lomba juga selama beberapa lap.

Pesan yang ia sampaikan usai finis di podium cukup jelas, memberikan sinyal bagi tim Ferrari bahwa ia layak dipromosikan ke tim utama. Seperti yang kita ketahui, Sergio Perez merupakan anggota Ferrari Drivers Academy, artinya suatu hari nanti dengan statusnya tersebut, ia berharap bisa masuk tim Ferrari.

Perez menyalip Massa di GP Italia 2012

Mungkin diingat pula bahwa pada bulan Juni tahun ini, Presiden Ferrari Luca Montezemolo berpikiran bahwa Perez tidak terlalu berpengalaman untuk dipertimbangkan sebagai pembalap Ferrari tahun depan. Spekulasi tersebar luas bahwa Felipe Massa, yang telah berjuang selama beberapa tahun terakhir bersama tim, nyaris juara dunia di 2008 dan sempat nyaris tewas akibat kecelakaan di 2009, kemungkinan akan diganti. Berkat penampilan mengejutkan pada hari Minggu di Monza (Perez memulai lomba dari posisi 12 di grid), Perez telah pasti menjadi salah satu pembalap incaran untuk tim papan atas, dan tidak lain dan tidak bukan tim papan atas itu adalah Ferrari.

Pada balapan di hari Minggu kemarin, bukan pertama kali saja Perez memunculkan banyak kejutan. Kilas balik ke tahun 2011 saat musim debutnya, Perez langsung finis di posisi 10 besar di GP Australia meskipun kemudian beberapa jam kemudian timnya didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran teknis. Tim Suber bukanlah tim besar di F1, tapi disinilah Perez belajar memahami dunia F1, sifat pantang menyerah dan nothing to lose-nya telah membuat beberapa hasil fantastis. Ia adalah calon juara dunia F1 masa depan!

Masuk ke musim 2012, Perez tampil luar biasa di GP Malaysia yang diguyur hujan. Ia nyaris memenangi balapan sebelum melakukan kesalahan khas rookie. Patut dicatat, ia mampu finis kedua di Malaysia setelah start dari posisi 10!

Sensasi Perez berlanjut di GP Kanada. Di kualifikasi ia start di posisi ke-15. Saat balapan ia tampil menggila dan mampu finis di posisi ketiga dan lagi-lagi menyalip Fernando Alonso. Sebetulnya apa sih yang membuat Perez tampil istimewa dalam beberapa balapan? Rupanya Perez sangat mampu menjaga ban mobilnya saat berlomba. Kita tahu di musim 2012 ini tingkat keausan ban menjadi catatan penting untuk diperhatikan setiap pembalap F1. Patut diingat juga, Perez memiliki rekan setim yang terkenal agresif tapi rapi saat mengemudi yaitu Kamui Kobayashi. Namun secara keseluruhan, Perez mampu mencetak poin lebih besar untuk tim Sauber di musim 2012 ini daripada rekan setimnya.

Penampilan Perez dengan mobil papan tengah di musim 2012 ini telah membantu tim Sauber mencapai hasil terbaik dalam beberapa balapan. Fakta bahwa sebelum musim 2012 ini (dengan mengesampingkan hasil yang diraih tim saat bernama BMW Sauber pada 2006-2009), Sauber sangat jarang mencicipi podium lebih dari satu kali dalam satu musim. Jikapun bisa naik podium, hasil terbaiknya adalah posisi ketiga (enam kali 1993-2005, 2010-2011). Tahun 2012 berkat Perez, Sauber sudah mencetak tiga kali podium, dua diantaranya adalah finis kedua!

Tentu akan sulit bagi Sauber untuk mempertahankan bakat bagus seperti Perez untuk jangka waktu lama, bahkan mungkin setelah musim 2012 ini. Meskipun bos Ferrari telah mengesampingkan peluang Perez sebelumnya, kinerja yang ditampilkan oleh pembalap Meksiko pada balapan GP Italia kemarin, ketika ia mengalahkan kedua Ferrari di depan tifosi di Monza, mungkin telah berubah menjadi menguntungkannya. Perez tampil impresif hanya dalam waktu dua musim saja, mengalahkan beberapa pembalap berpengalaman. Kini semua tergantung pada keputusan Luca Montezemolo, apakah tetap akan mempertahankan “Si Berpengalaman” (Felipe Massa) yang tidak mampu menghasilkan hasil yang lebih baik selama hampir tiga musim berjalan sejak 2010, atau ambil risiko merekrut “Si Pemuda Baru” yang telah membuktikan diri lebih dari sekedar rookie untuk musim 2013 mendatang?

Sumber asli tulisan: First Post – Terjemahan dan penyuntingan oleh Tim Republik F1

Pos ini dipublikasikan di Berita, Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.