Permasalahan Felipe Massa

Felipe Massa

Kimi Raikkonen pernah berujar (dan jadi trademark) bahwa gelar pertama adalah anugerah, sementara gelar kedua dan seterusnya adalah bonus. Perkataan ini yang kemudian dipersepsikan bahwa usai meraih gelar juara pada 2007 lalu, Kimi tidak bernafsu lagi untuk menjadi juara pada musim-musim selanjutnya.

Sayangnya persepsi kita itu salah, karena ketika Kimi kembali ke F1 pada musim 2012, ia tampil all-out, beberapa kali naik podium dan bahkan nyaris menang. Itu tandanya ia masih bersemangat dan masih punya ambisi ingin kembali tampil sebagai juara dunia.

Soal ambisi dan semangat ini mungkin kita lebih cocok membelokkan kepala kita pada sosok Felipe Massa, pembalap yang duduk di kursi sangat panas dari tim Ferrari. Sejak ia pulih dari kecelakaan Hungaria 2009 dan dipercaya kembali oleh Ferrari untuk balapan di musim 2010 sampai saat ini, belum ada prestasi signifikan seperti saat ia membalap sebelum kecelakaan. Kita ambil contoh satu orang lagi yaitu Robert Kubica yang sudah pulih dari kecelakaan yang mengakibatkan operasi besar di tangan kanannya. Bob mampu memenangi balapan reli (bukan reli WRC tentunya) tepat disaat ia kembali ke arena usai sembuh, menunjukan ia masih punya semangat untuk bangkit. Bagaimana dengan Massa? Apakah memang ia sudah tidak terlalu bersemangat lagi balapan di F1 untuk mengejar gelar?

Sergio Perez

Beberapa fans non-Ferrari bilang, Massa menurun karena sering dijadikan korban team order. Namun sepertinya alasan yang satu ini kurang tepat. Perhatikan Rubens Barrichello, meskipun ia sering dijadikan target team order untuk menolong Michael Schumacher (2000-2005) dan Jenson Button (2009), tapi ia tetap mampu tampil lepas, tampil sesuai keadaan. Misalnya Schumi kandas, Barrichello dengan cepat menjadi tumpuan cadangan Ferrari dan mampu memenangi beberapa balapan. Bukti bahwa team order tidak sejahat yang kita pikirkan.

Ada lagi fans yang menyebut Massa sudah kehilangan semangat, selain karena faktor psikis kecelakaan, faktor keluarga juga mempengaruhinya, terutama karena kini ia sudah menjadi ayah. Faktor psikis mungkin masih punya pengaruh, tapi jika seseorang bisa mengesampingkannya, bisa saja ia kembali menjadi orang normal, walaupun memang sulit. Faktor keluarga memang sulit untuk kita nilai, namun disinilah keprofesionalitasan seseorang diuji. Bagaimana caranya membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Disisi lain, seorang pemuda bernama Sergio Perez, kini tengah naik daun dan bahkan berhasil meraih tiga kali podium sepanjang musim 2012 ini sampai GP Italia kemarin. Yang harus dilakukan Massa saat ini adalah tetap fokus dan tidak angin-anginan. Kita bisa lihat jika Massa sedang fokus, dirinya pasti mendapat hasil memuaskan, seperti saat finis P6 di Monako, P4 di Inggris dan P5 di Belgia. Namun tetap saja keputusan nantinya berada di tim Ferrari sendiri.

Luca Montezemolo pernah bilang, Sergio Perez kurang berpengalaman, dan Felipe Massa masih lebih baik daripada Perez. Bisa kita tarik dua prediksi:

  1. Felipe Massa tetap bertahan untuk 2013 karena pengalamannya dan lebih baik mempertahankan Massa daripada menarik Perez yang mungkin akan menjadi rival berat baru Fernando Alonso
  2. Ferrari mengambil risiko menarik Sergio Perez dan mungkin solusinya menukar Perez dengan Massa dalam artian Massa kembali ke tim Sauber.

Disisi lain, niat Ferrari yang mencoba mempertahankan Felipe Massa juga mungkin ada kaitannya dengan rencana mendatangkan Sebastian Vettel beberapa tahun kedepan. Jadi bagi Ferrari, lebih baik tetap bertahan dengan Massa untuk jangka pendek, karena kita tahu juga pembalap muda seperti Sergio Perez mungkin akan minta kontrak jangka panjang dengan Ferrari.

Sekarang semuanya kembali kepada Felipe Massa sendiri, dirinya harus berbuat lebih baik lagi agar tidak dianggap aneh-aneh oleh fans sekaligus memberi bukti bahwa ia layak duduk di kursi panas tim asal Maranello tersebut.

 

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , . Tandai permalink.