Perjalanan Juve Menuju Scudetto 2011-12

Pendukung Juve di kandang Cagliari

GOAL INDONESIA – Juventus mencatat hasil fenomenal, setidaknya sejauh ini. Hingga pekan ke-37, Juventus belum terkalahkan. Yang membahagiakan lagi, di minggu ke-37 itu Juventus bisa memastikan titel scudetto Serie A Italia musim ini menjadi milik mereka. Adalah kemenangan 2-0 atas Cagliari dan kekalahan 4-2 AC Milan dari Inter Milan yang pada akhirnya memastikan sukses Juventus meraih gelar ke-28 di kancah kompetisi domestik Serie A Italia. Tapi, bukan hanya laga itu saja yang akhirnya menentukan Scudetto di musim ini. Di bawah ini adalah beberapa laga yang menentukan keberhasilan Antonio Conte meraih gelar scudetto pertamanya sebagai pelatih, dan keenam selama berada di Juventus.

Berikut ini perjalanan Juventus menuju tangga juara:
Di minggu pertama Serie A, sang juara bertahan AC Milan memulai dengan hasil tak meyakinkan di kandang sendiri dengan ditahan imbang Lazio 2-2. Sementara Juventus memulai dengan hasil meyakinkan di Juventus Arena, melumat Parma dengan skor 4-1.

Sukses Juventus terus berlanjut, sementara AC Milan masih kesulitan menemukan start bagus mereka, dengan kalah dari Napoli dan ditahan Udinese. Singkatnya, AC Milan tak mendapat hasil manis selama bulan Agustus dan September, sementara Juventus malah sebaliknya. Tak salah jika kemudian AS Milan tercecer di papan bawah di awal musim Serie A.

Di bulan Oktober hingga awal November, AC Milan bisa mengejar ketertinggalan angka dengan mencatat lima kemenangan beruntun. Palermo, Lecce, Parma, AS Roma dan Catania yang menjadi korban amukan AC Milan.

Sementara Juventus malah melempem. Setelah ditahan Chievo, Genoa juga mencatat hasil serupa. Tapi Juventus bisa menjaga jarak dengan menang melawan tim yang sepadan.

Fiorentina dan Inter Milan menjadi tim yang ditaklukkan. Hebatnya dalam derby d’Italia, Juventus bisa menang 2-1 di Giuseppe Meazza.

Alhasil, dengan laju kencang AC Milan, sementara Juventus tersendat, perolehan poin kedua tim pun jadi sama saat memasuki minggu ke-10 Serie A.

Di bulan November, tepatnya minggu ke-13 Serie A, Juventus dan AC Milan terus bersaing. Kedua tim juga gagal memaksimalkan kesempatan menjauh.

Saat AC Milan ditahan imbang Fiorentina, Juventus memang bisa menang atas Palermo. Di minggu 12, AC Milan dan Juventus sama-sama meraih kemenangan.

Baru di minggu ke-13 AC Milan bisa menyamakan perolehan poin dengan Juventus setelah menang atas Genoa, sedangkan Juventus sebelumnya ditahan imbang Napoli 3-3.

Memasuki musim dingin, sekitar bulan Desember hingga Januari, persaingan AC Milan dan Juventus semakin memanas. Kedua tim terus kejar-kejaran hingga paruh musim berakhir. Juventus yang pada akhirnya bisa memuncaki klasemen, meski hanya unggul satu angka.

Momentum penting keunggulan Juventus terjadi pada pertengahan Januari, di mana AC Milan takluk dari Inter Milan, sementara Juventus meraih hasil seri 1-1 melawan Cagliari.

Uniknya, dua laga itu juga yang akhirnya bisa menentukan bagaimana hasil akhir di musim ini.

Di bulan penuh cinta, Februari, Juventus tetap memimpin, meski tersendat beberapa kali. Ironisnya bagi AC Milan, kegagalan Juventus meraih angka penuh tak mampu dimaksimalkan.

Dalam duel San Siro, AC Milan juga gagal meraih angka penuh kala menjamu Juventus. Diwarnai sejumlah keputusan kontroversial, laga akhirnya berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Gol Antonio Nocerino di menit 14 berhasil dibalas tendangan voli jarak dekat Alessandro Matri ketika laga memasuki menit 83.

Jika saja bola hasil sundulan Sulley Ali Muntari, yang sudah beberapa sentimeter melewati garis gawang disahkan, bisa jadi hasil kompetisi di musim ini akan berbeda.

Bisa jadi karena dirugikan oleh keputusan wasit, Milan mengamuk di bulan Maret. Alhasil, posisi capolista sukses diambil alih.

Kemenangan atas Palermo dan Lecce membawa Milan bisa memimpin tiga angka, karena Juventus hanya bisa bermain imbang saat melawan Chievo, Bologna, Genoa.

Juventus sempat memperpendek jarak angka memasuki giornata ke-30, tapi dominasi masih di tangan AC Milan. Kedua tim juga mulai menjauh dari persaingan melawan 18 tim lain di Serie A.

Dan tujuh laga terakhir di musim ini akhirnya menentukan sukses Juventus. Sementara Milan harus puas dengan status runner up.

Juventus mengawali bulan April dengan kemenangan 3-0 atas Napoli, sementara AC Milan hanya bisa bermain imbang melawan Catania. Palermo juga dilibas Juventus, sedangkan AC Milan malah kalah 2-1 di kandang sendiri saat menjamu Fiorentina.

Scudetto 2011-12

Juventus terus melebarkan jarak dengan menang atas AS Roma 4-0, sementara AC Milan ditahan Bologna 1-1. Kans juara AC Milan sempat kembali terbuka saat menang 2-0 atas Atalanta, sedangkan Juventus ditahan imbang Lecce 1-1.

Namun pada akhirnya Juventus menjadi tim terbaik di musim ini setelah mampu memetik kemenangan atas Cagliari di saat AC Milan terjungkal kala dijamu Inter Milan. Perolehan poin Juventus pun tak lagi terkejar.

Hebatnya, Juventus bisa meraih gelar juara Serie A Italia dengan catatan tak terkalahkan. Di ajang Serie A, Juventus belum sekali pun kalah dalam 37 laga dan 41 pertandingan resmi yang dijalani di musim ini.

Jika di laga berikutnya Juventus juga bisa tak terkalahkan, maka mereka akan menyamai rekor Milan di musim 1993/94.

Selain itu, Juventus juga hanya kecolongan 19 gol, yang menjadikan Si Nyonya Tua menjadi tim dengan pertahanan terbaik di musim ini.

Jadi sepertinya siapa pun harus angkat topi kepada Juventus di musim ini.

Selamat!

Pos ini dipublikasikan di Berita, Sepakbola dan tag , , , . Tandai permalink.