Juventus – Champions of Italy 2011-12

Juventus Scudetto!

TRIESTE (JPNN/SIDOMI) – Juventus akhirnya memastikan diri sebagai peraih gelar Scudetto musim kompetisi saat ini lebih cepat dari yang diprediksikan sebelumnya. Gelar juara ini diraih pasukan Antonio Conte setelah mempermalukan tuan rumah Cagliari dengan skor 2:0 di Stadio Nereo Rocco, Trieste, dalam laga giornata ke-37, Senin (7/5) dini hari tadi.

Meski pekan depan laga Serie A masih menyisakan satu laga lagi, namun tim kuda zebra itu sudah memastikan diri menjadi penguasa Liga Italia setelah menjungkalkan Cagliari, sementara di waktu hampir bersamaan Inter Milan berhasil menaklukkan tetangganya, AC Milan dengan skor 4-2 dalam Derby della Madonnina.

Secara statistik Juventus kini memuncaki klasemen dengan 81 angka dari 37 laga. Sementara Milan yang berada di posisi kedua mengumpulkan 77 poin. Alhasil meski tersisa satu laga lagi, Milan tidak mungkin mengejar Si Nyonya Tua -julukan Juventus.

Bertandang ke Trieste, Juve sudah mencatatkan keunggulan saat laga baru saja berjalan enam menit. Gol perdana ini lahir dari Mirko Vucinic setelah menerima umpan Leonardo Bonucci. 1:0 untuk tim tamu.

Meski mendominasi laga, hingga babak pertama berakhir Juve tak bisa menggandakan skor Memasuki babak kedua, Juve terus berupaya menggedor pertahanan Cagliari. Namun ketatnya pertahanan tuan rumah membuat sejumlah peluang Pepe dan Vucinic terbuang percuma.

Namun upaya terus-menerus anak-anak Kota Turin untuk menambah angka akhirnya tercipta pada menit ke 74.Gol ini lahir dari gol bunih diri defender Cagliari, Michele Canini yang salah mengantisipasi bola tendangan pemain pinjaman Juve dari AS Roma, Marco Borriello.

Tertinggal dua gol, Raja Nainggolan dan kawan-kawan tak mampu membalikkan keadaan. Skor 2:0 untuk kemenangan I Bianconeri bertahan hingga wasit D Orsato meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

SCUDETTO ISTIMEWA
Sempurna. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Juventus musim ini di Liga Italia Serie-A 2011-2012. Ketika di awal musim banyak yang meragukan kapasitas mereka, Juventus malah membuktikan diri mampu meraih scudetto yang diiringi dengan rekor belum pernah terkalahkan di musim ini.

Scudetto ke 30 untuk Juventus

Di awal musim, Juve memang melakukan banyak perubahan. Mereka memutuskan untuk mengangkat Antonio Conte sebagai pelatih tim, meski Conte belum memiliki banyak pengalaman melatih klub Serie-A.

Namun justru disitulah letak kecerdikan manajemen La Vecchia Signora. Meski minim pengalaman, Conte tetap memiliki nilai plus karena dalam darahnya telah mengalir deras apa yang dinamakan dengan Lo Spirito Juve, yakni semangat pantang menyerah ala Juventus. Maklum saja karena Conte adalah bekas kapten klub kebanggaan Kota Turin tersebut.

Selain itu, siasat transfer yang dilakukan manajemen juga sangat jitu. Mereka tidak hanya mendatangkan para pemain berkelas, namun juga sesuai dengan kebutuhan tim. Mirko Vucinic, Andrea Pirlo, Stephan Lichtsteiner, Arturo Vidal, Marcelo Estigarribia, Martin Caceres, Emanuele Giaccherini, Simone Padoin, dan Marco Borriello adalah beberapa muka baru di Juventus Arena.

Paling terasa tentu adalah hadirnya empat pemain baru dalam diri Pirlo, Vucinic, Vidal, dan Lichtsteiner. Pirlo dan Vidal mampu menjadi jenderal lapangan tengah yang sempurna bersama pemain asli binaan Juve, Claudio Marchisio.

Vucinic yang didatangkan dari AS Roma juga memberikan warna tersendiri bagi lini depan Juve. Sementara Lichtsteiner seperti mengobati kerinduan fans Juve akan bek kanan hebat seperti Gianluca Zambrotta dan Alessandro Birindelli.

Meski sudah memastikan diri menjadi kampiun, ada satu target lagi yang ingin diraih oleh Juve, yakni mempertahankan rekor belum pernah terkalahkan di musim ini.

Ya, hingga pekan ke-37, tepat saat mereka memastikan scudetto ke-28 mereka, catatan istimewa mampu mereka ukir. Lihat saja di klasemen sementara musim ini. Juve menjadi satu-satunya tim yang belum pernah tersentuh kekalahan. Rinciannya, dari 37 pertandingan, I Bianconeri meraih 22 kemenangan dan 15 kali hasil imbang.

Jika saja ambisi itu terwujud, tentu pesta Juve pekan depan akan semakin meriah. Dan rasanya ambisi tersebut akan mudah dicapai mengingat lawan terakhir mereka hanyalah Atalanta.

Well… congratulazione, Juventus!

Pos ini dipublikasikan di Berita, Sepakbola dan tag , , , , . Tandai permalink.