Perjalanan Madrid Menuju Juara La Liga 2011-12

Real Madrid juara La Liga

AGEN BOLA – Real Madrid akhirnya memastikan diri menjadi juara Primera Liga Spanyol yang ke-32 usai kemenangan 3-0 atas Athletic Bilbao di San Memes, Kamis (3/5) dinihari WIB. Keunggulan tujuh poin sudah tidak mungkin lagi dikejar Barcelona karena kompetisi hanya menyisakan dua pertandingan lagi. Meski sempat kalah 3-1 di el clasico edisi pertama di kandang sendiri, namun mereka menunjukkan mental dan semangat besar dengan meraih kemenangan 2-1 di el clasico edisi kedua di markas lawan.

Gelar juara Real Madrid musim ini memiliki makna besar buat Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu mampu menunjukkan kalau timnya bisa juara dengan permainan menyerang sekalipun. Banyak kemenangan besar nan impresif ditorehkan Cristiano Ronaldo dkk.

Hingga pekan ke-36, mereka bahkan mampu mencetak 115 gol, menjadi sebuah rekor tersendiri di Primera Liga. Sejauh ini, Ronaldo sudah menyumbang 44 gol, Gonzalo Higuain dengan 22 gol, dan Karim Benzema 20 gol. Dua sepertiga lebih gol mereka disumbangkan ketiga pemain tersebut.

Berikut ini perjalanan Real Madrid menuju tangga juara:
Real Madrid mengawali kompetisi Primera Liga Spanyol dengan penampilan impresif, yakni kemenangan 6-0 atas tuan rumah Real Zaragoza. Barcelona juga tak kalah impresif, menang 5-0 atas tim tamu Villarreal. Di pekan berikutnya, Real Madrid menang 4-2 atas Getafe, sementara Barcelona bermain imbang 2-2 dengan Real Sociedad.

Namun, di pekan ketiga Real Madrid tersanjung dengan kalah 1-0 dari Levante, sementara Barcelona menang besar 8-0 atas Osasuna. di pekan berikutnya, Real Madrid hanya bermain imbang tanpa gol dengan Racing Santander, sementara Barcelona juga diimbangi Valencia 2-2. Perolehan poin menjadi ketat.

Real Madrid bangkit dengan kemenangan 6-2 atas Rayo Vallecano dan menang 4-0 atas Espanyol. Barcelona menang 5-0 atas Atletico Madrid dan menang 1-0 atas Sporting Gijon. Hingga pekan keenam, Barcelona unggul satu poin atas sang rival.

Jose Mourinho

Real Madrid tampil impresif dalam empat pertandingan berikutnya, hingga pekan ke-10, dengan mencatatkan kemenangan atas Real Betis (4-1), Malaga (4-0), Villarreal (4-0), dan Real Sociedad (1-0). Sementara Barcelona sempat menang 3-0 atas Racing Santander, namun diimbangi Sevilla 0-0, meski kemudian menang 1-0 atas Granada dan 5-0 atas Real Mallorca. Dengan hasil ini, Real Madrid yang justru memimpin dengan keunggulan satu poin.

Bulan November merupakan masa menentukan buat Real Madrid. Meski dihadapkan pada dua pertandingan sulit, mereka mampu meraih empat kemenangan bagus, yakni atas Osasuna (7-1), Valencia (3-2), Atletico Madrid (4-1), dan Sporting Gijon (3-0). Di sisi lain, Barcelona justru terpeleset dua kali, yakni kalah dari Getafe 1-0 dan imbang 2-2 dengan Athletic Bilbao. Dengan kondisi ini, Real Madrid unggul jauh dari sang rival, tepatnya enam poin.

Real Madrid tetap tampil cukup konsisten sepanjang Desember 2011-Januari 2012, meski mereka sempat kalah 3-1 di el clasico jilid pertama. Namun, setelah itu mereka mencatatkan lima kemenangan secara beruntun.

Meski menang di el clasico, Barcelona justru sempat tergelincir di dua laga sepanjang Desember-Januari, yakni ditahan imbang Espanyol 1-1 dan Villarreal 1-1.

Dengan demikian, dalam enam pertandingan tersebut, Real Madrid hanya kehilangan tiga poin, sementara Barcelona justru kehilangan empat poin. Jadi, hingga pekan ke-21, Real Madrid mampu menambahkan keunggulan di puncak klasemen sementara menjadi tujuh poin.

Februari menjadi pekan paling menentukan buat Real Madrid. Mereka mencatatkan empat kemenangan beruntun dalam bulan ini, yakni atas Getafe (1-0), Levante (4-2), Racing Santander (4-0), Rayo Vallecano (1-0). Sementara Barcelona justru menelan satu kali kekalahan, yakni dari Osasuna 3-2, meski tiga kemenangan berhasil dicatatkan. Akibatnya, Barcelona ketinggalan jauh di pekan ke-21 menjadi sepuluh poin. Real Madrid kian nyaman di puncak.

Di bulan Maret, penampilan Real Madrid justru menurun. Dari lima pertandingan sepanjang bulan ini, Real Madrid kehilangan empat poin. Mereka menang 5-0 atas Espanyol, menang 3-2 atas Real Betis, namun justru dua kali ditahan imbang dari Malaga dan Villarreal dengan sama skor 1-1. Ketidakmampuan barisan pertahanan Real Madrid, termasuk kiper Iker Casillas, dalam mengantisipasi bola-bola mati di pengujung pertandingan babak kedua, membuang masing-masing dua poin melayang. Setelah itu, mereka mampu bangkit dengan mencatatkan kemenangan 5-1 atas Real Sociedad.

Barcelona mampu memanfaatkan kondisi itu dengan memangkas jarak sepuluh poin menjadi enam saja, berkat lima kemenangan beruntun sepanjang Maret.

Kompetisi di bulan April hingga Mei berlangsung cukup menarik. Real Madrid masih unggul, namun berpeluang dikejar Barcelona. Sebelum el clasico digelar pada 22 April, Real Madrid sempat kehilangan satu poin kala ditahan tanpa gol oleh Valencia. Tiga kemenangan mampu mereka dapatkan, yakni atas Osasuna (5-1), Atletico Madrid (4-1), dan Sporting Gijon (3-1).

Sementara Barcelona selalu mencatatkan kemenangan dalam empat pertandingan sebelum el clasico jilid kedua digelar. Jadi, sebelum el clasico, Barcelona sempat memperkecil ketertinggalan menjadi empat poin saja.

Dengan demikian, el clasico memiliki makna sangat penting buat kedua tim. Layaknya sebuah “final” penentuan juara musim ini. Pasukan Jose Mourinho menunjukkan mental bagus dengan tampil percaya diri, tanpa emosi berlebihan, dan menampilkan permainan serangan balik yang sangat cepat. Usaha itu berbuah hasil dengan mempermalukan Barcelona 2-1 di Camp Nou. Kemenangan itu membuat Real Madrid kembali menjauh dari Barcelona dengan keunggulan tujuh poin.

Setelah el clasico, Real Madrid tetap menjaga keunggulan tujuh poin dengan meraih kemenangan 3-0 atas Sevilla. Penentuan gelar sang juara terjadi usai tim asal ibukota Spanyol itu menang 3-0 atas Athletic Bilbao, Kamis (3/5) dinihari WIB kemarin. Dua kemenangan Barcelona (atas Rayo Vallecano 7-0 dan Malaga 4-1) tidak berpengaruh apa-apa. Sebab, kompetisi hanya menyisakan dua pertandingan lagi. Tujuh poin sudah tidak mungkin dikejar.

Dan, para pemain, pelatih, ofisial, dan suporter merayakan kemenangan di San Memes dengan penuh suka cita.

Real Madrid layak menjadi sang juara dengan menghapus dominasi Barcelona selama tiga musim berturut-turut, berkat penampilan konsisten mereka sepanjang musim ini. Mereka juga tampil spektakuler dengan sering meraih kemenangan besar, ditambah permainan menyerang yang sudah menjadi karakter mereka sepanjang sejarah klub.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Sepakbola dan tag , , , . Tandai permalink.