Beberapa Hal Yang Bisa Dipelajari F1

F1 di sirkuit IndyCar

Formula 1 adalah balapan yang cukup seru. Memang seru dan canggih tapi dibalik itu F1 memiliki beberapa kekurangan. Apalagi jika kita membandingkannya dengan balapan-balapan lainnya seperti MotoGP, NASCAR, IndyCar dan lain-lainnya. Satu hal yang membuat F1 terasa aneh adalah eksklusifitasnya dan beragam peraturannya yang aneh dan sebetulnya cukup lucu untuk balap mobil. Seperti misalnya ada insiden kecil, pasti akan jadi bahan penyelidikan dan nanti ada hukuman, padahal semestinya insiden kecil seperti senggolan atau pepetan dibiarkan saja karena itu adalah sifat alamiah balapan. Baru jika misalnya ada insiden berkelahi sesama pembalap, panitia pengawas lomba harus menjatuhi kedua orang yang bertikai tersebut dengan hukuman.

Nah, sebagai fans F1, kami hanya ingin mengutarakan suara kami, dan beberapa hal disini sepertinya layak menjadi bahan evaluasi untuk F1, atau bagus-bagusnya bisa diadopsi.

1. KEDEKATAN PEMBALAP DAN FANS:
Inilah sisi kelemahan utama F1. Penonton biasa yang datang ke sirkuit pasti hanya akan bisa melihat pembalap idola mereka dari kejauhan dan susah untuk mendekati mereka. Ada pula fans yang “terpaksa” berkeliaran tengah malam di hotel tempat pembalap mereka menginap. Sesi jumpa fans dengan pembalap sangat terbatas, kalaupun ada jarang diumumkan kecuali bagi tamu-tamu VIP. Hal yang sangat berbeda jauh dengan MotoGP atau NASCAR, yang nyaris selalu mencoba mengutamakan keinginan fans seperti halnya sesi jumpa fans di sirkuit atau di sebuah tempat (misal hotel atau mall). Selain itu kadang-kadang juga NASCAR sering mengadakan sesi diskusi via radio lokal setempat dan nantinya fans lokal bisa tanya jawab dengan pembalap mereka lewat telepon. Hal positif yang harusnya di tiru F1.

2. BUANG PERATURAN ANEH:
Seperti yang kami bilang di awal, F1 terlalu banyak peraturan lucu. Misalnya dilarang zig-zag, memepet, kontroversi team order (walaupun sekarang legal) dan sejenisnya. “Ini yang membuat F1 seru”, seru darimana? Yang ada hanyalah parade pembalap (khususnya untuk beberapa sirkuit) dari start sampai finis. Aksi-aksi berani mati seperti di F1 zaman dulu tidak akan bisa kita nikmati saat ini.

3. UBAH SISTEM PEMBERIAN POIN:
FIA masih pelit soal pemberian poin untuk F1. Sistem poin F1 saat ini (10 besar mendapat poin) sekilas memang mirip MotoGP. Tapi jangan salah MotoGP justru memberikan poin bagi 15 pembalap sekaligus. NASCAR beda lagi, semua pembalap dari posisi 1 sampai posisi 43 mendapatkan poin jika berhasil finis (yang tidak finis tidak mendapat poin tentu saja). Lalu di IndyCar, peraih pole position mendapat poin bonus dan di GP2 pencatat lap tercepat mendapatkan poin bonus juga. Ini juga harus jadi evaluasi bagi F1, bagaimana caranya tim-tim bawah mendapat poin. Karena kalau dengan sistem 10 pembalap teratas mendapat poin, sama saja dengan lima tim kompetitif saat ini yang akan terus menerus mendapat poin. Selain itu saat ada perebutan gelar, poin kecil yang didapat seorang pembalap “minimal” bisa menyelamatkannya dari ancaman kejaran pembalap kedua. Lihatlah IndyCar, sistem poinnya mirip NASCAR tapi tetap bisa menyajikan tontonan kompetitif untuk fans. Yah minimal dari posisi 1 sampai 10 berikan poin dengan selisih 1 poin supaya selisih di klasemen tipis.

4. BAHAN BAKAR HIJAU:
Sayangnya disinilah kekurangan utama F1 saat ini, apabila kita melihat balapan FIA lainnya seperti IndyCar, Le Mans Series, WTCC dan sebagainya yang sudah (mulai) memakai bahan bakar “hijau”, minimal campuran ethanol. Ditengah makin menipisnya sumber minyak dunia saat ini, pemakaian bahan bakar hijau minimal bisa menaikkan popularitas F1 di mata para fans lingkungan hidup. NASCAR dan IndyCar boleh berbahagia karena mereka mampu mengaplikasikan image “green” di balapan masing-masing, tapi F1? Nampaknya harus menunggu regulasi mesin baru turbo pada 2014…

5. KEMBALIKAN PITSTOP ISI BENSIN:
Sekali lagi NASCAR dan IndyCar mengungguli F1 di sisi ini, tentu karena F1 menghapuskan aturan pitstop bensin sejak musim 2010 dengan alasan keamanan. Padahal justru dengan adanya pitstop isi bensin, penonton jadi lebih terhibur dan tegang. Sebagian penonton lain juga ada yang mengkalkulasi hitungan mengenai di lap berapa pembalap X akan masuk pit dan apakah pembalap Y yang ada di belakangnya bisa menyusul? Semestinya F1 memikirkan lagi ide untuk mengisi bensin saat pitstop karena inilah yang membuat keseruan dari sebuah balapan F1.

6. PENUNDAAN BALAPAN:
Pastinya balapan akan ditunda jika ada hujan sangat deras. Tapi bagaimanakah dengan waktu balapan yang kesorean, kemudian di tengah-tengah balapan ada hujan besar? Menunggu sampai hujan selesai untuk kemudian balapan dilanjutkan atau balapan diputuskan selesai dan pembalap diberikan setengah poin? Kembali AS menjadi contoh bagus untuk F1, bagaimana cara NASCAR dan IndyCar menangani masalah ini, balapan terganggu di hari Minggu karena cuaca bisa dialihkan ke Senin. OK Anda bisa bilang balapan di AS di oval dan ya memang benar juga balap basah di oval itu berbahaya. Tapi terpikirkankah oleh Anda siapa yang rugi dengan balapan setengahnya yang terpotong? Yup benar, fans kelas menengah yang sudah menyempatkan diri hadir ke sirkuit dan kemudian hanya disuguhi balapan selama 30 menit. MotoGP pernah menggeser balapan Qatar 2008 ke hari Selasa karena di hari Senin hujan deras. Apakah fans di hari Selasa datang? Fans fanatik pasti akan datang. Beda dengan fans VIP yang akan mengabaikannya. Dan sekali lagi fans VIP adalah target pasar Bernie ketimbang fans biasa… sangat disayangkan…

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , . Tandai permalink.