Dilema GMM Sebagai Penyedia Konten Berita F1

Global Motorsport Media

Saat ini internet telah tumbuh menjadi media informasi dan hiburan besar. Kecepatannya bahkan mampu mengalahkan media elektronik yang menjadi seniornya seperti televisi atau radio. Internet juga dengan mudah membunuh media cetak, sampai-sampai beberapa surat kabar di Amerika Serikat gulung tikar akibat serangan internet.

Dalam ajang olahraga, khususnya otomotif, internet telah membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Stasiun-stasiun TV yang mencoba membodohi masyarakat lewat tayangan siaran langsung yang sesungguhnya adalah siaran tunda dapat dengan mudah ditangkis dengan adanya internet. Kita sering mendengar siaran olahraga di TV X berlabel siaran langsung, tapi alangkah terkejutnya kita saat melihat di internet bahwa pertandingan olahraga tersebut sudah selesai. Inilah kekuatan dunia maya saat ini. Cepat ibarat patas.

Namun disisi lain, internet juga dimanfaatkan sebagian media untuk membodohi masyarakat. Kita ambil contoh di balapan Formula Satu. Banyak situs berita yang menyajikan berita F1 terkini dan tercepat, diantaranya Autosport, GPUpdate, Crash, PlanetF1, YallaF1, ESPN F1 dan situs-situs blog berita seperti F1Fanatic atau RichardsF1.

Tapi tahukah Anda saudara, banyak dari situs berita F1 tersebut ternyata hanya menyajikan berita yang sumbernya tidak jelas dan bahkan membeli konten beritanya dari pihak ketiga? Banyak diantara situs berita F1 yang tidak menulis berita sendiri, melainkan membeli konten dari penyedia berita yang untuk F1 dikuasai penuh oleh sebuah perusahaan yang bernama Global Motorsport Media alias GMM.

Ibarat tayangan infotainment di Indonesia, berita-berita yang disajikan versi GMM kebanyakan hanya isu atau rumor. Misal contohnya: “Ferrari akan kontrak Kubica untuk 2013” atau “Hamilton akan pindah tim pada 2013”. Kadang diantara berita tersebut ada yang menyebarkan fitnah, salah satunya seperti di tahun 2011 kemarin saat GMM menulis berita tentang “Alonso dan Hamilton menyerah untuk 2011” yang ditulis pada bulan… Mei!

Yang celaka disini adalah para pemakai konten tersebut, mereka seakan percaya begitu saja dan tidak mengecek ulang kebenaran berita tersebut. Bagaimana mungkin kita bisa percaya berita F1 tersebut jika hanya bertuliskan “menurut kabar dari sebuah sumber”, atau “menurut kabar dari harian A-B-C-D” jika tanpa sumber jelas yang kalau kita cari di Google kenyataannya malah tidak ada sama sekali? Dan bagaimana artikel tersebut bisa dipercaya terlebih penulisnya tidak kita ketahui?

Saat ini situs-situs berita F1 yang memakai sumber berita dari GMM cukup banyak, diantaranya adalah Motorsport.com, YallaF1, ESPN F1, SpeedTV dan masih banyak lagi. Apa ciri situs berita F1 yang menggunakan artikel produksi GMM? Tandanya mudah dikenali, dibagian awal berita pasti ada tulisan dalam kurung GMM -(GMM)-, atau jika tidak ada tanda tersebut maka perhatikanlah kalimatnya. Orang yang teliti akan melihat bahwa kalimat dalam berita tersebut sama persis dan hanya beda di judul saja.

Disisi lain, berita-berita F1 yang asli yang ditulis oleh pemilik situs yang bersangkutan jumlahnya hanya sedikit, diantaranya Autosport, GPUpdate dan Crash. Untuk situs blognya beberapa nama cukup terkenal dan layak dipercaya sebagai referensi berita F1 yaitu F1fanatic, Manipe F1, RichardsF1, F1Times dan PortalF1.

Terkait masalah GMM ini, admin situs Sidepodcast dan Formula1Blog sempat berujar bahwa semuanya tergantung pada pembaca berita itu sendiri (dalam hal ini kita sebagai orang yang membacanya), apakah mau percaya begitu saja atau mencari sumber lain. Yang jelas menurut mereka tidak akan mungkin di masa off season (bulan Desember-Februari) berita F1 berkembang cukup banyak. Pihak-pihak GMM hanya membuat cerita isapan jempol yang seharusnya kita sebagai pembaca waspadai. Ya Anda benar, GMM memang turut membantu mempopulerkan F1 melalui konten beritanya setiap hari, tapi justru terlihat bahwa F1 itu penuh dengan politik sebagaimana isu-isu yang kerap ditulis oleh GMM.

Jadi bagi para admin di situs F1 yang “terkontaminasi” artikel buatan GMM, sebaiknya Anda semua segera berubah. Menulislah sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan Autosport, GPUpdate atau Crash. Kutiplah dari sumber terpercaya dan kita yakin situs F1 milik Anda-Anda tersebut akan laku keras. Jangan sampai berita F1 dari Inggris terlihat sama paradigmanya dari situs Arab dan situs AS karena yang membuat artikelnya sama.

Selama ada usaha dan selama wartawan yang bekerja di situs-situs berita F1 mampu menulis, kami yakin berita F1 akan beragam isinya, pandangannya luas dan macam-macam tidak searah seperti saat ini.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.