Top 20: Sinetron Fenomenal Indonesia

Adegan dalam sinetron Si Doel

Sekadar pengantar, sinetron singkatan dari sinema elektronik. Di Amerika sinetron disebut Soap Opera, TV Play atau TV Movie yang di sini akrab disebut FTV. Dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Istilah sinetron pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono, salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakata) dalam sebuah perbincangan dengan almarhum Teguh Karya.

Sejak kemunculan TV swasta 1990, — RCTI — tak butuh waktu lama, buat sinetron menjelma menjadi program yang sangat powerful. Dominasinya terus bertahan sampai sekarang. Sebelum era televisi swasta, TVRI pernah menayangkan beberapa sinetrion yang masih dikenang sampai sekarang, seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia, Keluarga Rahmat, Pondokan, Losmen, Jendela Rumah Kita, dll.

Tokoh utama di balik munculnya industri sinetron pada pada masa modern (baca, era televisi swasta) adalah Ram Punjabi lewat PT Tripar Multivisoon yang mendominasi selama lebih dari selama 15 tahun. Cerita sinetron juga terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman.

Satu waktu, sinetron yang ada didominasi cerita ala Warkop DKI, lalu berdasarkan novel, adaptasi dari Bollywood, Asia Timur, seperti Hong Kong, Korea dan Taiwan, serta Jepang, telenovela, dan terakhir mirip-mirip serial drama Korea.

Sinetron Siti Nurbaya

1. SITI NURBAYA (TVRI – 1980-an):
Dua puluh tahun lalu, TVRI memproduksi sinetron yang diangkat dari novel karya Marah Rusli ini. Di tangan Dedi Setiadi, Siti Nurbaya jadi salah satu sinetron yang sangat istimewa. Penampilan Novia Kolopaking sebagai gadis yang teraniaya sangat memikat. Pun begitu dengan Gusti Randa dan HIM Damsyik. Siti Nurbaya sudah menjalin cinta dengan Samsul Bahri (Gusti Randa). Hal itu juga diketahui orangtua Siti. Petaka datang ketika Datuk Maringgih (HIM Damsyik), orang kaya raya, melamar Siti untuk dijadikan sebagai istri ke-7. Orangtua Siti tak berdaya lantaran punya hutang yang tak bisa dilunasi. Betapa hancur hati Siti, tapi dia tak bisa melawan. Samsul Bahri yang berusaha membela, malah berakhir di penjara. Kisah cinta ini sebagaimana novelnya juga berlatar belakang adat Minangkabau.

2. GARA-GARA (RCTI – 1992):
Gara-gara lahir berkat kejelian Ram Punjabi (Multivision Plus) melihat peluang. Dia memproduksi Gara-Gara bersamaan dengan hadirnya RCTI tahun 1990 ketika para sineas layar lebar Indonesia dalam kebingungan. Kerangka Gara-Gara dicomot dari model tontonan film-film Warkop Dono Kasino Indro. Gara-gara dibesut sutradara Arizal yang jadi langganan film-film komedi, khususnya Warkop DKI. Tapi dia tidak menggaet Dono Kasino dan Indro, melainkan para personel lawak, Gideon, Jimmy dan Sion. Sebagaimana formula Warkop DKI, Ram memilih Lydia Kandou sebagai magnetnya. Lidya tidak sendiri. Ada Pietrajaya Burnama, HIM Damsyik, Dolly Marten dan Nani Wijaya. Gara-Gara berkisah tentang pasangan suami istri Jimmy (Jimmy Gideon) – Lydia (Lydia Kandou). Sebagai istri, Lydia kerap kesal lantaran Jimmy sering melakukan tindakan yang memalukan. Misalnya, menggoda pembantu rumah tangga sebelah rumah,tukang jamu, dll. Nah, Lydia yang semula diam saja, lama-lama melakukan perlawanan. Berbekal pengalaman, dia berhasil mendeteksi semua trik-trik Jimmy untuk melakukan tipu tipu. Namun sejatinya Jimmy dan Lydia, pasangan yang saling menyayangi satu sama lain. Gara-Gara ditayangkan di RCTI pada 4 Januari 1992. Kesuksean Gara-Gara menghilhami beberapa sinetron sejenis, seperti Lika-Liku Laki-Laki, Ada Ada Saja, Saling Silang, Kanan Kiri Oke, dll.

3. SI DOEL ANAK SEKOLAHAN (RCTI dan Indosiar – 1993-2006):
Si Doel Anak Sekolahan adalah mimpi Rano Karno yang menjadi kenyataan. Si Doel memang identik dengan Rano Karno. Dialah yang memerankan tokoh Si Doel dalam film Si Doel Anak Betawi yang disutradarai almarhum Syumandjaya. “Si Doel adalah obsesi saya. Selain mengangkat kehidupan masyarakat Betawi dengan segala pernik yang menjurus ke arah kurang baik, seperti pemalas, bodoh, tokoh Si Doel ingin mengubah mitos itu. Jujur saja, tokoh Si Doel panutan saya,” ujar Rano Karno dalam wawancara dengan Bintang pada Januari 1994.

Si Doel Anak Sekolahan berkisah tentang perjuangan pemuda Betawi bernama Doel (Rano Karno) dalam mengagapi cita-cita menjadi insinyur. Doel tinggal bersama Babenya (almarhum Benyamin Sueb), Nyaknya (Aminah Cendrakasih) dan Atun (adiknya). Dalam perjalanannya, Doel yang di kala senggang menarik oplet ini terlibat cinta segitiga dengan dua gadis berbeda latar belakang, Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesenaedi). Semula, Si Doel hanya diproduksi sebagai mini seri sebanyak 6 episode. Tapi sambutan yang luar biasa membuat Rano Karno memperpanjang, bahkan pernah diproduksi sampai Si Doel 5. Si Doel 1, 2 dan 3, ratingnya masih sangat bergigi. Sayang, begitu memasuki Si Doel 4, mulai kehilangan kendali. Tak apa, hal itu tak mengurangi signifikansi sinetron ini di ranah budaya pop kita. Selain itu, Si Doel melahirkan beberapa sosok yang kemudian jadi selebriti, seperti Maudy Koesnaedi dan Mandra. Tak ketinggalan Basuki dan Pak Tile. Si Doel Anak Sekolahan adalah Masterpiece-nya Rano Karno yang rasa-rasanya sulit terulang lagi.

Sinetron Tersanjung

4. TERSANJUNG (Indosiar – 1998-2005):
Ini dia sinetron dengan jumlah episode paling panjang-di masanya-dalam dunia pertelevisian Indonesia. Ditayangkan dari tahun 1998-2005 dengan lebih dari 360 episode. Saking panjangnya pada 27 Februari 2006, sampai dicatat MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diserahkan Jaya Suprana pada Ram Punjabi. Tersanjung bertutur tentang seorang gadis bernama Indah (Lulu Tobing) yang yatim piatu. Dia dibesarkan oleh keluarga Pak Kadis. Nah, istri Kadis, Rerno, ingin menjodohkan dengan Hendra. Tapi dalam perkembangan, Indah justru jatuh dalam pelukan Bobby (Raynold Surbakti) yang berakibat pada kehamilan Indah. Padahal tanpa sepengetahuan Indah, Bobby sudah dijodohkan dengan Mia. Ketika meminta pertanggungjawaban Bobby, Indah justru diusir Suryodibroto, ayah Bobby. Indah putus asa. Di puncak keputuasaan, Indah nekad bunuh diri. Seorang wanita bernama Yayuk menyelamatkan hidup Indah yang lalu memberinya pekerjaan. Seorang pekerja bernama Rama (Ari Wibowo) jatuh cinta pada Indah. Keduanya lalu menikah. Beberapa lama kemudian, Indah melahirkan bayi laki-laki yang dinamani Dandy.Rama menganggap Dandy sebagai darah dagingnya sendiri. Suatu hari, Bobby datang dan lalu merebut Dandy dari tangan Indah dan Rama. Inilah percikan yang kemudian membuat cerita melebar ke mana mana. Sinetron yang ditayangkan pertama kali pada 10 April 1998 dan disutradarai Vasant R. Patel asal India ini, diangkat berdasarkan skenario yang ditulis Deddy Armand. Selain Ari dan Lulu, sinetron ini juga dibintangi Anwar Fuady, Yatie Octavia, Robby Sugara, dll.

5. JIN DAN JUN (RCTI – 1996-2001):
Lewat sinetron yang disutradarai Arizal inilah, nama Sahrul Gunawan melambung di dunia hiburan tanah air. Alul, begitu panggilan akrabnya, yang mengawali karier sebagai penyanyi kemudian – karena sinetron ini-justru dikenal sebagai pemain sinetron. Jin dan Jun mengisahkan petualangan Junaidi (Sahrul Gunawan) bersama jin dan ditemukannya di Laut Kidul. Suatu hari, Junaidi menemukan sebuah botol di sela-sela batu karang. Karena penasaran, Junaidi lantas membuka botol itu. Tak dinyana dari dalam botol itu keluar asap biru. Tiba-tiba sosok Jin berdiri di depan Junaidi. Usia Jin ini sekitar 300 tahun. Merasa telah dibebaskan oleh Junaidi, sejak saat itu Om Jin, panggilan akrabnya, mengabdi pada Junaidi. Dimulailah petulangan seru Junaidi dan Om Jin. Kesuksesan sinetron ini lantas melahirkan banyak sinetron sejenis. Ada Jinny Oh Jinny, Tuyul dan Mbak Yul, dll. Mira Asmara, Misye Arsita dan Fuad Baradja ikut mendukung sinetron yang ditayangkan perdana pada 14 Mei 1996 di RCTI ini.

6. JANJIKU (RCTI – 1996):
Setelah Si Doel Anak Sekolahan 3, RCTI membuat langkah berani dengan menayangkan Janjiku produksi Multivision Plus. Berisiko memang, mengingat Si Doel Anak Sekolahan 1, 2 dan 3, selalu berada di puncak rating dengan pendapatan iklan yang fantastis. Apalagi Si Doel tak hanya dibicarakan penonton, tapi juga pemerhati hingga kritikus. Janjiku dikerjakan sineas lokal dengan sineas asal India. Ram kembali dengan jurus ampuhnya, mendapuk bintang tenar Paramitha Rusady sebagai pemeran utama. Kalau di sinetron sebelum-sebelumnya, banyak bercerita tentang balas dendam, Ram menugaskan Zara Zetira membuat sinetron berlatar dendam tapi tak habis habisan, melainkan perjuangan seorang ibu dengan penuh haru. Ternyata formula ini sukses besar. Nama Paramitha makin berkibar sebagai divanya sinetron Indonesia. Cerita Janjiku bertumpu pada seorang wanita bernama Laras (Paramitha Rusady), seorang guru seni di sebuah SD. Sejak kedua orangtuanya meninggal, Laras tinggal dengan kakeknya, Pak Budaya (TB Maulana Husni). Di pesta ulang tahun muridnya, Laras diganggu seorang pria bernama Jimmy (Raynold Surbakti). Laras marah dan lalu menamparnya. Jimmy yang anak mama dari keluarga kaya raya merasa dipermalukan. Dia pun menaruh dendam pada Laras. Keduanya bertemu lagi dalam kesempatan yang tak terduga. Pak Hadi (Abe Fauzi), ayah Jimmy ternyata bekas mahasiswa kesayangan Pak Budaya. Dari pertemuan ini muncul gagasan untuk menjodohkan Laras dengan Jimmy. Berita itu disambut Jimmy dengan penuh suka cita. Jimmy hendak menjadikan pernikahannya dengan Laras sebagai ajang balas dendam. Penampilan Paramitha Rusady yang penuh air mata akibat kekejaman ibu mertuanya banyak dipuji.

Sinetron Keluarga Cemara

7. KELUARGA CEMARA (RCTI – 1995-2001):
Aswendo, sosok di balik kehebatan sinetron ini. Keluarga Cemara diangkat dari cerita bersambung di majalah remaja HAI (sudah dinovelkan juga) yang juga ditulis Arswendo. Arswendo pula yang menulis sekaligus memproduksi juga penasihat produksi sinetron ini. Hasilnya? Dia menuai pujian dari semua kalangan. Keluarga Cemara menceritakan kisah keluarga Abah (Adi Kurdi) dan Emak (Novia Kolopaking, sebelum digantikan Aneke Putri-red) beserta ketiga anaknya, Euis, Agis dan Ara. Meski hidup sederhana, Abah dan Emak selalu menenamkan pentingnya pendidikan kejujuran dalam keluarga. Abah digambarkan sebagai kepala keluarga yang hangat, sabar dan penuh teladan bagi istri dan ketiga anaknya. Meski sering dijahatin orang lain, Abah selalu sabar dan tabah. Begitu juga sikap yang ditanamkan pada ketiga anaknya. Di tengah gempuran sinetron yang menjual mimpi, begitu kata banyak orang, Keluarga Cemara memberikan warna baru. Pendeknya, Keluarga Cemara replika keluarga ideal yang penuh sayang meski hidup serba pas-pasan.

8. SARANA ANGKUTAN RAKYAT (RCTI – 1997):
Salah satu karya dari Rano Karno yang menceritakan tentang perjuangan seorang guru bernama Pak Sarmun. Pak Sarmun selain menjadi guru juga nyambi menjadi tukang ojek. Hal ini dia lakukan untuk menghadapi tantangan biaya hidup di Jakarta yang tidak main-main. Terkadang banyak cemoohan dari tetangga, rekan guru, dan orang tua wali murid Pak Sarmun karena profesi gandanya ini. Namun Pak Sarmun tidak terlalu memusingkan hal itu. Baginya yang penting dia telah menjalani perannya sebagai guru dengan baik dan tidak memakan uang yang tidak jelas.

Di sinetron inilah kita bisa melihat betul kualitas acting dari Basuki dan Nunung (keduanya jebolan Srimulat). Mungkin banyak orang akan beranggapan kalau Basuki dan Nunung hanya bisa dan handal memerankan peran banyolan saja. Tapi di sinetron ini kita hanya akan melihat Basuki dan Nunung yang lain. Di sinetron ini peran mereka serius sekali dan berbeda dari biasanya.

9. SI MANIS JEMBATAN ANCOL (RCTI/Indosiar – 1996-1998):
Tahun 1996, layar televisi dikejutkan munculnya 2 sinetron horor komedi berjudul serupa, Kembalinya Si Manis Jembatan Ancol (KSMJA, RCTI) dan Mariam, Si Manis Jembatan Ancol (MSJA,Indosiar). KSJA dibintangi Diah Permatasari, sementara MSJA dibintangi Kiki Fatmala. Lucunya, di kedua sinetron itu muncul Ozzy Syahpura yang sama sama bereran sebagai setan banci gundul. KSMJA diproduseri Herry Topan dengan sutradara Tommy Burnama, sedang MSJA disutradarai Atok Suharto. Perlu diketahui bahwa Atok adalah mantan duet Herry Topan dalam melahirkan Si Manis Jembatan Ancol versi pertama yang ditayangkan RCTI. Kedua sinetron ini sebenarnya remake dari film layar lebar berjudul Si Manis (PT Sarinande Films) tahun 1975. Ceritanya tentang kemalangan Mariah (Lenny Marlena). Sebelum menikah dengan seorang tukang sado bernama Husin (Farouk Afero), Mariah sudah pacaran dengan John (Kris Biantoro). John lantas meneror Husin. Mariah yang merasa bersalah melarikan diri. Di tengah jalan, dia perkosa dan lalu dibunuh para penjahat. Mayatnya ditemukan di kali Ancol. Mariah biasanya muncul saat bulan purnama. Sementara sinetron KSJA maupun MSJA sama sama berbalut komedi. Sejak kemuculan kedua sinetron ini muncul beberapa sinetron horor berbalut komedi.

Sinetron Aku Ingin Pulang

10. AKU INGIN PULANG (SCTV – 1999):
Tahun 1999, tahun berkah buat Krisna Mukti. Setelah berkecimpung di dunia hiburan selama 13 tahun, akhirnya Krisna didapuk jadi pemeran utama. Tidak tanggung-tanggung, sinetron yang diperankannya sukses besar. Ya, lewat peran Wahyu di sinetron Aku Ingin Pulang, Krisna menempatkan dirinya di jajaran atas bintang sinetron Indonesia. Sinetron ini juga membuktikan, Cornelia Agatha mampu melepaskan diri dari bayang bayang tokoh Sarah di Si Doel Anak Sekolahan. Dia bermain apik sebagai Ranti. Penampilan pendatang baru Cheche Kirani yang berperan bagus sebagai Lilis menambah daya dobrak AIP. Belum lagi “keberingasan” Mieke Wijaya memerankan Bu Brata yang memerankan mertua licik dan kejam.

AIP menceritatakan konflik percintaan antara Wahyu, Lilis dan Ranti. Ranti sudah berpacaran dengan Ranti, tapi orangtuanya meminta menikahi Lilis. Yang terjadi kemudian adalah bencana. Konflik cinta yang berbelit, perselingkuhan dan pembunuhan mewarnai sinetron ini. Wahyu mengalami petaka karena disiram air keras oleh Bu Brata, mertuanya. Kekuatan tema dan akting para pemainnya jadi keunggulan sinetron ini. Sayang, di episode 58, Krisna Mukti mundur dan lalu digantikan oleh Teddy Jonathan.

Sinetron Lorong Waktu

11. LORONG WAKTU (SCTV – 1999-2006):
Salah satu sinetron religi bulan Ramadhan yang cukup fenomenal, yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1999 di SCTV. Diproduksi oleh Deddy Mizwar melalui rumah produksinya, Demi Gisela Citra Sinema, sinetron ini sukses merebut hati para penonton dalam enam musim penayangannya. Cerita diawali Addin (Adjie Pangestu, Dicky Chandra, Hefri Olifian), seorang anak yatim piatu yang dijadikan anak angkat oleh Haji Husin dan kemudian disekolahkan baik sekolah agama maupun sekolah formal sehingga ia menjadi ustadz yang intelek dan paham mengenai teknologi informasi. Ia kemudian menemukan sebuah mesin waktu yang dapat mengantarnya bepergian lintas waktu hanya dengan sekali tekan tombol enter saja. Pemeran lain yang muncul dalam sinetron ini adalah Zidan (Jourast Jordy), Havid (Opie Kumis), Sabrina (Christy Jusung, Aditya Novika, Zaskia Mecca), dan masih banyak lagi.

12. MISTERI GUNUNG MERAPI (Indosiar – 1998-2004):
Sinetron ini juga remake dari film layar lebar berjudul sama yang diproduksi tahun 1989. Misteri Gunung Merapi berkisah tentang sepak terjang Sembara dalam menyelamatkan kekasihnya, Farida, dari ancaman Mardian, manusia harimau. Versi filmnya, MGM dibintangi Fendy Pradana, Ida Iasha, Baron Hermanto, dll. Nah, sinetron MGM tetap berpijak dari cerita layar lebarnya, meski terdapat pengembangan di sana-sini lantaran episodenya yang sangat panjang. Sembara versi sinetron diperankan Marcellino, Farida oleh Yuni Sulistyawati, sementara Nenek Lampir oleh Farida Pasha. Farida di versi layar lebar juga berperan sebagai Nenek Lampir. MGM mampu menyeruak di tengah dominasi sinetron drama. Bahkan beberapa saat lamanya berada di peringkat pertama rating mengungguli Tersanjung. MGM pula yang lantas mengilhami munculnya sinetron-sinetron laga klasik macam Angling Dharma, Dendam Nyi Pelet, Jaka Gledek, Prahara Prabu Siliwangi, Misteri Nini Pelet, dll. Genta Buana, rumah produksi yang memproduksi sinetron ini, membuat set khusus di Bumi Perkemahan Cibubur selama bertahun-tahun.

13. DOAKU HARAPANKU (RCTI – 1995):
Doaku Harapanku pioner sinetron Ramadhan. Ahmad Yusuf, sang sutradara, adalah kreatornya. Sinetron ini berkisah tentang pasangan Anisa (Kris Dayanti) dan Andika (Dicky Wahyudi). Pernikahan mereka tak direstui oleh ibu tiri Andhika, Lela (Leily Sagita). Lela khawatir, Anisa akan menguasai harta dan seluruh kekayaan Andhika. Suatu ketika, Andhika mengalami kecelakaan lalu lintas. Lela yakin, Andhika meninggal dunia, tapi Anisa berpikir sebaliknya. Lela marah saat membaca surat wasiat Andhika yang menyebut Anisa sebagai pewaris seluruh harta. Tak terima, selain terus memusuhi, Lela memasukkan Anisa ke rumah sakit jiwa. Kesuksesan sinetron ini lantas ditandai munculnya beberapa sinetron sejenis, seperti Doa Membawa Berkah, Hikmah, dll.

14. WAH CANTIKNYA (SCTV – 2000-2002):
Di sinetron inilah Anjasmara menunjukkan diri sebagai pemain sinetron dengan akting jempolan. Bukan hanya itu, berkat dia pula tokoh Cecep yang diperankannya jadi sangat terkenal. Ya, lewat sinetron Wah Cantiknya!!! garapan Ahmad Yusuf, Anjasmara menjelma menjadi salah satu bintang sinetron papan atas. Saking suksesnya, Wah Cantiknya!!! dibuat 3 sekuelnya. Kehadiran Tamara Bleszynski sebagai Kartika jadi hiburan tersendiri. Wah Cantiknya!!! mengisahkan pemuda bernama Cecep yang memiliki keterbelakangan mental, tapi berhati mulia. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantuk Emak (Nani Wijaya), Cecep bekerja sebagai kuli angkut. Suatu hari, Cecep bertemu Kartika yang tengah bingung mencari calon suami. Oleh surat wasiat ayahnya, Pak Wiryo, Kartika mesti menikah setelah 6 bulan kematiannya. Begitu melihat Cecep, Kartika dan tantenya sepakat menjadikan Cecep sebagai suami dengan harapan gampang dikibuli. Setelah Wah Cantiknya!!! banyak bermunculan sinetron sejenis. Salah satu yang sukses, Si Yoyo.

15. JANGAN ADA DUSTA (SCTV – 2002-2003):
Produksi lainnya dari Persari Film di tahun 2002. Sinetron ini menggabungkan budaya Jakarta (Betawi) dengan budaya Jawa. Bahkan sebagian lokasi syutingnya berada di kota Jogjakarta. Sinetron ini berkisah tentang cinta segitiga antara Inneke Koesherawati, Aji Pangestu, dan Rico Tampatty. Kisah diawali seorang suami (Rico Tampatty) yang terlanjur menceraikan istrinya berbalik sadar kalau sebenarnya istrinya itu (Inneke) adalah wanita yang tepat baginya. Sehingga dia berusaha keras agar mencari cara untuk bisa menikahi istrinya itu. Untuk itu dia mencoba mengakali aturan agama, dengan cara meminta Istrinya untuk menikah dengan salah seorang temannya (Aji Pangestu). Pernikahan ini dalam perjanjian dilakukan dalam beberapa bulan, dan setelah itu Aji Pangestu diminte menceraikan Inneke agar Rico dapat menikahinya lagi. Namun dalam perjalanannya Aji dan Inneke jatuh cinta betulan. Mereka pun memutuskan untuk mempertahankan pernikahan yang awalnya cuman unuk akal-akalan itu.

Sinetron Kecil-Kecil Jadi Manten

16. KECIL-KECIL JADI MANTEN (RCTI – 2002-2003):
Ini kisah tentang cewek Betawi bernama Rohaye (almarhumah Sukma Ayu) yang tergila-gila pada bintang sepakbola asal Brasil, Ronaldo. Meski cewek, dia juga gemar tawuran melawan para cowok. Kedua orangtuanya, Mpok Mun dan Bang Rojali, pusing memikirkan Rohaye yang sulit diberi pengertian. Bang Rojale ingin sekali anaknya jadi cewek normal. Oleh sebab itu, dia berniat menjodohkan dengan anak salah satu tetangga yang jualan mie ayam, Amen. Rohaye dijodohkan dengan Ongky, anak Amen, yang justru lemah-gemulai. Sinetron ini mencuatkan Sukma Ayu dan Farid Syah Fikri. Kecil-Kecil Jadi Manten ditayangkan pada 14 Desember 2002 dan disutradarai Yazman Yazid. Sinetron ini remake dari film layar lebar dengan judul Kecil-Kecil Jadi Penganten produksti tahun 1987. Filmnya yang disutradarai Hengky Solaiman, dibintangi Richie Ricardo (almarhum) dan Firda Razak (Firdha Kusher-red).

17. RAHASIA ILAHI (TPI – 2004-2008):
Sinetron ini berkisah tentang siksaan menghadapi sakaratul maut karena perbuatan dosa semasa hidup. Kisah-kisah sinetron ini diambil dari majalah Hidayah yang banyak memuat cerita tentang siksa menjelang ajal. Tak seperti sinetron relegius yang sudah ada, sinetron ini ditutup oleh seorang ustad untuk mengambil hikmah dari tayangan tersebut. Didi Ardiansyah, Produser pelaksana dari Kep Media, pembuat sinetron inilah yang berjasa mewujudkan tayangan yang kemudian sangat digemari sekaligus meransang para PH lain membuat tayangan serupa. Maka bermunculanlah sinetron sejenis, seperti Takdir Ilahi, Hidayah, Astagfirullah, dan lain-lain. Berkat sinetron ini pula, TPI berjaya sebagai televisi nomor satu.

Sinetron Bajaj Bajuri

18. BAJAJ BAJURI (TransTV – 2002-2007):
Bajaj Bajuri boleh dibilang telat terkenal. Semula, banyak yang memandang sebelah mata atau menonton sekenanya. Tapi lama kelamaan kualitas Bajaj Bajuri pula yang menyadarkan pemirsa, betapa sinetron komedi ini luar biasa. Bajaj Bajuri berkisah tentang Bajuri (Mat Solar) yang hidup pas-pasan sebagai penarik bajaj. Tinggal dengan istrinya, Oneng (Rieke Diah Pitaloka) dan mertuanya yang jahil, Mak (Nani Wijaya). Konflik di tayangan ini bukan pada harta warisan, cinta maupun perselingkuhan, tapi pada karakter dan cara pandang terhadap sesuatu dalam menyelesaikan masalah. Ceritanya dari kehidupan sehari-hari dengan bumbu humor yang segar. Kasting para pemain yang cocok menambah daya tarik sinetron yang dikreatori Aris Nugraha ini.

Sinetron Para Pencari Tuhan

19. PARA PENCARI TUHAN (SCTV – 2007-2011):
Deddy Mizwar memperlihatkan kejeliannya dalam memotret persoalan sosial di kalangan bawah. Kritik-kritik sosial yang dilontarkan juga mengena dan up to date. Selain itu humor-humor yang mereka pakai tidak terkesan murahan bahkan malah sangat cerdas dan sarat pesan yang membangun. Hal lainnya dari PPT yang mungkin tidak dimiliki oleh sinetron lain adalah soal kekayaan ceritanya. Hampir semua karakter dalam sinetron ini tidak ada satupun yang terbuang percuma. Mulai dari hansip, tukang sayur, orang miskin desa, pak rt, pak rw, sampai penggemar karambol semua diberi porsi cerita. Dan hebatnya porsi cerita dari peran pembantu tadi tidak sampai merusak inti cerita utama, justru semakin memperkaya dan melengkapi.

Para Pencari Tuhan bercerita tentang kehidupan seorang merbot (penjaga mushala) bernama Bang Jack (Deddy Mizwar) dan ketiga muridnya yang mantan narapidana yaitu Chelsea (Melki Bajaj), Barong (Aden Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj). Setelah keluar dari penjara, Barong diusir dari komplotan curanmor lantaran sering menyanyi di pengadilan. Setali tiga uang, Juki yang mantan copet, ditolak mentah-mentah saat kembali ke rumah ibunya. Nasib Chelsea agak berbeda. Ketika akan mengajak rujuk kembali dengan mantan istrinya, Marni (Anggia Jelita). Ternyata sang istri sudah menikah dengan Sumarno, polisi yang menjebloskannya ke penjara. Dari sana ketiga anak muda ini berjalan tanpa arah sampai akhirnya tiba di sebuah musholla dan bertemu dengan Bang Jack hingga akhirnya Bang Jack mendidik ketiga pemuda tadi dengan pendidikan agama.

20. CINTA FITRI (SCTV dan Indosiar – 2007-2011):
Fitri Rahayu (Shireen Sungkar) gadis asal Wonogiri yang hendak pindah ke Jakarta untuk berkenalan dengan keluarga Firman (Rizky Hanggono), calon suaminya. Sayang Firman meninggal karena kecelakaan sebelum Fitri tiba di Jakarta. Fitri yang shock menarik perhatian Aldo (Adly Fayruz), adik Firman. Aldo memiliki pesaing, Farel Emeraldi Hutama (Teuku Wisnu) yang juga atasan di kantor tempatnya bekerja. Masalah diperumit dengan kehadiran Mischa (Dinda Kanyadewi), mantan kekasih Farel. MD Entertainment membagi Cinta Fitri menjadi 7 season. Jeda antar season mulai 1-4 bulan. Namun tetap dinantikan penonton. Usai MD Entertainment-SCTV putus kerjasama, Cinta Fitri pindah ke Indosiar. Cinta Fitri mengumpulkan 3 piala SCTV Awards (Program Paling Ngetop 2008, 2009, 2010) dan 2 piala Panasonic Awards (2009, 2010). Sinetron berjumlah 1002 episode ini juga diakui MURI sebagai sinetron terpanjang, tayang mulai 26 Maret 2007-8 Mei 2011.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Umum dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.