Zona Memori: Austria 2003 – Ketika Schumi Menggila…

Podium GP Austria 2003

ARSIP CBN – Michael Schumacher secara dramatis berhasil menang di Sirkuit A1-Ring Austria, Minggu (18/5). Dua kali start diulang, masuknya safety car, dan nyaris terbakarnya mobil Ferrari yang dikemudikannya merupakan beberapa kejadian dramatis yang mengantar Schummy memenangi GP-nya yang ke-67 sepanjang kariernya.

Kemenangan di Austria ini sekaligus merupakan hat-trick bagi Schumacher meski tahun lalu kemenangannya dinilai kontroversial dengan team order yang dilakukan rekan setimnya.

GP Austria dimulai dengan diulangnya proses start sebanyak dua kali. Penyebab dari restart ini adalah problem elektronik yang dua kali dialami oleh pembalap Toyota, Cristiano Da Matta.

Proses pengulangan start ini mau tidak mau menyebabkan mekanik tim-tim yang berlomba untuk bekerja keras menjaga kestabilan mobil-mobilnya sehingga dapat start dan akhirnya mengikuti perlombaan dengan baik. Dengan problem yang dihadapi, Da Matta harus rela untuk mengawali perlombaan dari urutan buncit.

Segera setelah start dimulai, Juan Pablo Montoya berhasil mendahului Kimi Raikkonen untuk menempel ketat Schummy yang berada di pimpinan lomba. Sementara itu Raikkonen sendiri harus berada di bawah tekanan Rubens Barrichello yang sangat berambisi untuk menang di Austria setelah tahun lalu kemenangannya dirampas Schummy di lap terakhir. Nampak bahwa lomba akan berjalan dengan keras dan ketat.

Namun tak lama berselang, safety car memasuki lintasan untuk memandu pembalap karena salah seorang pembalap Minardi, Jos Verstappen, mengalami kerusakan mesin dan meninggalkan beberapa masalah di lintasan. Sampai lap ke-6 para pembalap ini harus mengikuti safety car sebagai panduan mereka.

Ada kejadian menarik pada saat safety car memimpin jalannya lomba, yaitu ketika Montoya mengacungkan tangan tanda tidak suka dengan ulah Schumacher yang menurutnya memperlambat mobilnya sehingga itu mengganggunya.

Jalannya perlombaan menjadi sangat ketat setelah itu, terutama persaingan yang dipertunjukkan oleh Kimi Raikkonen dan Rubens Barrichello dalam mengamankan posisi masing-masing. Dalam perlombaan, hal menarik lain yang juga sangat menyita perhatian adalah kesalahan yang dilakukan oleh team Ferrari saat kedua pembalap mereka melakukan pitstop pertama.

Saat Barrichello masuk pitstop, nampak bahwa bagian pengisian bahan bakar team Ferrari seperti tidak siap untuk segera melakukan tugasnya sehingga waktu pitstop Barrichello mencapai 19.8 detik. Sementara giliran Schummy pitstop, kejadian yang membahayakan terjadi yaitu dengan terbakarnya selang pengisian bahan bakar team Ferrari sehingga sempat menimbulkan kepanikan di team Ferrari.

Di sinilah kehebatan dan ketenangan seorang Schumacher terlihat. Dia tidak terlihat mengalami kepanikan bahkan pada saat sekitar tangki mobilnya terbakar pada saat pengisian bahan bakar.

Juga pada saat sedikit hujan mengguyur sebagian sirkuit sehingga menjadi basah. Meski sempat tergelincir dan oleng, Schummy dengan dingin berhasil menguasai mobilnya untuk melanjutkan perlombaan.

Meski sempat berada di posisi ke-2 setelah kejadian pitstop pertama di belakang Montoya, Schummy dengan sabar akhirnya berhasil kembali memimpin perlombaan. Problem mesin yang dialami oleh Montoya secara tidak langsung ikut andil melicinkan jalan Schummy menggapai gelarnya di Austria ini.

Sementara itu, Kimi Raikkonen, setelah terlibat persaingan yang sengit dengan Barrichello, menyelesaikan lomba dengan selisih waktu 3.362 detik di belakang Shummy. Barrichello harus puas berada di urutan ke-3, disusul oleh Jenson Button yang mengendarai BAR Hondanya di tempat ke-4. Berada di posisi ke-5 dan ke-6 adalah David Coulthard dan Ralf Schumacher.

Dari klasemen umum pembalap, Kimi Raikkonen masih berada di urutan teratas dengan 40 point. Menyusul di belakangnya dengan selisih 2 poin adalah Michael Schumacher, diikuti Ruben Barrichello 26 poin, Fernando Alonso 25 poin, dan David Coulthard 23 poin.

Untuk klasemen konstruktor, Ferrari dengan kemenangan di Austria ini memimpin dengan nilai 64, ditempel ketat oleh McLaren dengan 63 poin. Sementara team Renault dan Williams BMW sama-sama mengumpulkan nilai 35 dan berada di urutan ke-3 dan ke-4.

Austrian Grand Prix
POLE: M.SCHUMACHER 1’08.337

Pos. No Driver Team Gaps/Lap
1. 1 M.SCHUMACHER Ferrari 1h 24’04″888
2. 6 RAIKKONEN McLaren Mercedes +0’03″362
3. 2 BARRICHELLO Ferrari +0’03″951
4. 17 BUTTON BAR Honda +0’42″243
5. 5 COULTHARD McLaren Mercedes +0’59″740
6. 4 R.SCHUMACHER Williams BMW 1 lap(s)
7. 14 WEBBER Jaguar Cosworth 1 lap(s)
8. 7 TRULLI Renault 1 lap(s)
9. 15 PIZZONIA Jaguar Cosworth 1 lap(s)
10. 21 DA MATTA Toyota 1 lap(s)
11. 12 FIRMAN Jordan Ford 1 lap(s)
12. 16 VILLENEUVE BAR Honda 1 lap(s)
13. 18 WILSON Minardi Cosworth 2 lap(s)
14. 11 FISICHELLA Jordan Ford 9 lap(s)
15. 9 HEIDFELD Sauber Petronas 23 lap(s)
16. 8 ALONSO Renault 25 lap(s)
17. 3 MONTOYA Williams BMW 37 lap(s)
18. 20 PANIS Toyota 63 lap(s)
19. 10 FRENTZEN Sauber Petronas 69 lap(s)

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , . Tandai permalink.