Zona Memori: Jepang 2003 – Forza Schumi, Nestapa Kimi

Schumacher finis kedelapan di Jepang yang mengantarnya menjadi juara dunia.

Arsip Suara Merdeka – Pembalap Ferrari Michael Schumacher memecahkan rekor sebagai juara dunia Grand Prix Formula Satu dengan menjadi juara keenam kali di Suzuka Jepang, Minggu (12/10), kendati prestasi yang diraihnya di sirkuit tersebut merupakan yang terburuk selama musim ini. Pembalap asal Jerman itu finis di urutan delapan, namun itu sudah cukup untuk mengantarkannya ke tangga juara dunia keenam kali, melampaui rekor pembalap legendaris Argentina Juan Manuel Fangio yang lima kali juara dunia pada 1950-an.

Satu-satunya saingan Schumacher dalam perebutan gelar, Kimi Raikkonen, pada seri terakhir ini hanya menjadi runner-up. Untuk menghambat Schumacher merebut gelar, Raikkonen yang baru mengumpulkan 83 poin harus memenangi lomba dan berharap pembalap Jerman itu gagal menambah poin. Sebelum lomba, Schumi sudah mengantongi modal 92 angka.

Namun, seri terakhir itu ternyata dimenangi rekan satu tim Schumacher dari Ferrari, Rubens Barrichello yang mampu menahan pembalap McLaren-Mercedes Raikkonen dan David Coulthard untuk berada pada posisi kedua dan ketiga. Padahal, untuk menyusul perolehan angka Schumi, Raikkonen tidak boleh tidak harus juara di GP Jepang. Dengan hanya menempati posisi runner up, dia mesti rela mengubur impiannya merebut gelar dari tangan Schumecher. Kemenangan Barrichello sekaligus menghasilkan gelar konstruktor bagi Ferrari.

Sangat Ketat
Ketua teknik Ferrari Ross Brawn mengatakan, lomba hari itu berjalan amat ketat. “Rubens melakukan tugas dengan fantastis dan Michael lebih santai. Ini merupakan tahun yang ketat dan perlu waktu dalam satu tahun ketika kami tidak tahu apakah mampu melakukan hal itu lagi. Tapi pada tiga lomba terakhir para pembalap kami cukup mengesankan,” kata Brawn.

Schumacher harus berjuang keras untuk menjamin gelar, dengan hanya unggul dua poin dari pembalap Finlandia Raikkonen di klasemen akhir.

Dengan start pada urutan ke-14 dalam grid, Schumi mengawali lomba terburuknya sejak 1995. Dia bahkan melorot ke urutan 19 ketika masuk pit stop lebih awal untuk mengganti bagian depan mobilnya yang bersenggolan dengan pembalap BAR-Honda Takuma Sato.

Pada lap-lap akhir, dia berusaha keras menghadapi tantangan dari adiknya Ralf Schumacher yang bergabung dengan Williams-BMW. Schumi tampak bekerja keras untuk menyalip Ralf. Adik Schumi ini akhirnya kehilangan banyak waktu ketika mobilnya melintir setelah bersenggolan dengan bagian belakang mobil Ferrari.

Barrichello, yang start di posisi terdepan, melejit mulus sejak pole. Kendati sempat kehilangan posisi terdepan untuk beberapa saat karena direbut Juan Pablo Montoya dari Williams pada lap pertama, dia mampu kembali memimpin pada lap ke-10 ketika pembalap Kolombia itu harus meninggalkan lintasan karena mengalami gangguan teknis.

Pada lomba Minggu itu, Jenson Button dari tim BAR-Honda berada pada posisi keempat, Jarno Trulli dari Renault pada urutan kelima, Sato keenam, sementara pembalap tim Toyota Cristiano da Matta pada posisi ketujuh.

Hasil 10 Besar GP Jepang 2003:
1. Rubens Barrichello (Brasil/Ferrari) 1 jam 25 menit 11,743 detik
2. Kimi Raikkonen (Finlandia/McLaren-Mercedes) 1:25: 22,085
3. David Coulthard (Inggris) McLaren-Mercedes 1:25:22,614
4. Jenson Button (Inggris) BAR-Honda 1:25:44,106
5. Jarno Trulli (Italia) Renault 1:25:45,269
6. Takuma Sato (Jepang) BAR-Honda 1:26: 02,692
7. Cristiano Da Matta(Brazil) Toyota 1:26: 07,794
8. Michael Schumacher (Jerman) Ferrari 1:26:10,487
9. Nick Heidfeld (Jerman) Sauber-Petronas 1:27:00,159
10.Olivier Panis (Perancis) Toyota 1:27:01,844

Klasemen akhir 10 Besar Pembalap:
1. Michael Schumacher (Jerman) 93 poin
2. Kimi Raikkonen (Finlandia) 91
3. Juan Pablo Montoya (Kolombia) 82
4. Rubens Barrichello (Brazil) 65
5. Ralf Schumacher (Jerman) 58
6. Fernando Alonso (Spanyol) 55
7. David Coulthard (Inggris) 51
8. Jarno Trulli (Italia) 33
9. Jenson Button (Inggris) 17
10. Mark Webber (Australia) 17

Klasemen akhir 5 Besar Konstruktor:
1. Ferrari 158 poin
2. Williams-BMW 144
3. McLaren-Mercedes 142
4. Renault 88
5. BAR-Honda 26

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.