Ulasan: James Bond 007 – On Her Majesty’s Secret Service (1969)

Sampul DVD On Her Majesty's Secret Service

Dengan pengecualian pada salah satu aspek produksi, On Her Majesty’s Secret Service sebenarnya adalah salah satu film terbaik seri James Bond. Film ini berisi beberapa elemen cerita dan adegan dari kisah perjalanan James Bond yang humanis dan menyenangkan, sebuah kisah cinta menyentuh, dan subplot yang bagus yang mengantar Agen 007 ke sebuah persimpangan jalan (dan bahkan mengancam untuk mengundurkan diri dari keanggotaan aktif sebagai agen rahasia). Masalah utama di film ini adalah pada pemerannya itu sendiri. Sean Connery baru saja mengundurkan diri dan produser Albert R. Broccoli dan Harry Saltzman kesulitan menemukan penggantinya. Saat itu ada beberapa calon baru, diantaranya Roger Moore dan Timothy Dalton, namun karena satu dan lain hal produser akhirnya memilih seorang model bernama George Lazenby, sebuah pilihan yang salah karena sekalipun skenarionya bagus, film ini menjadi hambar dengan seorang aktor non-Britania Raya.

Pada awalan On Her Majesty’s Secret Service, film dibuka dengan pengenalan sosok Lazenby. Pada awalnya, kita tidak melihat wajahnya -hanya bagian penuh badan lewat tembakan di adegan gun barrel. Lagu “James Bond Theme” kemudian dimainkan. Walau bagaimanapun tidak ada keraguan siapa yang saat itu ada di layar. Kemudian, setelah berjuang menolong seorang wanita di pantai wajah Lazenby akhirnya terlihat dan ia sebagai Bond membuat perkataan yang akan membuat kita mengenang Sean Connery: “Ini tidak pernah terjadi pada orang lain.” Kemudian, Moneypenny menyatakan bahwa James Bond masih sama seperti yang dulu lewat ucapan: “James masih sama.”

Lazenby sebetulnya dapat menangani dan memerankan Bond dengan baik, tetapi ia terlalu kaku dan tidak karismatik, terbukti dari sosoknya yang menunjukkan sedikit gaya dan pesona yang menandai interpretasi yang berbeda jauh dari Sean Connery. Lebih buruk lagi, Lazenby tampaknya sengaja meniru pendahulunya tersebut (kesalahan yang kelak juga akan Roger Moore lakukan dalam Live and Let Die), yang hanya mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang hilang dari James Bond.

OK, kita sudah terlalu banyak mengkritik Lazenby, mari kita lihat film On Her Majesty’s Secret Service secara lebih dalam. Ini adalah satu-satunya film yang menceritakan James Bond jatuh cinta secara dalam. Ia jatuh cinta pada seorang putri aristokrat bernama Teresa di Vicenzo atau biasa dipanggil Tracy (Diana Rigg). Sebenarnya ayah Tracy yaitu Draco (Gabriele Ferzetti) sendiri masih ada hubungannya dengan sebuah organisasi kejahatan karena ia terlilit hutang cukup besar, namun usai Bond menyelamatkan Tracy dan membayar lunas hutang tersebut, Draco berterima kasih pada Bond dan kemudian mencoba mengangkat Bond sebagai menantu. Bond pun -yang dikenal oleh Moneypenny sebagai dingin dan penuh tipuan- akhirnya jatuh hati pada Tracy.

Asmara antara Bond dan Tracy terjadi di 45 menit awal film, serta di 15 menit terakhir. Walaupun keduanya terbilang debutan untuk film James Bond, kepekaan pasangan Bond (Lazenby)/Tracy (Rigg) terbilang mengejutkan. Rigg melakukan pekerjaan yang luar biasa sebagai seorang Gadis Bond dan setelah melihat penampilannya, tidak sulit untuk memahami bagaimana Bond bisa jatuh untuk Tracy keras kepala. Lazenby di sisi lain, berhasil menunjukan kepada kita bahwa rayuan manis Bond akhirnya menemui hasil. On Her Majesty’s Secret Service berisi tiga momen yang paling lembut yang pernah muncul dalam setiap film Bond: James menyeka air mata Tracy di pesta ulang tahun ayahnya, proposal pernikahan, dan adegan akhir yang menyedihkan.

Film ini untuk pertama kalinya tidak hanya menyertakan adegan seks atau ciuman biasa. Namun alur cerita utama melibatkan kembalinya sosok Ernst Stavro Blofeld (Telly Savalas dalam inkarnasi ini). Kali ini, ia berencana memulai perang biologis yang akan dilancarkan dari sebuah “klinik penelitian” tinggi di Pegunungan Alpen. Ia menyamar sebagai ahli genealogi (Blofeld mengklaim diri sebagai Count de Blochamp), Bond melakukan kunjungan ke tempat itu. Meskipun tatap muka pertemuan mereka dalam You Only Live Twice, Blofeld tidak mengenali lawannya (mungkin perubahan dari Connery ke Lazenby membingungkannya), tetapi kesalahan kecil kemudian dilakukan 007 yang membuatnya segera lari dan Blofeld bersama rekan asistennya yang jahat, Irma Bunt (Ilse Steppat), mencoba mengejar Bond tepat dibelakangnya.

Pada bagian lain di On Her Majesty Secret Service kita akan menemukan tindakan hampir non-stop. Ada urutan yang menakjubkan di malam hari lewat ski, mobil berjalan diatas es dan melewati mobil di depannya dengan menawan, longsor, serangan helikopter di klinik Blofeld, dan seorang suruhan Blofeld yang tergiling mesin salju. Sutradara Peter Hunt sukses membuat pemirsa yang menonton film ini untuk duduk di kursi mereka selama hampir 2 setengah jam.

Dari 11 film Bond yang musiknya dikomposeri oleh John Barry, pekerjaan untuk On Her Majesty Secret Service adalah yang terbaik. Meskipun tidak adanya lagu tema yang berisi lirik dan judul, namun lagu awalan film ini cukup menarik (lagu ini akan digunakan sebagai musik insidental selama teaser A View to a Kill). Lagu romantis berjudul, “We Have All the Time in the World” yang dinyanyikan oleh Louis Armstrong, menyediakan iringan sempurna untuk James dan rasa cintanya untuk Tracy. Dan penempatan dari “James Bond Theme” di bagian akhir jelas sangat tepat untuk mengiringi adegan sedih.

Setelah kegagalan komersial dari film On Her Majesty’s Secret Service, Lazenby langsung memutuskan untuk pensiun dari peran sebagai Bond, dan Connery kembali untuk satu film lagi di 1971. Sungguh menyedihkan jika kita mempertimbangkan bahwa film ini seharusnya bisa menjadi film James Bond terbaik. Walaupun Agen 007 terbilang rendah dalam film ini, setidaknya On Her Majesty’s Secret Service adalah sebuah tengara perubahan-kecepatan dari sepotong film menggembirakan yang pada 1969 dirilis sebagai hiburan di saat liburan.

Daftar kru yang terlibat:
Pemeran: George Lazenby, Diana Rigg, Telly Savalas, Ilse Steppat, Gabriele Ferzetti, Angela Scoular, Catherina Von Schell, Bernard Lee, Lois Maxwell, Desmond Llewelyn
Sutradara: Peter Hunt
Produser: Albert R. Broccoli and Harry Saltzman
Skenario: Richard Maibaum based on the novel by Ian Fleming
Sinematografi: Michael Reed
Musik: John Barry
Distributor: United Artists

Lagu tema pembuka film:

Pos ini dipublikasikan di James Bond, Umum dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.