Top 10: Michael Schumacher

Michael Schumacher

Siapa yang tidak kenal Michael Schumacher? Sebagai pembalap F1 track record-nya termasuk lengkap. Schumi, biasa ia dipanggil merupakan pembalap F1 yang secara statistik tersukses sepanjang masa dengan raihan 7 kali gelar juara dunia dan memegang beberapa rekor spesial diantaranya pemegang pole terbanyak dan pemegang jumlah kemenangan terbanyak.

Sedikitnya ada 10 hal yang membuat kita bisa terus mengenangnya sampai kapanpun. Walaupun memang sesekali apa yang dilakukan Schumi tersebut kadang kontroversial. Berikut adalah momen-momen terbaik dan juga terburuk dari seorang Schumi dalam kariernya yang brilian.

1. Melampaui Rekor Alain Prost Dalam Jumlah Kemenangan:
Pada 2 September 2001, Schumacher memenangkan Grand Prix Belgia untuk mendapatkan kemenangan ke-52 nya. Ia berhasil melampaui rekor legenda Prancis Alain Prost yang sebelumnya memegang rekor sebagai pembalap yang paling sering memenangi balapan.

Dijuluki “Le Professeur” – Profesor – Prost adalah juara dunia empat kali yang dianggap salah satu pembalap terbaik dari generasinya. Ikon McLaren ini mendominasi sirkuit F1 dari pertengahan 1980-an sampai awal 1990-an, membuat rekor prestasinya yang dipecahkan Schumacher menjadi sangat luar biasa.

Schumacher juga mencatatkan rekornya dengan sangat spesial karena ia mencatatnya di Spa-Francorchamps, yang menjadi tempat debutnya pada tahun 1991 dan kemudian memenangi balapan F1 perdananya setahun kemudian di tempat yang sama.

2. Tujuh Keajaiban:
Musim 2004 boleh dibilang menjadi musim Schumi yang sangat luar biasa, dengan total 12 dari 13 kemenangan di paruh pertama musim (kecelakaan menghambatnya di Monako). Schumi lantas mengunci gelar dunianya di GP Belgia dengan ia yang finish 3,132 detik di belakang Kimi Raikkonen dari McLaren. Hasil finish keduanya tersebut kemudian membuat Schumi berhasil mengklaim gelar rekor dunia kelima berturut-turut dengan empat balapan tersisa dalam musim.

Musim 2004 juga menandai kinerja terbesar dari seorang pembalap dalam sejarah Formula Satu: Schumacher berhasil meraih total 148 poin (dengan sistem poin pra-2010) dan memenangkan 13 balapan (dari 18 lomba), melebihi rekor sebelumnya yang ia raih di 2002. Ia juga memenangkan tujuh balapan rekor berturut-turut.

3. Upaya Meraih Gelar Dunia Pertama:
Michael Schumacher memenangi juara dunia pertamanya di musim 1994. Namun sedikit kontroversi mewarnai gelar juara dunianya tersebut. Schumi memimpin satu poin atas Damon Hill di klasemen. Schumi lantas memimpin balapan, dan kemudian Hill menguntit secara ketat dibelakangnya.

Di lap 35, Schumi melakukan maneuver aneh dengan menabrakkan mobilnya ke dinding, sehingga menyebabkan mobilnya oleng dan mengambang keatas. Tidak diketahui secara pasti apakah mobil Schumi saat itu rusak atau tidak. Schumi lantas kembali ke trek dan memimpin. Di tikungan selanjutnya, ketika Hill mencoba mengambil kesempatan untuk menyalip, Schumi menghalanginya dan akhirnya Hill yang tidak bisa menghindar kemudian menabrak Schumi, menyebabkan mobil Schumi terbang, dan akhirnya suspense depannya rusak sehingga ia tersingkir. Tak lama berselang Hill juga ikut tersingkir, dan menghasilkan gelar juara dunia pertama untuk Schumi.

4. Menolong Ferrari:
Dua gelar yang diraih Schumi membuatnya menjadi seorang pembalap papan atas di tahun 1995. Ia lantas memutuskan sebuah langkah kontroversial, yaitu pindah ke tim Ferrari pada tahun 1996.

Langkah Schumi membangkitkan Ferrari tidaklah mudah. Selama empat tahun ia harus berjuang melawan rival-rivalnya (dari Williams dan McLaren) dengan sangat keras. Ferrari sendiri tidak pernah juara dunia sejak 1979 dan kemampuan Schumi sangat diuji disini.

Kesabaran dan kerja keras Schumi terbayar di tahun 2000 saat ia berhasil membawa Ferrari juara dunia lagi yang merupakan gelar pertama Ferrari dalam 21 tahun terakhir.

5. Tidak Dikenal:

Debut Schumi di GP Belgia 1991

Kedatangan Schumi ke F1 pada tahun 1991 terbilang unik dan luput dari dugaan sebelumnya. Tidak ada seorang pun yang mengenal dirinya saat diambil tim Jordan dari Mercedes-Benz pada GP Belgia 1991 untuk menggantikan pembalap Belgia Bertrand Gachot yang melakukan ulah kriminal di London.

Namun dari sinilah masa depan cerah terbentang untuk Schumi. Berbekal aksi menawan di babak kualifikasi tetapi gagal finish saat balapan telah membuat Flavio Briatore tertarik dan kemudian dengan bantuan Bernie Ecclestone yang menginginkan agar Jerman bisa eksis di ajang F1 maka diboyonglah Schumi pindah ke Benetton sepekan sesudahnya. Dari sana kisah suka dan duka Schumi di F1 mulai berjalan… sampai saat ini…

6. Balap Motor:
Schumi pensiun sementara dari F1 di akhir musim 2006. Pada 2007 ia kemudian mencoba motor Ducati Desmosedici milik Casey Stoner dan sempat memunculkan gosip bahwa ia akan pindah haluan ke balapan MotoGP meskipun kemudian Schumi membantah kabar tersebut.

Tahun 2008 Schumi kemudian turun di sebuah ajang balapan Superbike di sirkuit Oschersleben. Sebelumnya, agar tidak menarik perhatian massa, ia memakai nama samaran Marcel Niederhausen. Tetapi niatnya itu tidak jadi dilaksanakan karena ada alasan dari pihak asuransi. Akhirnya ia tetap turun dengan menggunakan nama Michael Schumacher. Fans dan media kemudian berbondong-bondong memenuhi sirkuit yang berada di bagian Jerman Timur tersebut. Apesnya, ketika balapan Schumi malah terjatuh, dan beruntung ia tidak cedera sedikit pun.

7. Diskualifikasi Atas Insiden JV:
Michael Schumacher bertempur ketat dengan Jacques Villeneuve sampai balapan akhir musim di tahun 1997. Schumi saat itu memimpin dengan selisih 1 angka saja dari JV.

Di lap 48, JV menyalip Schumi di tikungan Dry Sack. Schumi lantas balas menabrak sidepod Williams JV. Schumi lantas tersingkir dari lomba, dan JV kemudian masih bisa jalan terus dan walaupun hanya finish di P3 tapi raihan poinnya sudah cukup untuk merebut gelar juara dunia.

Dua minggu sesudah lomba, FIA yang menerima protes dari tim Williams tentang insiden Schumi tersebut akhirnya memutuskan bahwa Schumi bersalah, dan ia dengan terpaksa didiskualifikasi dari kejuaraan tahun 1997. FIA menyatakan bahwa insiden Schumi melawan JV adalah sangat berbahaya, walaupun mungkin Michael tidak sengaja melakukannya. Sampai saat ini, Schumi menjadi satu-satunya pembalap yang terdiskualifikasi dari kejuaraan. Schumi lantas menerima hukuman dari FIA tersebut tanpa melakukan banding.

8. Raja Tanpa Tandingan:
Kemenangan Schumacher di Grand Prix Perancis pada tahun 2002 adalah sebuah bukti dominasi dari pembalap Jerman ini. Kemenangan di Perancis tahun 2002 ini adalah kemenangan Schumi yang keempat di sirkuit yang beraspal halus tersebut yang sekaligus membuat rekor pribadi untuknya yaitu sebagai juara dunia tercepat sepanjang masa.

Gelar kelima Schumi yang dicatat di musim 2002 merupakan gelar dunia kelimanya dan ia menyamai rekor pembalap Argentina Juan Manuel Fangio yang meraih gelar kelimanya di musim 1957.

9. Memecahkan Rekor:
Di musim 2003, Michael Schumacher menorehkan sejarah; ia berhasil menjadi pembalap satu-satunya yang merebut gelar juara dunia sebanyak enam kali. Meskipun ditahun tersebut dia harus berjuang sampai GP terakhir setelah mendapat perlawanan keras dari Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Juan Pablo Montoya. Sebelumnya di awal musim, Schumi bersama Ferrari mengawali musim 2003 dengan buruk.

Schumi baru mencetak kemenangan di San Marino, selanjutnya sepanjang musim ia tampil angin-anginan dan nyaris saja kehilangan gelar di balapan terakhir di Jepang setelah ia bersenggolan dengan Takuma Sato yang menyebabkanya harus berjuang dari posisi buncit sepanjang balapan. Schumi kemudian berhasil naik ke P8 dan mengamankan gelar juaranya, dengan dibantu Barrichello yang berhasil memenangi lomba dan menahan Raikkonen agar tetap diam di posisi kedua.

10. Team Order:

Team Order Konyol di GP Austria 2002

Team order menjadi sesuatu yang lumrah yang kerap dilakukan oleh Schumi sepanjang kariernya. Sering kali atas ulahnya ini ia dianggap sebagai pembunuh rekan setim sendiri dan kerap disalahkan dalam beberapa hal.

Kasus paling memalukan adalah di GP Austria 2002 saat rekan setimnya di Ferrari, Rubens Barrichello memberikan kemenangannya 100 meter sebelum finish kepada Schumi. Ketika duet Ferrari naik podium, penonton begitu kecewa dan mencemooh Schumi dan Barrichello saat menaiki podium. Mereka lantas menyebut Schumi tidak perlu dihadiahi untuk kemenangannya! Keadaan makin kacau saat Schumi mendorong Barrichello naik ke tangga podium tertinggi. Kanselir Austria memberikan piala kemenangan kepada Schumi, dan setelah itu Schumi malah memberikannya kepada Barrichello, yang kemudian dinilai oleh FIA dan Bernie Ecclestone sebagai tindakan memalukan dan melecehkan kanselir Austria sebagai kepala pemerintahan suatu negara.

Atas insiden Austria tersebut, FIA “menghadiahi” Schumi dan Ferrari dengan denda sebesar satu juta dollar AS. Di akhir musim 2002 FIA juga bahkan mengeluarkan aturan baru, bahwa team order dilarang sejak musim 2003 dan aturan ini baru dihapuskan di awal musim 2011.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , , . Tandai permalink.