Mobil-mobil Terbaik Rory Byrne

Rory Byrne

Rory Bryne (lahir di Johannesburg, Afrika Selatan, 10 Januari 1944) adalah seorang ahli aerodinamika mobil Formula 1 asal Afrika Selatan. Ia merupakan lulusan dari Witwatersrand University jurusan MIPA. Awal kariernya ia mulai sebagai ahli kimia, namun tidak lama berselang bersama tiga temannya yaitu Dave Collier, Ronny dan Dougie Bennett ia mulai membangun sebuah perusahaan kecil yang memasok dan memperjual belikan alat-alat balapan.

Dengan bekal kehandalan matematika dan tanpa bekal pengalaman aerodinamika, Byrne iseng-iseng mulai merancang mobil balap. Mobil balap pertamanya adalah sebuah mobil Formula Ford yang mampu memenangi kejuaraan lokal Afsel tahun 1972. Mobil inilah yang membuka jalan Byrne menuju balapan tertinggi yaitu F1.

Siapa sangka, dari iseng inilah kelak Byrne dikenal sebagai salah satu ahli desain F1 handal. Beberapa pembalap telah bekerjasama dengannya yaitu Ayrton Senna, Michael Schumacher, dan Kimi Raikkonen. Total 8 gelar juara dunia berhasil ia dapatkan bersama Schumi (7) dan Raikkonen (1). Dan yang pasti sosok inilah yang bisa membuat Adrian Newey mengaku kalah dan bertepuk tangan kagum atas prestasinya.

Berikut ini merupakan 10 mobil terbaik yang pernah Rory Byrne desain atau konsep selama berkarier di F1:

Toleman T184

TOLEMAN T184 (1984):
Dua musim usai kegagalan di Toleman T181 dan T181C, Rory Byrne memfokuskan pengembangan dan perbaikan untuk mobil T183 di musim 1983 dan lahirlah T184 untuk musim 1984. Diperkuat sasis serat karbon modern dan mesin turbo straight 4 dari Hart, mobil ini termasuk salah satu yang terbaik di musim 1984 dan memberikan debut bagus untuk seorang pemuda bernama Ayrton Senna. Puncaknya terjadi di Monako saat Senna berhasil finish kedua dibawah guyuran hujan lebat. Senna sebenarnya bisa saja menang jika balapan tidak dihentikan karena saat itu ia sedang dalam posisi menguntit Alain Prost.

BENETTON B186 (1986):
Ini merupakan mobil Benetton pertama usai Benetton Group mengambil alih kepemilikan Toleman.  Dengan dana yang lebih besar ketimbang anggaran Toleman, Benetton lantas memperbaiki manajemen tim dan mempertahankan posisi Rory Byrne. Hasilnya Byrne mampu memanfaatkannya untuk membuat sebuah mobil bagus yang ditenagai mesin BMW turbo. Finish podium mereka dapatkan pertama kali di GP San Marino, tetapi rasa frustrasi sempat muncul ketika mobil ini gagal finish empat balapan berurutan. Melalui serangkaian perbaikan khususnya di bagian ground effect dan kenekatan mencabut tudung mesin dan radiator di GP Meksiko, akhirnya Gerhard Berger berhasil memenangi balapan dengan mobil ini.

BENETTON B192 (1992):
Inilah mobil yang mengantar Michael Schumacher menjuarai balapan untuk pertama kalinya. Filosofi Byrne yaitu “evolusi bukan revolusi” berawal dari kesuksesan mobil ini. Sisi-sisi sasis yang sangat aerodinamis membuat mobil ini enak dikemudikan sekalipun agak berat saat menikung (menurut Martin Brundle). Di musim 1992 ini Schumi berhasil menang satu balapan di GP Belgia ditengah guyuran hujan lebat lewat bantuan ahli strategi jenius Ross Brawn, sekaligus merintis jalan kesuksesan bagi trio Schumi-Brawn-Byrne di musim-musim berikutnya.

Benetton B194

BENETTON B194 (1994):
Salah satu mobil kompetitif di musim 1994. Peraturan baru saat itu adalah larangan untuk semua alat bantu pembalap seperti kontrol traksi dan ABS. Rory Byrne berhasil mengimplementasikan larangan tersebut lewat desain mobil yang ringan namun menurut beberapa pembalap, salah satunya Jos Verstappen, mobil ini susah untuk dikemudikan. Hebatnya bagi Schumi, inilah mobil yang mampu membuatnya kompetitif sekalipun tenaga mesin Ford saat itu tidaklah sekuat mesin Renault yang dipakai Williams. Pertengahan musim menjadi ujian bagi tim. Schumi kena diskualifikasi dan larangan balapan, sementara FIA menemukan sebuah software pembantu start di mobil ini. FIA lantas menegaskan bahwa mereka tidak bisa menghukum Benetton karena software ini bukanlah kontrol traksi. Di akhir musim melalui sebuah pertarungan sengit, Schumi akhirnya meraih juara dunia secara kontroversial lewat insiden dengan Damon Hill.

BENETTON B195 (1995):
Kali ini mobil Benetton berganti mesin dari Ford ke Renault. Byrne pada awalnya sempat dipusingkan dengan desain B194 yang tidak cukup menampung mesin Renault. Ia kemudian mengubah bagian desain di girboks dan suspensi belakang pada B194 yang kemudian menjadi basis B195. Sebenarnya mobil ini tidaklah stabil seperti tim Williams yang menggunakan mesin yang sama, tetapi uniknya mobil ini mampu bersaing dibawah kendali Michael Schumacher. Akhir musim 1995, Schumi menjadi juara dunia dan hengkang ke Ferrari. Gerhard Berger yang ditunjuk sebagai pengganti Schumi mengatakan bahwa B195 bukan mobil yang bagus dengan kinerja pengendalian yang sangat buruk.

FERRARI F310B (1997):
Rory Byrne yang sebelumnya sempat menyatakan pensiun akhirnya kembali ke F1 pada pertengahan 1996. Kali ini ia memperkuat Ferrari yang disana juga ada Ross Brawn dan pembalap Michael Schumacher. Setelah F310 karya John Barnard tampil buruk di 1996, Rory Byrne kemudian mengambil alih pengembangan mobil ini dan ia memperbaiki sisi-sisi aerodinamika F310 sehingga lahirlah F310B. Karena waktu yang ada saat itu kurang cukup, mobil ini tidak mendapat perbaikan maksimal sehingga masih kesulitan melawan Williams-Renault. Beruntung Schumi mampu memaksimalkan desain Byrne dan menjadi kandidat juara dunia 1997 sampai kemudian ia kandas akibat tragedi melawan Jacques Villeneuve di balapan terakhir 1997 di Jerez.

FERRARI F1-2000 (2000):
Masih merupakan evolusi kelanjutan dari F399 di musim 1999 yang nyaris mengantarkan Eddie Irvine juara dunia. Variasi aerodinamika yang sukses di F300 musim 1998 dan F399 digabungkan dan diperbaharui dalam mobil edisi tahun 2000 ini. Mesin baru Ferrari dengan sudut 90 derajat membuat tutup mesin dibuat agak lebar untuk membuat sisi aerodinamika bagian tengah mobil menjadi rendah. Mobil ini merupakan sukses pertama Rory Byrne di Ferrari yang mampu mengantarkan Michael Schumacher sebagai juara dunia. Ferrari juga sukses menjadi juara dunia konstruktor secara berturut-turut usai mereka meraihnya di 1999.

Ferrari F2002

FERRARI F2002 (2002):
Inilah mobil fenomenal yang membuat Adrian Newey dan Patrick Head mengakui kekagumannya pada desain Rory Bryne. Filosofi evolusi tetap Byrne pertahankan pada mobil 2002 ini. Untuk kali pertama Ferrari juga menggunakan girboks titanium pada mobil F1 mereka yang membuat berat mobil menurun sekitar 15%. Bagian rear end mobil dibuat langsing mirip dengan botol Coca Cola. Selain itu teknologi kopling juga sangat modern dengan menggunakan “girboks tanpa koplin” yang memakai sistem shift. Hasilnya Ferrari berhasil meraih 14 kemenangan selama musim 2002 dengan memakai mobil ini (satu kemenangan lainnya diraih dengan mobil F2001). Michael Schumacher mencatat sejarah sebagai juara dunia lima kali saat balapan memasuki putaran kesebelas di Perancis.

FERRARI F2004 (2004):
Mobil ini merupakan mobil perbaikan total dari F2003-GA yang nyaris membuat Ferrari kehilangan gelar dunia di musim 2003. Masalah utama mobil 2003 yaitu ban diperbaiki total oleh Byrne dalam roda dan suspensi di mobil 2004 ini. Penggunaan aturan regulasi satu mesin untuk satu pekan lomba membuat tim Ferrari mengubah sedikit desain di bagian rear end. Michael Schumacher mencatat sejarah sebagai juara dunia tujuh kali, dan mobil ini menjadi basis mobil A1GP untuk musim 2008-09.

FERRARI F2007 (2007):
Meskipun Rory Byrne tidak terlibat dalam pengembangan mobil ini, tetapi ia masih memberikan arahan, konsultasi, serta gambaran konsep dari mobil 248 F1 musim 2006 kepada Aldo Costa dan Nicholas Tombazis yang saat itu dipromosikan menjadi kepala desain Ferrari menggantikan Byrne untuk mengembangkan mobil tahun 2007. Untuk kali pertama, ide konsep orginal Byrne yaitu “single keel” ditinggalkan dan digantikan konsep “zero keel”. Namun untuk bagian sayap depan dan belakang mobil ini masih memakai desain sayap karya Rory Byrne. Walaupun terbilang telat panas dibandingkan MP4-22 yang dimiliki McLaren, Ferrari mampu bangkit ditengah musim dan berhasil mengantarkan Kimi Raikkonen juara dunia untuk pertama kalinya.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.