Mobil-mobil Terbaik Adrian Newey

Adrian Newey

Adrian Newey (lahir 26 Desember 1958) adalah seorang insinyur dan ahli aerodinamika mobil F1 yang berasal dari Inggris. Sampai saat ini, Newey adalah salah satu insinyur tersukses di Formula 1. Prestasi terbaiknya antara lain saat mengantar Williams, McLaren dan Red Bull Racing menjadi juara dunia pada 1992, 1996, 1997 (Williams), 1998, 1999 (McLaren) dan 2010 (Red Bull Racing).

Selain di F1, Newey juga sempat bekerja di balapan IndyCar. Di sana ia juga tetap berprofesi sebagai ahli aerodinamika. Kecerdasan Newey dalam membangun mobil konon ia peroleh sejak kecil melalui mainan tamiya skala 1:12. Mainan tersebut yang membuat Newey paham akan seluk beluk sasis dan suspensi. Selain itu dalam mendesain mobilnya, Newey juga termasuk sederhana dan minimalis. Ia lebih suka merancang mobil dengan memakai kertas dan pensil, tidak memakai komputer seperti kebanyakan insinyur saat ini. Menurut Newey input gambarnya tersebut akan ditransformasikan ke komputer oleh asistennya di tim desain.

Berikut ini adalah beberapa mobil F1 sukses karya seorang Adrian Newey dari mulai mobil biasa sampai mobil juara dunia.

LOLA THL2 (1986):
Sebenarnya Adrian Newey tidak terlibat langsung dalam pengembangan mobil ini, tetapi saat itu ia termasuk bagian dari tim desainer Lola yang dipimpin oleh Neil Oatley. Mobil ini memakai sasis serat karbon dengan monokok alumunium sarang lebah dan suspensi double wishbones dan diperkuat mesin Ford turbo V6. Mobil ini memulai debutnya pada GP San Marino 1986, tetapi sepanjang musim gagal menunjukan hasil terbaik. Namun Oatley dan Newey tidak menyerah begitu saja, mereka terus memperbaiki kekurangan mobil dan akhirnya hasilnya terlihat saat Alan Jones dan Patrick Tambay meraih posisi 4 san 5 di GP Austria.

MARCH 881 (1988):
Ini merupakan mobil F1 pertama resmi karya Adrian Newey. Diperkuat sasis serat karbon dan mesin Judd V8. Mobil ini menjadi satu-satunya mobil non turbo yang sempat memimpin balapan di tahun tersebut tepatnya di GP Jepang 1988 saat Ivan Capelli memimpin balapan sebanyak satu lap yang sekaligus juga untuk pertama kalinya sejak 1983 ada mobil bermesin normally aspirated memimpin lomba. Hasil terbaik mobil ini adalah finish P2 Ivan Capelli di GP Portugal.

Leyton House CG901

LEYTON HOUSE CG901 (1990):
Mobil pertama Leyton House di musim 1990 usai mereka mengakusisi total March Engineering. Ditenagai mesin Judd V8, mobil ini terkenal dengan desainnya yang ramping dan cantik dan menjadi primadona saat itu. Sayangnya desain cantik ini tidak menjamin prestasi bagus karena mobil ini hanya mampu sekali saja finis dengan poin yaitu P6 Mauricio Gugelmin di GP Belgia 1990.

WILLIAMS FW14 (1992):
Ini adalah mobil juara dunia pertama Newey, namun dirancang bersama dengan seniornya di Williams, Patrick Head. Newey yang baru saja direkrut dari Leyton House tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembangkan kehandalan aerodinamikanya. Dengan dana lebih besar dari March, Newey mampu mendesain sisi-sisi aerodinamika dengan lebih baik di mobil ini. Desain mobil FW14 mampu menarik Nigel Mansell untuk kembali membalap setelah sebelumnya sempat memikirkan pensiun usai keluar dari Ferrari. Mobil ini juga dilengkapi dengan suspensi aktif, kontrol traksi, girboks semi otomatis dan anti-lock brake system. Hasilnya adalah Nigel Mansell berhasil menjadi juara dunia musim 1992.

Williams FW15

WILLIAMS FW15 (1993):
Versi pengembangan lebih lanjut dari FW14 sebenarnya dikeluarkan di musim 1992 yaitu FW15, tetapi karena FW14 sukses maka mobil ini disimpan untuk musim berikutnya. Sekali lagi Newey berhasil menunjukan kelasnya sebagai ahli aerodinamika dengan memperbarui sisi-sisi aerodinamika di FW15 yaitu moncong lebih langsing, dan perbaikan di cover mesin dan airbox. Mobil ini menjadi mobil terakhir yang memakai suspensi aktif, kontrol traksi dan anti-lock brake system. Sekali lagi Williams berhasil menjadi juara dunia kali ini lewat Alain Prost.

WILLIAMS FW18 (1996):
Setelah dikalahkan Rory Byrne dua musim berturut-turut, Newey dan Head berpikir keras untuk membalikkan kejayaan Williams. Peraturan baru FIA mereka baca dengan seksama dan hasilnya adalah sebuah mobil manis: Williams FW18. Sebenarnya mobil ini adalah versi pengembangan lebih lanjut FW17 di 1995, tetapi ditambahi beberapa elemen baru sesuai peraturan baru F1 saat itu. Hal terbaru di mobil ini adalah pembalap duduk lebih rendah dalam kokpit, menjadikan sisi aero mobil berkembang dengan lebih baik. Hasilnya adalah Damon Hill berhasil menjadi juara dunia 1996.

WILLIAMS FW19 (1997):
Inilah mobil terakhir Adrian Newey untuk Williams sebelum ia hengkang ke McLaren. Mobil ini masih merupakan pengembangan lebih lanjut dari FW18. Newey sendiri tidak terlibat 100% dalam pengembangan mobil ini  karena ia bergabung dengan McLaren tepat di akhir 1996. Mobil ini kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Patrick Head dan mengalami pertarungan sengit melawan mobil F310B karya Rory Byrne dari Ferrari. Namun Williams mampu menjadi juara dunia disaat-saat akhir ketika Jacques Villeneuve berhasil selamat dari tabrakan Michael Schumacher di GP Eropa di Jerez.

McLAREN MP4-13 (1998):
Mobil pertama Adrian Newey bersama McLaren. Tidak bisa memperbaiki MP4-12 di 1997, Adrian Newey kemudian merancang dengan teliti MP4-13 untuk 1998. Hasilnya terlihat jelas sejak sesi tes pra musim, Mika Hakkinen dan David Coulthard mendominasi. Bahkan di balapan pertama di Australia, duet McLaren ini sukses unggul sampai 1 lap atas lawan-lawannya. Kontroversi mulai terlihat saat seorang wartawan memperlihatkan teknologi McLaren yaitu pedal rem kedua, yang kemudian membuat FIA segera melarang teknologi ini karena dinilai memberikan keuntungan lebih pada McLaren saat menikung. Namun hal tersebut tidak cukup untuk menghentikan Mika Hakkinen menjadi juara dunia 1998 dan McLaren yang superior ini tampil sebagai juara dunia konstruktor.

McLaren MP4-18

McLAREN MP4-18 (2003):
Kalah telak oleh Rory Byrne dan Ferrari F2002-nya membuat Ron Dennis frustrasi dan menyarankan agar tim desain membuat sebuah mobil radikal untuk musim 2003. Adrian Newey berpikir keras untuk menjawab tantangan Dennis tersebut dan hasilnya adalah McLaren MP4-18A yang tadinya direncanakan akan turun mulai GP San Marino 2003. Namun karena terlalu radikal, mobil ini tidak pernah turun berlomba. Sasis yang terlalu ringkih membuat mobil ini gagal melewati sesi uji tabrak FIA. Akhirnya McLaren memutuskan untuk menyimpan desain MP4-18 yang kemudian dipakai sebagai basis mobil MP4-19. Satu hal yang paling menarik dari mobil ini adalah moncong mobilnya yang sangat singset dan membuat mobil ini terlihat sangat cantik dari estetika aerodinamika.

RED BULL RB7 (2011):
Usai sukses mengantar Red Bull juara dunia ganda di 2010, Adrian Newey tidak berlama-lama menikmati kemenangannya. Ia langsung merancang RB7 sejak musim 2010 memasuki balapan-balapan akhir musim. Dijuluki Kinky Kylie oleh Sebastian Vettel, mobil ini termasuk salah satu desain Adrian Newey yang paling bagus. Keberhasilan implementasi soal peraturan off throttle blown diffuser menjadi salah satu penyebab kenapa mobil ini tampil hebat walaupun sering bermasalah di KERS. Tenaga lemah mesin Renault bisa dimodifikasi sedikit lewat girboks dengan mengatur ulang sistem perpindahan gigi, menjadikan mobil ini superior di musim 2011.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.