Kemenangan Alonso #15 – Jepang 2006

Fernando Alonso di podium GP Jepang 2006

SUARA PEMBARUAN – Tim Formula Satu (F-1) Renault berhasil membuktikan janjinya kepada pembalap Spanyol, Fernando Alonso. Tim pabrikan otomotif asal Prancis itu memberikan dukungan total kepada Alonso untuk dapat mempertahankan mahkota juara. Alonso tampil sebagai juara di Sirkuit Suzuka, Grand Prix (GP) Jepang, dan berpeluang besar untuk kembali dinobatkan sebagai juara dunia 2006.

Kegagalan rival terberatnya, Michael Schumacher untuk mencetak poin karena kerusakan mesin, membuat Alonso tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk keluar sebagai juara dunia. Apabila di GP Brasil, Sirkuit Interlagos, 22 Oktober mendatang, pembalap kelahiran Kota Oviedo itu mampu menempatkan diri di posisi delapan besar, dia sudah dapat dinobatkan sebagai juara dunia untuk yang kedua kalinya secara beruntun (back-to-back). Kini Alonso unggul 10 poin (126) dari Schumacher (116).

Sebenarnya Schumacher berpeluang meraih gelar juara di Suzuka. Hanya saja, kendaran pacunya mengalami kerusakan usai memasuki pitstop yang terakhir. Schumacher masih berpeluang untuk meraih juara, meski kecil sekali kemungkinannya. Sebab di Interlagos nanti, pembalap Jerman itu harus tampil sebagai juara sementara Alonso gagal finis, atau tidak meraih poin sama sekali. Jika itu terjadi, kedua pembalap sama-sama mengantongi poin 126, hanya saja Schumacher berpeluang dinobatkan sebagai juara, mengingat dia akan lebih banyak mengoleksi gelar juara GP pada musim ini. Kemenangan di Suzuka, membuat Alonso dan Schumacher sama-sama mengoleksi gelar juara di tujuh seri GP.

Ferrari masih beruntung pembalap kedua mereka, Felipe Massa berhasil finis di posisi kedua. Posisi ketiga diraih rekan setim Alonso, Giancarlo Fisichella. Sementara posisi keempat dan kelima, direbut Jenson Button (Honda) dan Kimi Raikkonen (Finlandia). Bagi Alonso kemenangan di Suzuka, menimbulkan kembali rasa percaya kepada timnya. Alonso sempat menyerang Renault dengan menuduh tim itu tidak berminat mendukungnya menjadi juara, dan hanya ingin meraih gelar konstruktor.

Renault langsung mejawab dengan menyatakan total mendukung pembalap Spanyol itu, meski musim mendatang dia bakal hengkang ke tim McLaren. Bukti lain kesungguhan Renault mendukung Alonso, adalah dengan melakukan pergantian tim mekanik pitstop yang dianggap gagal pada balapan GP China, tiga pekan lalu. “Kemenangan ini berarti banyak buat saya, dan tim. Kini rasa percaya diri kami semakin memuncak,” tegas Alonso yang sejak Juni lalu paceklik gelar juara GP.

Schumacher sempat memimpin balapan di putaran ketiga, setelah Massa memberinya posisi untuk menyusul. Namun akibat adanya problem mekanik, Schumacher mampu didekati Alonso hingga jarak kedua pembalap terpaut lima detik. Pitstop Schumacher di putaran ke-36 ternyata membawa masalah buat pembalap itu. Saat memasuki tikungan Degner, mendadak pacuan Ferrarinya mengeluarkan asap. Berakhirlah peluang Schumacher untuk kembali meraih gelar juara di Suzuka.

“Sebenarnya, saya sudah cukup puas hanya dengan mejadi juara ketiga saja. Tetapi setelah Michael (Schumacher) mengalami masalah mekanik, balapan menjadi lebih baik buat kami. Kemenangan ini merupakan kejutan yang indah buat saya. Di Interlagos nanti, kami sudah mendekati gelar juara dunia. Namun kami tetap pasang target untuk menang disana,” tegas Alonso.

Sedangkan Schumacher mengaku peluangnya untuk meraih gelar juara dunia sudah tertutup, setelah gagal meraih poin di Suzuka. Bagi pembalap berusia 37 tahun itu, gagal finis akibat kerusakan mesin merupakan yang pertama kalinya dirasakan selama lima tahun terakhir. “Berakhir sudah upaya saya untuk meraih gelar juara dunia. Pada balapan di Interlagos nanti, kami pasang target untuk meraih gelar konstruktor,” ungkapnya.

Pos ini dipublikasikan di Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.