Zona Memori #1: GP China 2006 – Kemenangan Terakhir Schumi

Schumacher Chinese GP 2006

Michael Schumacher usai menang di GP China 2006

Michael Schumacher berhasil menyusul (overtaking) Fernando Alonso di Grand Prix (GP) Formula Satu (F-1) China, Sirkuit Shanghai, pada hari Minggu 1 Oktober 2006. Kejadian ini tak hanya terjadi saat balapan berlangsung, tetapi juga di klasemen pembalap. Meski sama-sama mengantongi poin 116, tetapi karena Schumacher lebih banyak juara GP (7 kali) termasuk di China, sementara Alonso hanya enam kali, pembalap andalan tim Ferrari ini lebih layak memimpin klasemen.

Inilah untuk pertama kalinya Schumacher memimpin klasemen, sejak musim balap 2006 digelar. Dengan tinggal menyisakan dua seri balapan lagi, di Suzuka, Jepang, 8 Oktober, dan di Interlagos, Sao Paolo, Brasil, 22 Oktober, persaingan keduanya dipastikan berlangsung ketat dan menegangkan. Tim Renault meyakini, Ferrari akan tampil kuat di Suzuka, sementara Renault siap menguasai Interlagos. Dengan demikian, kesalahan kecil apapun yang dibuat kedua pembalap dan tim mereka, dapat menyebabkan hilangnya gelar juara dunia 2006.

Kemenangan Schumacher di Shanghai sama sekali tak diperkirakan. Pasalnya, dua pembalap Renault, Alonso dan Giancarlo Fisichella, memimpin start di posisi satu dan dua. Belum lagi kenyataan kondisi sirkuit yang basah karena hujan, dan ban basah Bridgestone tak mampu tampil sebaik ban basah Michelin yang dipakai duo Renault. Hanya saja, tim Renault melakukan dua kesalahan pada dua kali pitstop terhadap Alonso.

Pertama mereka salah memasang ban yang tepat dengan kondisi lintasan. Saat kondisi lintasan menjadi kering, tim Renault memasangkan ban intermediate untuk kondisi lintasan setengah kering, namun tak mengganti ban di bagian belakangnya. Akibatnya pacuan Alonso kehilangan daya cengkram (grip) dan menjadi pelan. Kondisi itu dimanfaatkan Schumacher yang sudah berada di posisi tiga, setelah memulai start dari posisi keenam, untuk mengejar. Schumacher overtaking Alonso di putaran ke-31.

Kesalahan kedua kembali dilakukan Renault. Saat pitstop kedua di putaran ke-38, seorang mekanik kesulitan melepas alat baut ban di bagian kiri belakang, akibatnya Alonso berada di pit hingga 18 detik. Renault menggunakan berbagai upaya, termasuk meminta Fisichella menahan laju Schumacher. Renault bahkan melakukan “team order” di putaran ke-48, saat Fisichella membiarkan dirinya dilewati Alonso sebagai upaya mengejar Schumacher.

Salah satu kunci sukses Schumacher memenangkan balapan, adalah keputusan tim untuk tindak mengganti ban intermediate setelah pitstop pertama. Dia menggunakan satu jenis ban selama 40 putaran dari total 56 putaran yang dilombakan. Kemudian dengan hanya membutuhkan waktu enam detik di pitstop kedua, Schumacher baru memakai ban kering di sisa 16 putaran untuk menuju kemenangan.

“Rasanya merupakan keajaiban buat saya menang disini. Terima kasih untuk kerjasama tim. Sekarang kami menatap dua seri sesi, dengan keyakinan untuk meraih gelar juara dunia,” ujar Schumacher yang sudah menang sebanyak 91 GP.

Kemenangan di Shanghai ini adalah pertamakalinya diraih Schumacher. Dia berhasil memuaskan pendukung tim Ferrari dan publik di Shanghai, sebelum pensiun di akhir musim.

Hasil GP China 2006:

  1. Michael Schumacher (Jerman/Ferrari) satu jam,37 menit,32,747 detik.
  2. Fernando Alonso (Spanyol/Renault) tertinggal 3,121 detik.
  3. Giancarlo Fisichella (Italia/Renault) tertinggak 44,197 detik
  4. Jenson Button (Inggris/Honda) tertinggal 01:12,056 detik
  5. Pedro de la Rosa (Spanyol/McLaren), tertinggal 01:17,137 detik
  6. Rubens Barrichello (Brasil/Honda) tertinggal 01:19,131 detik
  7. Nick Heidfeld (Jerman/BMW Sauber) tertinggal 01:31,979 detik
  8. Mark Webber (Australia/Williams) tertingga 01:43,588 detik

Sumber: Arsip Suara Pembaruan

Pos ini dipublikasikan di Berita, Formula 1, Motorsport dan tag , , , , , . Tandai permalink.