Top 10 – Presenter MetroTV

Sudah sembilan tahun MetroTV menemani kita. The Blue Eagle, kami rasa sampai saat ini masih menjadi pemimpin televisi berita di Indonesia. Acara-acaranya termasuk bermutu dan bergizi, bahkan untuk soal film sekalipun. Belum lagi penelusuran mendalamnya dalam Metro Realitas, dan acara TV yang masih tetap menjadi original dan eksklusif di Indonesia, yaitu Suara Anda.

Nah untuk menyambut ultah MetroTV yang ke-9, kami di Republik F1 seperti biasa akan membuat suatu artikel khusus untuk MetroTV, kali ini kami tampilkan 10 Presenter MetroTV Terfavorit versi Republik F1. Mari kita ikuti bersama-sama.

10. Lucia Saharui
Jika Anda sering menonton acara Megapolitan setiap Senin-Jumat jam 11.30 siang, maka Anda akan hapal dengan ciri khas yang dimiliki oleh perempuan asal Ternate ini. Yup, lesung pipi. Lucia Saharui, sering kami sebut sebagai pendekar (pendek tapi kekar) atau May (karena suaranya mirip suara karakter May dalam serial Pokemon versi English yang imut), tapi bukan kekar karena gaya binaraga, melainkan karena ia sering tampil sebagai pembawa acara Sports Club bergantian dengan Hariman Chalid dan Aviani Malik.

Sesuai datanya di situs MetroTV dan Wikipedia Indonesia (karena kami yang membuat data Wikipedia-nya sesuai data di MetroTV), sewaktu remaja, Lucia sempat bercita-cita menjadi penyanyi. Dan memang kami dengarkan di acara Zona 80 beberapa waktu yang lalu, ternyata suara Lucia Saharui itu memang enak untuk didengar. Intinya, Lucia bisa mengkombinasikan wajah cantik, pengetahuan, dan suara, untuk menjadi salah satu presenter MetroTV yang cukup baik.

9. Gadiza Fauzi
Sebagian warga RF1 yang berasal dari satu SMA sangat kenal karakter suara orang Palembang, karena waktu SMA dulu kami sempat mendapatkan guru yang berasal dari orang Palembang. Dan ya, Gadiza Fauzi juga masih memiliki darah Palembang menurut salah seorang teman kami di sebuah forum web. Gadiza adalah orang seni, setidaknya begitulah dari yang kami dapat di situs MetroTV dan Wikipedia (karena kami yang buat artikel Wikipedianya), dimana ia memiliki hobi melukis.

Pertama kali kami melihat Gadiza Fauzi adalah saat ia membawakan acara Metro Malam sekitar beberapa tahun kebelakang (lupa lagi). Waktu itu, ia masih single, dan ketika ia sudah menikah, Gadiza pindah jadi membawakan acara Metro Pagi atau Metro Siang.

8. Maria Kalaij
Dari biodata yang kami lihat di situs MetroTV, Maria adalah seorang sarjana teknik. Tapi ia cukup berhasil dalam membawakan acara bisnis di layar MetroTV. Ia sudah kami lihat jauh sejak beberapa anggota senior RF1 yang kini sudah kuliah masih mengenakan pakaian seragam SMP di tahun 2002 lalu.

Dalam hal pembawaan acara, ia kami sukai karena cenderung cepat dan tegas dalam menyampaikan informasi-informasi bursa. Biasanya rekan yang selalu menemaninya adalah Leonard Samosir, yang juga bukan dari orang ekonomi (Leonard adalah sarjana lulusan IPB). Salut saja dari kami di RF1 kepada MetroTV yang sudah bisa menyulap dua orang non-ekonomi menjadi orang ekonomi. Dan ini membuktikan kepada kita, bahwa asalkan kita mau mengenal dan mau belajar dengan sungguh-sungguh, apapun yang kita nilai tidak bisa ternyata bisa saja terjadi.

7. Catherine Keng
Walaupun kami tidak mengerti bahasa Mandarin, tapi kerap kali kami tidak melewatkan acara Metro Xin Wen, yang sayangnya sekarang malah berubah jam tayang menjadi siang dari asalnya pagi-pagi. Dan pembaca berita yang sangat kami kenal dari Metro Xin Wen adalah Catherine Keng. Untuk wajahnya, setidaknya ia mengingatkan kami pada bintang-bintang Mandarin dan Hong Kong yang wow, menawan!

Kalau kami tidak salah ingatan, setidaknya Catherine juga pernah membawakan acara Headline News dalam bahasa Indonesia di tahun 2003 lalu. Ia saat itu tampil di Sabtu siang. Yah kami tidak tahu apakah saat itu di kantor MetroTV tidak ada penyiar yang ship atau apa, tapi lumayan lah, bisa melihat Catherine berbicara dalam bahasa Indonesia, he…he…he…

Dan pada Breaking News: Badai Pasti Berlalu di awal Januari 2005 lalu, Catherine kalau tidak salah pernah jadi reporter di Aceh. Dan kami semakin kagum, karena ia bisa membawakan Breaking News dalam versi Indonesia, dan juga versi Mandarin, sip deh!

6. Boy Noya
Penyiar berita olahraga yang kami rasa terbaik di Indonesia sampai saat ini. Dulu kami sering melihatnya di layar AnTV, membawakan acara Lensa Olahraga. Sempat menghilang, ia kemudian muncul lagi di layar MetroTV dalam acara Metro Sports. Pada 2003 ia juga sempat membawakan acara Eurosports News di jam 4 pagi.

Di luar acara olahraga, Boy Noya juga handal dan mampu dalam membawakan acara berita serius, contohnya adalah saat Breaking News Penyergapan Teroris di Temanggung, dan (kalau kami tidak salah lihat) saat Badai Pasti Berlalu. Ia juga ganteng saat menjadi model busana formal laki-laki di harian Media Indonesia beberapa tahun yang lalu.

5. Eva Julianti
Presenter yang mampu mengkoordinasikan antara pandangan kepada pemirsa lewat kamera dengan mimik wajah dan intonasi kata-kata. Anda bisa melihat gayanya tersebut dalam acara Metro Realitas. Dan kami senang juga, karena ia termasuk salah satu presenter yang murah senyum.

Dari data di situs MetroTV, ia merupakan mantan penyiar RCTI. Dan waktu pindah ke MetroTV, ia banyak membawakan acara Metro Siang. Kini selain banyak tampil di acara Metro Hari Ini, ia juga menjadi presenter tetap di Top Nine News dan Metro Realitas. Salah satu iklan Metro Realitas yang kami sukai adalah saat ia mengenakan blus putih dan syal, duduk di kursi, dan mencatat sebuah tulisan pada sebuah binder. Pokoknya sip banget iklan tersebut, he…he…he…

4. Tommy Tjokro
Idaman cewek-cewek di Republik F1, dan sayangnya hanya akan terus menjadi idaman karena Tommy sudah menikah dan mempunyai satu anak (sesuai fakta yang dilontarkan dalam Metro 10 tanggal 22 November kemarin). Ia memang menjadi salah satu presenter MetroTV paling ganteng, mungkin tandingannya adalah Aries Fadhillah atau Prabu Revolusi, setidaknya begitulah kata member-member cewek di RF1.

Orang yang memahami ilmu ekonomi-bisnis, tetapi malah handal di dunia jurnalistik, Tommy Tjokro sudah kami jumpai sejak kami masih kelas X SMA, dan sering kami lihat dalam acara Metro Malam pada waktu itu, dan kemudian berpindah menjadi spesialis Metro Pagi, dan terkadang Metro Hari Ini. Gayanya yang funky namun serius memang menandakan bahwa ia sempat pula dididik di alam lain, maklum Tommy kan mantan juara Abang Jakarta dan sempat pula menjadi finalis video MTV, jadi rada-rada mirip lah sama Valerina Daniel dan Virgie Baker.

3. Desi Anwar
Kata dosen dan guru, inilah penyiar yang paling bagus dalam pelafalan bahasa Inggris nya. Karir awalnya dibangun di RCTI, dimana dulu ia bersama rekannya Adolf Posumah (sekarang dimana ya?) lebih banyak membawakan acara Seputar Indonesia.

Gayanya sangat khas waktu itu di RCTI, dimana kalau tampil di layar TV, ia selalu agak miring sedikir tubuhnya ke samping, dan menyapa pemirsa dengan kata-kata: halo pemirsa, jumpa lagi bersama saya Desi Anwar. Kehandalannya berbahasa Inggris membuatnya lebih banyak tampil dan dipakai untuk mewawancarai tokoh-tokoh asing luar negeri, salahsatunya adalah Bill Gates. Dan kami rasa, sampai saat ini, belum ada penyiar yang bisa menyamai kehandalannya dalam melafalkan kata-kata bahasa Inggris secara utuh, sesuai grammar baik dalam English British dan American English, jujur, kami saja belum mampu tuh!

2. Kania Sutisnawinata
Jika Anda teliti melihat sosok Kania Sutisnawinata, Anda akan menemukan dua versi Kania, pertama adalah ketika ia memakai kacamata di beberapa tahun silam, dan sekarang ia tidak memakai kacamata, melainkan mungkin lensa kontak. Namun tetap saja, ciri Kania masih ada dan sama di kedua versi itu, ia tetap lugas dan handal, apalagi dalam membawakan acara talk show.

Kania termasuk salah satu presenter original MetroTV yang masih bertahan hingga saat ini. Semua acara berita telah ia bawakan, baik Metro Pagi, Metro Siang, dan Metro Hari Ini. Saat ini ia lebih banyak membawakan acara Today’s Dialogue. Pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan dalam acara dialog tersebut memang terlihat seperti mudah untuk dijawab, tetapi ternyata banyak narasumber yang ternyata tidak bisa menjawabnya dan malah sering bolak-balik ditempat. Applause deh buat Kania…

1. Najwa Shihab
Dulu kami suka pada presenter keturunan Arab yang tinggi besar nan kekar (Rahma Sarita), sayang ia sekarang sudah hengkang dari Kedoya. Dan karena itu, sekarang kami ramai-ramai pindah ke Najwa Shibab. Namanya cukup popular, terutama karena sosok keluarga Shihab cukup kondang di Indonesia sebagai salah satu pakar agama Islam. Ayahnya, Quraish Shihab, adalah mantan menteri agama di era Soeharto.

Nana, begitu biasa ia dipanggil, sudah merasakan beragam pengalaman. Kalau kami tidak salah, dalam salah satu Breaking News bencana alam di salah satu tempat (tempatnya lupa lagi), ia sempat menangis karena melihat kondisi warga korban bencana tersebut yang memprihatinkan. Sementara jika acara yang dipandu Nana ada di studio, maka Nana sama persis dengan Kania Sutisnawinata, lugas dalam bertanya. Pertanyaannya seperti gampang untuk dijawab, namun kenyataannya sulit dan bahkan narasumber suka mencoba untuk berkelit, dan Nana selalu bisa melontarkan jurus andalannya, yaitu memotong dan mencoba mengajak kembali narasumber tersebut untuk bisa menjawab pertanyaan semula.

Kini, selain Andy F. Noya dan Alvin Adam, Nana juga akan mempunyai acara talkshownya sendiri, yang akan berjudul Mata Najwa. Mari kita tunggu dan saksikan.

Baik, dari 10 presenter diatas, kami juga sebenarnya masih memiliki beberapa presenter lain yang kami sukai. Daftarnya: Aviani Malik, Prabu Revolusi, Alvin Adam, Aries Fadhilah, Zelda Savitri, Fessy Alwi, Elvita Khairani, Nina Melinda, dan Leonard Samosir. Semua presenter MetroTV kami nilai sebagai tokoh yang cerdas dan bisa menjadi pelopor kita untuk terus berkembang dan belajar dalam semua hal. Karena sudah dibuktikan dalam dunia jurnalistik, ilmu apapun yang Anda miliki bisa Anda kembangkan, asalkan ada niat dan kemauan yang sungguh-sungguh. Selain tentunya kepandaian Anda dalam menguasai beberapa bahasa asing.

Selamat ulang tahun MetroTV, semoga makin maju dan jaya terus ditengah ketatnya persaingan antar stasiun televisi di Indonesia.

Pos ini dipublikasikan di Berita, Umum dan tag , . Tandai permalink.